Gilarsi Wahju Setijono telah secara resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR). Keputusan strategis ini dijadwalkan akan mulai berlaku efektif segera setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Rapat tersebut rencananya akan digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, guna menuntaskan prosedur tata kelola perusahaan yang berlaku. Meski mundur dari VKTR, Gilarsi sebenarnya telah memegang tanggung jawab besar lainnya di sektor badan usaha milik negara.
Sejak 17 Februari 2026, ia telah ditunjuk sebagai Presiden Direktur di PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau yang dikenal dengan Perminas. Perminas sendiri merupakan BUMN anyar bentukan Danantara pada akhir November 2025 yang difokuskan untuk mengelola sektor pertambangan nasional.
Rekam Jejak Profesional Gilarsi Wahju Setijono
Gilarsi bukanlah sosok baru di dunia industri karena ia merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dirinya tercatat memiliki pengalaman profesional selama lebih dari 35 tahun, baik di lingkungan perusahaan swasta maupun perusahaan pelat merah.
Keahliannya mencakup berbagai sektor mulai dari otomotif, logistik, investasi, hingga manufaktur dan elektronik. Selain di Perminas, saat ini ia juga masih mengemban amanah sebagai Komisaris Independen di PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) sejak tahun 2021.
Sebelum menakhodai VKTR, Gilarsi sempat memimpin PT Pos Indonesia (Persero) sebagai Direktur Utama dalam periode 2015 hingga 2020. Namun, hubungan profesionalnya dengan Grup Bakrie sebenarnya sudah terjalin sangat lama sejak era 1990-an.
Beberapa posisi penting yang pernah ditempati Gilarsi sepanjang kariernya antara lain adalah:
- Menjabat sebagai Manajer Senior di PT Bakrie & Brothers Tbk selama periode 1991 hingga 1994.
- Menjadi Manajer Pabrik di PT Keramik Diamond Industries pada rentang tahun 1995 sampai 1997.
- Bergabung dengan Philips Lighting sebagai GM & Operations Manager pada tahun 1997.
- Dipercaya sebagai Business Restructuring Director untuk Philips Lighting wilayah ASEAN & Pacific pada tahun 2002.
- Menduduki posisi Director ASEAN & Pacific di Philips Lighting dari tahun 2004 hingga 2006.
- Menjabat sebagai Managing Director di Merrill Lynch, bagian dari divisi investasi Bank of America pada 2006-2008.
- Menjadi CEO di Shafira Corporation pada periode 2008-2012 dan berlanjut sebagai Komisaris hingga 2015.
- Memimpin PT Adyawinsa Stamping Industries, produsen komponen otomotif, sebagai CEO pada 2012-2015.
Daftar di atas memperlihatkan luasnya jangkauan pengalaman Gilarsi di berbagai lini bisnis berskala internasional dan domestik. Pengalamannya di industri otomotif dan manajemen aset menjadi modal kuat dalam memimpin transisi energi di VKTR selama ini.
Proses Pengunduran Diri dan Respons Perusahaan
Surat pengunduran diri Gilarsi telah disampaikan sejak tanggal 13 Mei 2026 kepada manajemen perusahaan. VKTR memastikan bahwa seluruh proses transisi ini akan berjalan sesuai dengan regulasi pasar modal dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai keputusan pribadi yang diambil oleh Gilarsi. Ia juga memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi nyata Gilarsi dalam membesarkan perusahaan selama masa jabatannya.
“Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusinya yang berharga bagi perkembangan Perusahaan,” ungkap Anindya N. Bakrie.
Pihak manajemen menekankan bahwa pergantian kepemimpinan ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang normal dan profesional. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas operasional serta arah strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ringkasan jadwal dan detail pengunduran diri direksi VKTR:
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Pejabat | Gilarsi Wahju Setijono |
| Tanggal Pengunduran Diri | 13 Mei 2026 |
| Tanggal Efektif (Estimasi) | 19 Mei 2026 |
| Mekanisme Persetujuan | Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) |
| Jabatan Baru | Presiden Direktur Perminas |
Tabel tersebut merangkum poin-poin utama terkait transisi kepemimpinan yang sedang berlangsung di tubuh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Hal ini bertujuan agar para pemangku kepentingan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kepastian operasional perusahaan.
Dengan rekam jejak yang solid, transisi ini diharapkan tidak akan mengganggu proyek-proyek strategis yang tengah dijalankan oleh VKTR. Perusahaan terus berupaya memperkuat posisinya dalam industri mobilitas ramah lingkungan di Indonesia meski terjadi perubahan di level pimpinan puncak.
Saat ini, pasar juga tengah mencermati langkah-langkah ekspansi Grup Bakrie melalui VKTR, termasuk rencana aksi korporasi seperti rights issue. Keberlanjutan strategi perusahaan tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan investor dan mitra bisnis di masa depan.