Profil PT INTI, BUMN Telekomunikasi yang Terancam Ditutup Danantara 2026

Profil PT INTI, BUMN Telekomunikasi yang Terancam Ditutup Danantara 2026
Foto: Profil PT INTI, BUMN Telekomunikasi yang Terancam Ditutup Danantara 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan sinyal kuat mengenai rencana pembubaran PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar transformasi dan penataan ulang struktur perusahaan milik negara.

Dony Oskaria, selaku Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami rencana penutupan perusahaan telekomunikasi tersebut. Kajian mendalam ini bertujuan untuk memastikan efisiensi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meskipun ada rencana pembubaran, Dony menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi para pekerja. Ia memastikan tidak akan ada kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa karyawan PT INTI.

"Kami sedang menjalankan proses asesmen menyeluruh terhadap PT INTI. Semua hal sedang diverifikasi sesuai dengan rencana streamlining yang telah kami sampaikan sebelumnya," jelas Dony pada Selasa (26/5/2026).

Dalam menjalankan transformasi ini, BPI Danantara menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memperkuat sinergi strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengawal proses transisi agar berjalan sesuai prinsip keadilan bagi semua pihak.

Pemerintah berupaya memegang teguh komitmen "no one left behind" atau tidak ada satu pun pihak yang ditinggalkan dalam proses perubahan ini. Hal tersebut mencakup jaminan bahwa hak-hak normatif pegawai tidak akan mengalami pengurangan selama proses berlangsung.

Sejarah Panjang PT INTI di Industri Telekomunikasi

Berdasarkan data dari situs resmi perusahaan, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) memiliki sejarah yang sangat panjang. Perusahaan ini secara resmi didirikan pada 30 Desember 1974 dan telah mengabdi selama 52 tahun.

Akar sejarah PT INTI sebenarnya sudah tumbuh jauh sebelum tahun 1974 melalui kemitraan strategis. Pada tahun 1966, terjadi kerja sama antara PN Telekomunikasi dengan perusahaan asal Jerman, Siemens AG.

Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut pada pembentukan Pabrik Telepon dan Telegraf (PTT) di tahun 1968. Unit ini awalnya berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pos dan Telekomunikasi atau LPP Postel.

Pendirian PT INTI sebagai perusahaan mandiri merupakan bagian dari visi besar untuk menguasai teknologi nasional. Proyek strategis ini dipimpin langsung oleh tokoh teknologi Indonesia yang saat itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi, BJ Habibie.

Pada masa awal pertumbuhannya, PT INTI memiliki infrastruktur produksi yang sangat lengkap dan canggih. Fasilitas tersebut mencakup pabrik perakitan telepon serta pabrik perakitan untuk berbagai peralatan transmisi komunikasi.

Selain itu, perusahaan ini juga memiliki unit produksi komponen mekanik dan plastik sebagai pendukung industri. Tak ketinggalan, tersedia Laboratorium Software Komunikasi Data yang menjadi pusat pengembangan sistem digital di masanya.

Beberapa lini bisnis dan layanan utama yang dijalankan PT INTI pada tahun 2026 adalah:

  • Manufaktur dan Perakitan: Fokus pada pembuatan perangkat keras telekomunikasi secara mandiri.
  • Managed Service: Memberikan layanan pengelolaan infrastruktur teknologi bagi mitra bisnis dan instansi.
  • Digital Service: Pengembangan berbagai solusi berbasis digital untuk kebutuhan pasar modern.
  • System Integrator: Menyatukan berbagai sistem teknologi menjadi satu kesatuan yang fungsional bagi pengguna.

Informasi di atas menunjukkan bahwa meskipun menghadapi rencana penutupan, PT INTI masih memiliki operasional yang aktif. Unit-unit bisnis tersebut menjadi bagian dari aset yang saat ini sedang dalam proses verifikasi oleh pihak Danantara.

Kontribusi dan Transformasi Perusahaan

Memasuki periode 1984 hingga 1998, PT INTI mencatatkan diri sebagai pelopor digitalisasi jaringan telekomunikasi nasional. Perusahaan sukses menyelesaikan proyek besar otomatisasi telepon di seluruh penjuru Indonesia bersama Telkom.

Peran PT INTI dalam membangun konektivitas di tanah air terus berlanjut hingga awal tahun 2000-an. Tercatat hingga tahun 2002, perusahaan ini telah membangun sekitar 2.000 Base Transceiver Station (BTS) seluler di berbagai wilayah.

Setelah periode tersebut, PT INTI melakukan penyesuaian strategi bisnis dengan tidak lagi menangani aktivitas manufaktur secara langsung. Perusahaan mulai melakukan strategi penyapihan atau spin-off pada kurun waktu 2002 hingga 2019.

Melalui kebijakan tersebut, didirikan sejumlah anak perusahaan dan perusahaan patungan yang bergerak di berbagai sektor terkait. Langkah ini awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.

Berikut adalah ringkasan perjalanan sejarah dan evolusi PT INTI dari masa ke masa:

Tahun / Periode Peristiwa dan Pencapaian Penting
1966 - 1968 Awal kerja sama PN Telekomunikasi dengan Siemens AG dan pembentukan PTT.
1974 Peresmian PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) sebagai BUMN mandiri.
1984 - 1998 Menjadi pionir digitalisasi jaringan dan proyek otomatisasi telepon nasional.
2002 Pembangunan 2.000 BTS seluler di seluruh wilayah Indonesia.
2002 - 2019 Transformasi model bisnis melalui spin-off dan pembentukan anak perusahaan.
2026 Fokus pada manufaktur, layanan digital, dan rencana asesmen oleh Danantara.

Data dalam tabel tersebut merangkum perjalanan lebih dari setengah abad PT INTI di kancah nasional. Kini, nasib perusahaan bersejarah ini berada di tangan BPI Danantara yang tengah merancang masa depan baru bagi industri BUMN.

Proses transformasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengonsolidasi aset-aset negara. Diharapkan langkah streamlining ini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Artikel terkait

Rekomendasi