Master Print (PTMR) Resmi Transformasi Jadi Holding, Siap Akuisisi Besar di 2026

Master Print (PTMR) Resmi Transformasi Jadi Holding, Siap Akuisisi Besar di 2026
Foto: Master Print (PTMR) Resmi Transformasi Jadi Holding, Siap Akuisisi Besar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Master Print Tbk. (PTMR) kini tengah bersiap untuk melakukan transformasi besar dalam struktur organisasinya dengan mengubah status menjadi perusahaan holding. Langkah strategis ini mencakup serangkaian rencana aksi korporasi mulai dari akuisisi saham hingga pengalihan lini bisnis untuk memperkuat fundamental perusahaan.

Direktur Keuangan PTMR, Edward Kusuma, menjelaskan dalam Paparan Publik yang digelar pada Jumat (22/5/2026) bahwa setidaknya ada empat agenda utama yang telah dirancang perseroan. Hal tersebut selaras dengan dokumen prospektus yang telah disampaikan kepada publik terkait arah masa depan emiten kemasan ini.

Empat Agenda Utama Transformasi PTMR

Daftar rencana aksi korporasi strategis yang akan dijalankan oleh PT Master Print Tbk:

  • Perubahan kegiatan usaha utama perseroan menjadi perusahaan holding atau induk.
  • Melakukan transaksi pengambilalihan atau akuisisi saham terhadap PT Samudera Layar Nusantara (SLN).
  • Pelaksanaan transaksi pengalihan seluruh bisnis bersih milik perseroan.
  • Transaksi penjualan saham PT Global Putra Kusuma (GPK) kepada PT Mitra Pack Tbk. (PTMP).

Edward Kusuma menegaskan bahwa transisi dari perusahaan operasional menjadi holding investasi ini merupakan langkah krusial. Perubahan ini diharapkan dapat membuka peluang yang jauh lebih luas dalam pengembangan sayap bisnis di masa mendatang.

Langkah ini juga dipandang sebagai fondasi utama bagi PTMR untuk mencapai pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Struktur perusahaan holding akan membuat manajemen lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan pengawasan entitas anak.

Seluruh rencana aksi korporasi ini dijadwalkan akan meminta restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan penting tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Juni 2026 mendatang.

Perubahan Pengendali dan Fokus Bisnis Baru

Selain bertransformasi menjadi induk perusahaan, PTMR juga akan menyambut pengendali baru yaitu Deep Source Ptd. Ltd. (DS). Masuknya DS ke dalam struktur kepemilikan merupakan bagian integral dari strategi restrukturisasi yang tengah berjalan.

DS akan mengambil alih posisi PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) sebagai pemegang saham pengendali (PSP) di dalam tubuh PTMR. Transaksi ini memiliki nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai angka Rp141,45 miliar.

Ringkasan detail transaksi pengambilalihan saham PTMR oleh pengendali baru:

Komponen Transaksi Detail Informasi
Calon Pengendali Baru Deep Source Ptd. Ltd. (DS)
Jumlah Saham yang Diakuisisi 1,45 Miliar Saham
Persentase Kepemilikan 76,42%
Total Nilai Transaksi Rp141,45 Miliar

Data di atas menunjukkan pergeseran kepemilikan mayoritas yang akan mengubah arah kebijakan perusahaan di bawah nakhoda baru. Setelah proses akuisisi selesai, PTMR akan secara resmi menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) miliknya.

Aktivitas usaha perseroan nantinya akan difokuskan pada aktivitas perusahaan induk (KBLI 64210) serta aktivitas kantor pusat (KBLI 70100). Selain itu, perseroan juga akan merambah ke bidang konsultasi manajemen dan bisnis lainnya sesuai dengan kode KBLI 70209.

Edward kembali menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan secara bersamaan dengan beberapa transaksi strategis lainnya yang saling berkaitan. Salah satu poin utamanya adalah pengalihan bisnis bersih serta pelepasan saham di PT Global Putra Kusuma kepada PTMP.

Rangkaian transaksi ini akan dilakukan secara bertahap dan terus berkesinambungan setelah proses akuisisi oleh DS dinyatakan rampung. Pada fase awal, PTMR akan fokus mengambil alih 49% saham PT Samudera Layar Nusantara (SLN) yang saat ini dimiliki oleh Darmawan Wangsa.

Akuisisi terhadap SLN ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya tercatat melampaui 50% dari total ekuitas perseroan saat ini. Oleh sebab itu, perusahaan wajib mengantongi persetujuan dari RUPS Independen sebelum bisa mengeksekusi rencana tersebut.

Detail Pengalihan Aset dan Bisnis

Setelah tahap awal selesai, PTMR kemudian akan melanjutkan agenda berikutnya dengan menjual seluruh bisnis bersihnya kepada PT Mitra Pack Tbk. Nilai transaksi pengalihan bisnis ini disepakati berada di angka Rp61,35 miliar.

Angka tersebut diperoleh dari perhitungan nilai aset bruto sebesar Rp100,68 miliar yang kemudian dikurangi dengan liabilitas di luar utang pajak sebesar Rp39,33 miliar. Proses ini akan mengosongkan kegiatan operasional langsung di level induk perusahaan.

Tak hanya itu, PTMR juga akan mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di GPK kepada PTMP dengan nilai transaksi sebesar Rp26,9 miliar. Karena status PTMP saat ini masih menjadi pengendali, maka transaksi ini masuk dalam kategori transaksi afiliasi.

Edward menegaskan bahwa seluruh langkah restrukturisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan operasional dengan strategi bisnis pengendali baru. Dengan model holding, PTMR hanya akan menjalankan fungsi administratif dan pengawasan terhadap kinerja entitas anak usahanya.

Proyeksi Kinerja Keuangan dan Efisiensi

Di sisi lain, manajemen PTMR tetap menaruh optimisme tinggi terhadap kinerja penjualan yang diproyeksikan akan stabil pada tahun 2026. Fokus utama perusahaan saat ini adalah melakukan efisiensi pada pos pengeluaran operasional di tengah masa transisi.

Direktur Utama PTMR, Ardi Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika pasar yang menantang. Perseroan mengandalkan pengelolaan operasional yang efektif sebagai kunci bertahan di industri kemasan yang terus berubah.

Realisasi kinerja keuangan PT Master Print Tbk. pada periode tahun 2025:

  • Total Pendapatan tercatat sebesar Rp127,11 miliar atau mengalami penurunan tipis sekitar 1,33% secara tahunan.
  • Laba Bruto berhasil dipertahankan pada angka Rp33,60 miliar yang menunjukkan aktivitas inti masih berjalan cukup baik.
  • Rugi Usaha tercatat sebesar Rp27,81 miliar akibat tekanan beban operasional dan faktor ekonomi eksternal lainnya.
  • Rugi Bersih tahun berjalan sebelum dampak penyesuaian transaksi mencapai Rp26,04 miliar.

Data keuangan di atas memperlihatkan adanya tantangan nyata pada segmen consumables yang menjadi pemicu utama penurunan pendapatan. Namun, Ardi menekankan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memperbaiki performa keuangan tersebut.

Langkah-langkah tersebut meliputi pengendalian biaya yang lebih ketat serta penajaman fokus pada segmen pasar yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Koordinasi antar divisi juga akan ditingkatkan guna memastikan efisiensi sumber daya perusahaan terserap secara maksimal.

Memasuki tahun 2026, PTMR menargetkan tercapainya stabilitas operasional melalui proses bisnis yang lebih ramping. Dengan strategi yang adaptif terhadap perilaku pelanggan, perusahaan yakin dapat menjaga konsistensi layanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Pertanyaan Terkait Transformasi PTMR (FAQ)

Informasi tambahan untuk menjawab keraguan investor mengenai langkah besar PT Master Print Tbk:

  • Mengapa PTMR berubah menjadi holding? Hal ini dilakukan untuk mempermudah ekspansi bisnis dan memisahkan fungsi manajemen aset dengan operasional teknis.
  • Apa dampak akuisisi oleh Deep Source Ptd. Ltd? Masuknya DS akan membawa strategi bisnis baru serta suntikan modal yang memperkuat struktur kapital perusahaan.
  • Bagaimana nasib operasional lama? Operasional bisnis yang ada akan dialihkan ke entitas anak, sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan melalui unit usaha terkait.
  • Kapan rencana ini mulai efektif? Implementasi penuh akan dilakukan secara bertahap setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB pada Juni 2026 mendatang.

Dengan seluruh rangkaian aksi korporasi yang terukur ini, PT Master Print Tbk. berharap dapat melewati fase transisi dengan mulus. Transformasi menjadi holding dianggap sebagai rute terbaik untuk menavigasi tantangan industri kemasan yang semakin kompetitif di pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi