Pejabat Fed Lorie Logan: Dunia Harus Kurangi Minyak dan Gas pada 2026?

Pejabat Fed Lorie Logan: Dunia Harus Kurangi Minyak dan Gas pada 2026?
Foto: Pejabat Fed Lorie Logan: Dunia Harus Kurangi Minyak dan Gas pada 2026?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, memberikan peringatan serius mengenai masa depan konsumsi energi global di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Logan menyatakan bahwa masyarakat dunia kemungkinan besar harus mulai membiasakan diri dengan penggunaan minyak dan gas yang lebih rendah jika Selat Hormuz terus ditutup dalam waktu lama.

Konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan ini menyebabkan Iran membatasi pengiriman melalui jalur laut paling strategis di dunia tersebut. Dampaknya, harga komoditas utama seperti energi, pangan, hingga pupuk mengalami lonjakan signifikan di pasar internasional.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang melayani distribusi sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum pecahnya perang.

Dampak Pembatasan Pasokan Energi Global

Dalam pernyataannya untuk konferensi Bank of Japan, Logan menekankan bahwa pasokan energi saat ini berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Ia memperingatkan bahwa konsumsi dunia harus turun drastis jika pengiriman tidak segera kembali ke level normal.

Menurut Logan, dampak ekonomi ke depan akan sangat bergantung pada seberapa cepat pengguna energi bisa beralih ke sumber alternatif. Selain itu, tingkat efisiensi dalam penggunaan energi juga menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total.

Data menunjukkan bahwa pasokan minyak global telah merosot hingga 13 juta barel per hari sejak konflik dengan Iran dimulai. Kekurangan ini untuk sementara waktu ditutupi dengan mengandalkan cadangan energi yang jumlahnya kian menipis.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kondisi pasokan energi saat ini berdasarkan survei dan data pasar :

  • Target Produksi Minyak AS: Para eksekutif memperkirakan kenaikan produksi hanya sebesar 250 ribu barel per hari pada tahun ini.
  • Proyeksi Tahun Depan: Produksi minyak Amerika Serikat diperkirakan akan meningkat sekitar 500 ribu barel per hari pada periode mendatang.
  • Defisit Pasokan Global: Terjadi penurunan pasokan hingga 13 juta barel per hari sejak awal ketegangan di Iran.
  • Ketergantungan Cadangan: Kekurangan pasokan dunia saat ini masih ditopang oleh pengurasan cadangan energi yang bersifat terbatas.

Kondisi di atas menunjukkan tantangan besar bagi stabilitas energi dunia jika penutupan jalur distribusi utama di Timur Tengah terus berlanjut tanpa kepastian.

Stabilitas Pasar dan Kebijakan Moneter

Logan tetap optimis bahwa pasar energi pada akhirnya akan menemukan titik keseimbangan baru dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, ia mengingatkan fakta sederhana bahwa dunia tidak bisa mengonsumsi sumber daya yang memang tidak tersedia di pasar.

Terkait kebijakan moneter, Logan merupakan salah satu pejabat The Fed yang sempat menentang keputusan suku bunga bulan lalu. Ia menilai bank sentral seharusnya memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga untuk merespons inflasi energi yang tinggi.

Meskipun tidak memberikan proyeksi ekonomi jangka pendek secara detail, Logan memberikan perhatian khusus pada ketahanan pasar obligasi atau Treasury Amerika Serikat. Ia mendorong adanya penguatan alat likuiditas dan sistem kliring perdagangan surat utang yang lebih sentral.

Ia juga menyoroti risiko dari investor dengan leverage tinggi di pasar obligasi yang rentan terhadap guncangan harga secara tiba-tiba. Menurutnya, ketahanan pasar Treasury sangat krusial karena menopang seluruh sistem pembiayaan pemerintah dan investasi global.

Artikel terkait

Rekomendasi