Prabowo Panen Udang di Kebumen, Harga Terbaru 2026 Tembus Angka Fantastis

Prabowo Panen Udang di Kebumen, Harga Terbaru 2026 Tembus Angka Fantastis
Foto: Prabowo Panen Udang di Kebumen, Harga Terbaru 2026 Tembus Angka Fantastis. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus ikut serta dalam proses panen udang di wilayah Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Melalui tayangan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kepala Negara terlihat antusias memantau aktivitas di kawasan tambak tersebut.

Dalam kunjungannya kali ini, Prabowo tidak sendiri karena didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Presiden bahkan menyempatkan diri menarik jala bersama para pembudidaya lokal untuk menjaring udang yang sudah siap panen.

Potensi Ekonomi dan Produktivitas Tinggi

Prabowo memberikan apresiasi tinggi terhadap produktivitas tambak udang di Kebumen yang dinilai sangat menjanjikan. Menurutnya, hasil panen dari kawasan tersebut menunjukkan angka yang luar biasa dan memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.

Berdasarkan laporan yang diterima di lokasi, satu hektare lahan tambak mampu memproduksi hingga 40 ton udang. Angka produksi ini dianggap sebagai capaian yang sangat membanggakan untuk sektor perikanan budidaya.

Berikut adalah rincian estimasi hasil dan nilai ekonomi dari tambak udang di Kebumen:

  • Produktivitas lahan mencapai 40 ton per hektare.
  • Harga jual udang di tingkat produsen berkisar Rp70.000 per kilogram.
  • Estimasi pendapatan kotor bisa menyentuh angka Rp2,8 miliar untuk setiap hektarenya.
  • Penyerapan tenaga kerja lokal mencapai sekitar 650 orang warga setempat.

Data di atas menunjukkan bahwa sektor budidaya udang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga menjadi solusi lapangan kerja bagi masyarakat. Presiden menegaskan bahwa efektivitas tambak ini menjadikannya salah satu proyek yang sangat produktif.

Rencana Ekspansi Tambak Nasional

Melihat kesuksesan di Kebumen, pemerintah berencana memperluas jaringan tambak budidaya di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi pesisir tanah air yang sangat luas.

Pemerintah telah memetakan beberapa titik pembangunan tambak strategis di Indonesia:

Lokasi Pembangunan Luas Lahan Fokus Budidaya
Waingapu, Sumba (NTT) 2.000 Hektare Ikan dan Udang
Gorontalo 200 Hektare Ikan dan Udang
Pantai Utara Pulau Jawa 14.000 Hektare Ikan dan Udang

Tabel tersebut merangkum ambisi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi maritim melalui penyediaan lahan tambak yang masif. Fokus komoditas akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah, baik untuk ikan maupun udang.

Presiden menjelaskan bahwa seluruh hasil dari pengembangan tambak ini nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor global. Dengan orientasi ekspor, pemerintah berharap sektor ini mampu menyumbang devisa yang signifikan bagi keuangan negara.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri perikanan dunia. Peningkatan devisa melalui jalur ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi