Investor kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali memperkuat posisinya di sektor industri kelapa sawit dengan menambah porsi kepemilikan saham pada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tokoh yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini memborong sebanyak 19,9 juta lembar saham emiten milik Grup Salim tersebut.
Rincian Transaksi dan Nilai Investasi
Pembelian saham ini dilakukan pada harga Rp600 per lembar, sehingga total dana yang dikucurkan oleh Lo Kheng Hong mencapai Rp11,94 miliar.
Momentum transaksi ini terjadi pada 18 Mei 2026, tepat setelah harga saham SIMP mengalami koreksi signifikan hingga hampir 50 persen dari titik tertingginya di bulan April.
Berikut adalah detail perubahan porsi kepemilikan saham Lo Kheng Hong di SIMP:
- Jumlah saham lama: 773,44 juta lembar (4,98%).
- Penambahan saham: 19,9 juta lembar.
- Total saham baru: 793,34 juta lembar (5,11%).
- Nilai total transaksi: Rp11,94 miliar.
Melalui penambahan ini, kepemilikan Lo Kheng Hong kini telah melampaui ambang batas 5 persen yang mewajibkannya melapor secara rutin kepada regulator terkait setiap perubahan posisi saham.
Strategi dan Struktur Kepemilikan SIMP
Lo Kheng Hong menegaskan bahwa langkah ini murni dilakukan untuk menambah nilai investasi pribadinya di pasar modal.
Beliau juga mengklarifikasi bahwa transaksi ini adalah kepemilikan langsung dan bukan bagian dari perjanjian pembelian kembali (repo) atau upaya mengambil alih kendali perusahaan.
Struktur pemegang saham utama PT Salim Ivomas Pratama Tbk saat ini:
| Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
|---|---|
| Indofood Agri Resources Ltd (Grup Salim) | 73,46% |
| PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | 6,68% |
| Lo Kheng Hong | 5,11% |
| Publik (Nonwarkat & Warkat) | 19,85% |
Secara kumulatif, Grup Salim masih memegang kendali penuh atas SIMP dengan total kepemilikan mencapai lebih dari 80 persen melalui berbagai entitas usahanya.
Langkah investasi ini selaras dengan prinsip value investing yang selama ini menjadi ciri khas Lo Kheng Hong dalam berburu saham-saham potensial yang harganya sedang terdiskon.
Dengan porsi saham yang kini mencapai 5,11%, pergerakan investasi sang investor di emiten sawit ini diprediksi akan terus menjadi perhatian para pelaku pasar modal tanah air.