Potensi Daya Serap Panda Bond dan Kangaroo Bond: Peluang Investasi Banyak Dicari 2026

Potensi Daya Serap Panda Bond dan Kangaroo Bond: Peluang Investasi Banyak Dicari 2026
Foto: Potensi Daya Serap Panda Bond dan Kangaroo Bond: Peluang Investasi Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Parafrase Artikel Berita

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bond dan Kangaroo Bond sebagai bagian dari diversifikasi pembiayaan. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menarik investor baru.

Rencana ini dipandang strategis dalam memperluas basis investor dan mengurangi fokus pada dolar AS:

  • Panda Bond dianggap menarik karena membuka akses Indonesia ke pasar obligasi China yang likuid.
  • Instrumen ini menawarkan biaya pendanaan yang lebih kompetitif dibandingkan dengan obligasi berbasis dolar AS.

Menurut Muhammad Wafi, Kepala Riset KISI Sekuritas, Panda Bond memiliki daya serap yang baik berkat basis yang luas di China. Ketertarikan penerbit sovereign yang berkualitas juga meningkat terhadap obligasi ini.

Di sisi lain, Kangaroo Bond menyasar investor Australia yang dikenal stabil dengan orientasi investasi jangka menengah hingga panjang. Karakter defensif investor Australia akan membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas pembiayaan global.

Wafi mengemukakan bahwa meskipun daya serap Kangaroo Bond tidak sebesar obligasi global berbasis dolar AS, pasar obligasi Australia tetap menarik. Hal ini didukung oleh investor institusional yang defensif.

Keberhasilan penerbitan obligasi tersebut akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti spread yield, timing penerbitan, dan prospek rupiah. Persepsi investor terhadap kondisi fiskal Indonesia juga akan menjadi pertimbangan penting.

Penerbitan obligasi ini efektif sebagai pelengkap pembiayaan pemerintah, meskipun belum bisa menggantikan dominasi obligasi dolar AS dalam waktu dekat. Langkah ini memberikan keuntungan lebih dalam diversifikasi risiko dan membuka akses bagi investor baru.

Namun, pemerintah perlu memperhatikan beberapa tantangan, seperti risiko ketidaksesuaian mata uang, biaya lindung nilai, dan kedalaman pasar non-dolar yang masih terbatas dibandingkan pasar obligasi dolar AS.

Selain itu, pemerintah juga memiliki opsi lainnya, seperti Samurai Bond berdenominasi yen Jepang, Euro Bond berbasis euro, serta green bond dan sustainability bond multi currency. Local currency settlement bond terkait kerja sama antarnegara juga menjadi alternatif instrumen untuk dedolarisasi pembiayaan.

Artikel terkait

Rekomendasi