PT Global Mediacom Tbk (BMTR), perusahaan media di bawah naungan Hary Tanoesoedibjo, berencana menggalang dana segar senilai Rp800 miliar. Langkah ini dilakukan melalui penerbitan instrumen obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan tahap kedua.
Berdasarkan prospektus resminya, emiten ini akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp500 miliar. Selain itu, perusahaan juga merilis Sukuk Ijarah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 senilai Rp300 miliar.
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rangkaian program penawaran umum berkelanjutan yang lebih besar. Perusahaan menetapkan plafon maksimal masing-masing sebesar Rp1,75 triliun untuk obligasi dan Rp1,25 triliun untuk sukuk.
Tujuan Penggunaan Dana dan Strategi Refinancing
Manajemen BMTR mengungkapkan bahwa sebagian besar dana yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban utang yang segera jatuh tempo. Strategi refinancing ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan di masa mendatang.
Rincian alokasi dana dari hasil penerbitan obligasi tersebut meliputi:
- Pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp230,26 miliar.
- Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021 Seri C senilai Rp10,56 miliar.
- Sisa dana akan digunakan untuk membayar sisa imbalan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 Seri B.
Penjelasan di atas menunjukkan fokus perusahaan dalam merapikan struktur utang jangka pendeknya. Langkah ini juga didukung dengan alokasi dana dari penerbitan sukuk ijarah untuk kebutuhan serupa.
Sebanyak Rp187,23 miliar dari perolehan sukuk dialokasikan untuk melunasi sisa imbalan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 Seri B. Jika masih terdapat sisa dana setelah dikurangi biaya emisi, perusahaan akan menggunakannya sebagai tambahan modal kerja.
Struktur Penawaran dan Jadwal Pelaksanaan
Dalam penawaran kali ini, obligasi tersebut hadir dalam tiga seri berbeda dengan tingkat bunga tetap antara 7,03% hingga 7,50% per tahun. Jangka waktu atau tenor yang ditawarkan bervariasi, mulai dari tiga tahun hingga tujuh tahun.
Berikut adalah ringkasan data penawaran obligasi dan sukuk BMTR:
| Instrumen Keuangan | Target Dana | Rentang Bunga/Imbalan | Tenor |
|---|---|---|---|
| Obligasi Berkelanjutan V | Rp500 Miliar | 7,03% - 7,50% | 3 - 7 Tahun |
| Sukuk Ijarah Berkelanjutan V | Rp300 Miliar | Sesuai Seri | 3 - 7 Tahun |
Tabel tersebut merangkum poin utama dari instrumen yang diterbitkan oleh PT Global Mediacom Tbk. Struktur ini dirancang untuk menarik minat investor dengan profil risiko dan jangka waktu investasi yang beragam.
Proses penawaran dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 2 Juni 2026, dan akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juni 2026. BMTR menggandeng sejumlah sekuritas besar sebagai penjamin pelaksana emisi untuk menyukseskan aksi ini.
Beberapa perusahaan sekuritas yang terlibat antara lain BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, hingga MNC Sekuritas. Sementara itu, posisi wali amanat dipercayakan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).