PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama unit usahanya, Pertamina EP Zona 7 dan Zona 11, sedang memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Indonesia.
Sinergi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian terkait, otoritas pertanahan, hingga pemerintah daerah di wilayah Jawa dan Indonesia Timur. Kolaborasi lintas sektor dianggap krusial agar operasional di lapangan dapat berjalan sinkron dengan program strategis pemerintah lainnya.
Integrasi Menuju Swasembada Energi
Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas Kementerian ESDM, Nanang Abdul Manaf, menegaskan pentingnya langkah yang terintegrasi. Menurutnya, swasembada energi hanya bisa dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja sama secara sistematis.
Nanang juga menyoroti pentingnya harmonisasi tata ruang sebagai aspek yang sangat vital. Hal ini bertujuan agar proyek energi tidak berbenturan dengan kepentingan masyarakat luas, terutama pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung pangan.
Poin utama koordinasi strategis Pertamina dan pemerintah :
- Penyelarasan kebijakan tata ruang antara industri migas dengan sektor pertanian.
- Penyelesaian kendala teknis dan hukum dalam operasional hulu migas di lapangan.
- Peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri energi.
- Dukungan penuh terhadap visi Asta Cita demi kesejahteraan nasional yang berkelanjutan.
Melalui poin-poin tersebut, diharapkan terjadi keselarasan pembangunan yang tidak mengesampingkan salah satu sektor strategis demi kemajuan bersama.
Mendorong Kesamaan Persepsi Lintas Sektor
Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Ia berharap forum diskusi ini mampu menyatukan persepsi untuk mendukung kegiatan hulu migas nasional.
Rachmat menilai kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan operasional migas di daerah. Dengan adanya kesamaan pandangan, kepentingan masyarakat lokal dan kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi secara berdampingan.
Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, menambahkan bahwa pembangunan energi harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi energi tidak boleh mengabaikan ekosistem di sekitarnya.
Ringkasan komitmen keberlanjutan Pertamina :
| Aspek Fokus | Tujuan Strategis |
|---|---|
| Produksi Migas | Meningkatkan lifting migas untuk ketahanan energi nasional. |
| Tata Ruang | Sinkronisasi penggunaan lahan agar tidak mengganggu area pertanian. |
| Lingkungan | Memastikan operasional hulu migas tetap ramah lingkungan. |
| Sosial | Memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. |
Tabel di atas menunjukkan komitmen Pertamina dalam menyeimbangkan berbagai aspek krusial selama menjalankan operasional hulu migas di berbagai wilayah Indonesia.
Pada akhir pertemuan, para peserta merumuskan kebijakan terkait pengendalian lahan dan penertiban ruang secara lebih rinci. Komitmen ini mencakup penyelesaian isu operasional mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan teknis berdasarkan regulasi yang berlaku.
PT Pertamina Hulu Energi sendiri merupakan Subholding Upstream yang bertanggung jawab mengelola operasional hulu migas di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Fokus perusahaan kini tidak hanya pada ekstraksi sumber daya, tetapi juga pada transisi energi yang lebih bersih.