Prinsip GCG Terbukti Ampuh Jaga Performa BUMN Tetap Tangguh di 2026

Prinsip GCG Terbukti Ampuh Jaga Performa BUMN Tetap Tangguh di 2026
Foto: Prinsip GCG Terbukti Ampuh Jaga Performa BUMN Tetap Tangguh di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Keberhasilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mencatatkan performa gemilang menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. Sebagai institusi yang mengelola sektor strategis nasional, pencapaian ini membuktikan peran penting perusahaan pelat merah dalam mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Hadirnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) turut memberikan dampak signifikan melalui optimalisasi aset melalui investasi. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

Lonjakan Laba BUMN di Bawah Pengawasan Danantara

Sepanjang tahun 2025, performa BUMN yang berada di bawah pengawasan Danantara menunjukkan tren positif yang sangat luar biasa. Tercatat, total perolehan laba menembus angka Rp332 triliun, sebuah lonjakan drastis dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp89 triliun.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa keberhasilan ini didominasi oleh kinerja sektor perbankan dan energi. Salah satu contoh nyata adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang berhasil membukukan laba bersih hingga Rp57,13 triliun.

Pertumbuhan laba yang masif ini dipandang sebagai hasil nyata dari pembenahan sistem tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG). Meskipun menunjukkan kemajuan, upaya penyempurnaan di berbagai lini internal BUMN tetap menjadi agenda prioritas pemerintah.

Prinsip Utama dalam Tata Kelola BUMN

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menekankan pentingnya penerapan prinsip tata kelola yang ketat. Menurutnya, aspek transparansi, akuntabilitas, integritas, dan keadilan adalah pondasi utama yang tidak bisa ditawar.

Berikut adalah prinsip-prinsip GCG yang harus dijalankan oleh seluruh korporasi negara:

  • Transparansi: Keterbukaan informasi dalam proses pengambilan keputusan dan pengungkapan informasi relevan.
  • Akuntabilitas: Kejelasan fungsi, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban organ perusahaan agar pengelolaan berjalan efektif.
  • Integritas: Komitmen moral dan etika tinggi dalam setiap aktivitas bisnis perusahaan.
  • Keadilan: Kesamaan perlakuan terhadap seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya.

Penegakan disiplin GCG ini harus dilakukan secara merata, baik bagi BUMN yang sudah melantai di bursa saham (Tbk) maupun yang belum. Danantara memiliki peran krusial untuk memastikan standar operasional ini tetap terjaga demi keberlanjutan performa korporasi negara.

Proses Berkelanjutan Menuju Transformasi Total

Senada dengan hal tersebut, Piter Abdullah selaku Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies menilai perbaikan tata kelola adalah perjalanan panjang. Ia menekankan bahwa proses transformasi ini membutuhkan konsistensi dan tidak boleh terhenti di tengah jalan.

Piter meyakini bahwa meski hasilnya mungkin tidak terlihat secara instan, upaya besar ini akan membuahkan dampak jangka panjang bagi struktur ekonomi. Perbaikan sistem secara menyeluruh memang membutuhkan waktu agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ringkasan perbandingan capaian laba BUMN dalam dua tahun terakhir:

Indikator Kinerja Tahun 2024 Tahun 2025
Total Laba BUMN Rp89 Triliun Rp332 Triliun
Sektor Unggulan Perbankan & Energi Perbankan & Energi
Laba Bersih BRI (BBRI) - Rp57,13 Triliun

Data di atas memperlihatkan efektivitas pengawasan Danantara dalam mengawal produktivitas perusahaan negara selama setahun terakhir. Kenaikan laba yang mencapai hampir empat kali lipat ini menjadi indikator kuat keberhasilan reformasi birokrasi di tubuh BUMN.

Melalui pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, BPI Danantara diharapkan terus menjaga momentum pertumbuhan ini. Konsistensi dalam menerapkan GCG akan menjadi kunci utama bagi BUMN untuk tetap kompetitif dan memberikan kontribusi nyata bagi APBN.

Artikel terkait

Rekomendasi