Polisi Segera Periksa Sederet Selebgram Promotor Travel Umrah Hanania Group, Ini Fakta Terbarunya

Polisi Segera Periksa Sederet Selebgram Promotor Travel Umrah Hanania Group, Ini Fakta Terbarunya
Foto: Polisi Segera Periksa Sederet Selebgram Promotor Travel Umrah Hanania Group, Ini Fakta Terbarunya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus dugaan penyalahgunaan dana jemaah oleh agen perjalanan umrah Hanania Group. Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian berencana memanggil sejumlah figur publik atau selebgram yang pernah mempromosikan layanan agen tersebut.

Kombes Pol. Iman Imanuddin selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa terdapat indikasi dana jemaah tidak digunakan semestinya. Uang yang seharusnya untuk operasional umrah diduga dialihkan untuk keperluan lain di luar kepentingan para jemaah.

Kepolisian mencurigai bahwa sebagian dari aliran dana tersebut mengalir ke kantong para selebgram sebagai biaya pemasaran. Strategi promosi menggunakan jasa influencer ini diduga kuat menjadi cara Hanania Group menarik minat masyarakat luas.

Berdasarkan penelusuran pada akun media sosial resmi Hanania Group, terdapat beberapa nama besar yang pernah bekerja sama untuk mempromosikan travel ini. Nama-nama populer seperti Awkarin, Keanu Agl, hingga Dara Arafah diketahui sempat terlibat dalam konten promosi mereka.

Penyidik menegaskan bahwa pemanggilan para influencer ini bertujuan untuk memperdalam penyelidikan terkait aliran dana perusahaan. Polisi ingin memastikan sejauh mana keterlibatan serta peran mereka dalam ekosistem pemasaran yang dilakukan oleh Hanania Group.

Kombes Pol. Iman Imanuddin menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap para selebgram tersebut adalah bagian dari prosedur pengambilan keterangan. Hal ini dilakukan karena mereka merupakan bagian dari strategi marketing yang dijalankan oleh pihak manajemen travel.

Rincian kronologi dan fakta hukum kasus Hanania Group:

  • Laporan resmi terkait kasus ini pertama kali diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya pada tanggal 28 Mei 2026.
  • Setelah proses penyidikan mendalam, polisi menetapkan Ahmad Syah Farhan (ASF) yang merupakan pemilik Hanania Group sebagai tersangka.
  • Tersangka ASF diduga menyalahgunakan dana jemaah untuk menutupi defisit keuangan perusahaan serta keperluan pribadi lainnya.
  • Akibat tindakan tersebut, banyak jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai dengan jadwal yang telah dijanjikan sebelumnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sekitar 38 orang korban yang terdampak langsung oleh kegagalan keberangkatan ini. Berdasarkan verifikasi awal, kerugian dari para saksi korban tersebut diperkirakan mencapai angka Rp4,2 miliar.

Namun, angka tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan banyaknya jumlah korban yang melapor. Total akumulasi kerugian sementara yang dilaporkan oleh seluruh korban diperkirakan menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp12,145 miliar.

Sebagai langkah proaktif, Polda Metro Jaya telah menyediakan saluran komunikasi khusus bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Posko pengaduan ini diharapkan dapat memudahkan jemaah untuk memberikan informasi atau melaporkan bukti baru terkait kasus ini.

Informasi kontak layanan pengaduan bagi korban:

Kanal Pengaduan Nomor Kontak / Detail Jam Operasional
WhatsApp Hotline 0813-1400-141 09.00 – 17.00 WIB
Lokasi Posko Polda Metro Jaya Hari Kerja

Melalui layanan posko pengaduan tersebut, warga dapat mengirimkan pesan secara langsung melalui aplikasi WhatsApp pada jam kerja. Polisi mengimbau agar masyarakat yang memiliki informasi relevan mengenai praktik Hanania Group segera menghubungi nomor yang tersedia.

Kasus ini menambah daftar panjang sengketa bisnis di sektor perjalanan ibadah yang melibatkan dana masyarakat dalam jumlah besar. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini guna memberikan kepastian hukum bagi ribuan jemaah yang telah menyetorkan uang mereka.

Penetapan status tersangka kepada ASF juga diikuti dengan penahanan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. Tim penyidik masih terus menelusuri ke mana saja aliran dana tersebut mengalir, termasuk aset-aset yang mungkin telah dibeli menggunakan uang jemaah.

Masyarakat diingatkan untuk lebih waspada dan teliti dalam memilih agen perjalanan umrah meskipun dipromosikan oleh figur terkenal. Keterlibatan selebgram dalam sebuah promosi tidak selalu menjamin keamanan atau kredibilitas pengelolaan keuangan internal perusahaan tersebut.

Pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru jika ditemukan bukti kuat keterlibatan pihak lain. Fokus utama saat ini adalah memulihkan hak-hak korban serta memetakan seluruh aset perusahaan untuk proses hukum ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi