OJK Berencana Hapus KBMI 1, Bank Ganesha Bersiap Naik Kelas di 2026

OJK Berencana Hapus KBMI 1, Bank Ganesha Bersiap Naik Kelas di 2026
Foto: OJK Berencana Hapus KBMI 1, Bank Ganesha Bersiap Naik Kelas di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) memberikan tanggapan terkait imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta perbankan dalam kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I untuk segera meningkatkan skala usahanya.

Sebagai informasi, kategori KBMI I diperuntukkan bagi bank dengan modal inti antara Rp3 triliun hingga Rp6 triliun, di mana Bank Ganesha merupakan salah satu anggotanya.

Sikap Bank Ganesha Terhadap Ketentuan OJK

Komisaris Bank Ganesha, Lisawati, menyatakan bahwa pihak perseroan berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan oleh otoritas perbankan.

Meski tidak memberikan detail secara mendalam, ia menegaskan bahwa rencana strategis untuk naik kelas akan diserahkan sepenuhnya kepada jajaran direksi atau CEO bank.

Lisawati menjelaskan bahwa saat ini belum ada target waktu yang spesifik mengenai kapan Bank Ganesha akan secara resmi berpindah ke kategori KBMI II.

Ia menekankan bahwa segala langkah yang diambil perusahaan akan selalu selaras dengan aturan OJK demi menjaga stabilitas bisnis bank ke depannya.

Kondisi Keuangan dan Perubahan Manajemen

Berdasarkan data laporan keuangan pada kuartal I-2026, modal inti yang dimiliki Bank Ganesha saat ini tercatat berada di angka Rp3,64 triliun.

Selain fokus pada penguatan modal, bank ini juga melakukan penyegaran dalam struktur organisasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar akhir Mei 2026 lalu.

Berikut adalah beberapa poin penting hasil keputusan RUPST Bank Ganesha yang perlu diketahui:
  • Mengangkat Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur baru perusahaan.
  • Menunjuk Faisal Dharma Setiawan untuk mengisi posisi sebagai Komisaris Independen.
  • Memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini guna memperkuat struktur permodalan.
  • Mengalokasikan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp227,09 miliar untuk dana cadangan dan laba ditahan.

Keputusan untuk menahan laba ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkokoh fundamental keuangan perseroan di tengah dinamika pasar.

Urgensi Penguatan Bank Mini Menurut OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa penguatan bank kategori KBMI I merupakan bagian dari agenda strategis nasional.

Langkah ini sangat krusial mengingat tantangan perbankan saat ini yang meliputi akselerasi digitalisasi, ancaman serangan siber, serta kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

OJK telah menginstruksikan bank-bank kecil untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja bisnis, tata kelola, dan prospek jangka panjang mereka.

Dian juga memberikan sinyal bahwa aksi merger atau penggabungan usaha dapat menjadi solusi bagi bank-bank mini yang pertumbuhannya cenderung stagnan.

Ringkasan posisi keuangan dan kebijakan Bank Ganesha saat ini:
Indikator Utama Detail Informasi
Posisi Modal Inti (Q1-2026) Rp3,64 Triliun
Laba Bersih Tahun Buku 2025 Rp227,09 Miliar
Alokasi Laba 2025 Dana Cadangan & Laba Ditahan
Status Pembagian Dividen Tidak Dibagikan (Absen)

Data di atas menunjukkan fokus Bank Ganesha dalam memupuk permodalan internal agar dapat memenuhi kriteria penguatan industri perbankan yang diharapkan oleh regulator.

Dengan modal inti yang telah melampaui batas minimum Rp3 triliun, Bank Ganesha kini memiliki ruang untuk terus tumbuh secara organik maupun melalui skema konsolidasi.

Artikel terkait

Rekomendasi