Piala Dunia FIFA selalu menjadi ajang yang penuh dengan drama, sportivitas, dan keajaiban sepak bola. Namun, di balik kemewahan itu, turnamen ini juga menyimpan sejumlah keputusan kontroversial. Mulai dari gol yang tak sah hingga aksi kekerasan, inilah lima momen yang terus dibicarakan dalam sejarah Piala Dunia.
1. Gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona (1986)
Di perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko, Diego Maradona membuat gol pembuka untuk Argentina dengan tangannya dalam pertandingan melawan Inggris. Wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, tetap mensahkan gol tersebut meskipun ada protes keras dari pemain Inggris. Maradona kemudian mengklaim gol itu dicetak “sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan.” Argentina akhirnya menang 2-1 dan keluar sebagai juara dunia.
2. Tandukan Zinedine Zidane (2006)
Zinedine Zidane mengakhiri karirnya di final Piala Dunia 2006 dengan cara dramatis. Di pertandingan melawan Italia, Zidane menanduk dada Marco Materazzi di waktu perpanjangan, berujung pada kartu merah untuk sang kapten Prancis. Kekalahan dalam babak penalti menjadi akhir yang pahit bagi Prancis. Provokasi verbal yang dilakukan Materazzi disebut-sebut sebagai pemicu insiden tersebut.
3. Gol Hantu Frank Lampard (2010)
Pada babak 16 besar Piala Dunia 2010, Inggris berhadapan dengan Jerman. Frank Lampard melakukan tendangan keras yang jelas melewati garis gawang, namun wasit Jorge Larrionda tidak mengesahkan gol tersebut. Akhirnya, Jerman menang 4-1. Kejadian ini menjadi pendorong FIFA untuk lebih serius mempertimbangkan penggunaan Teknologi Garis Gawang untuk menghindari kesalahan serupa.
4. "The Battle of Nuremberg" (2006)
Pertandingan 16 besar antara Portugal dan Belanda dipenuhi kartu. Wasit Valentin Ivanov mengeluarkan total 16 kartu kuning dan 4 kartu merah, menjadikannya pertandingan dengan kartu terbanyak. Laga yang lebih seperti pertempuran ini berakhir dengan kemenangan Portugal 1-0, namun perilaku tidak sportif dari kedua tim lebih menjadi sorotan.
5. Drama VAR dan Penalti Korea Selatan vs Italia (2002)
Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang diwarnai oleh kontroversi ketika Korea Selatan menghadapi Italia. Wasit Byron Moreno memberikan kartu merah kepada Francesco Totti yang dianggap diving, dan menganulir gol emas Damiano Tommasi karena offside yang diperdebatkan. Sementara, kehadiran Video Assistant Referee (VAR) sejak 2018 bertujuan meminimalisir kesalahan serupa, penggunaannya justru kerap memunculkan kontroversi baru seperti penalti "tipis" atau keputusan offside milimeter.
| Tahun | Pertandingan | Jenis Kontroversi |
|---|---|---|
| 1986 | Argentina vs Inggris | Handball (Tangan Tuhan) |
| 2002 | Korsel vs Italia | Keputusan Wasit Bias |
| 2006 | Prancis vs Italia | Kekerasan (Tandukan Zidane) |
| 2010 | Jerman vs Inggris | Gol Hantu (Garis Gawang) |
Kontroversi ini membuktikan bahwa sepak bola lebih dari sekadar pertandingan di lapangan. Dengan bantuan teknologi, kejadian seperti ini dapat diminimalkan namun perdebatan tentang momen-momen ikonik ini tetap abadi.
```