PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mengambil keputusan untuk melikuidasi tiga anak perusahaan yang sudah tidak aktif. Langkah ini dilakukan untuk merapikan struktur korporasi tanpa mempengaruhi operasional induk perusahaan.
Pada Kamis, 21 Mei 2026, perusahaan mengumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa likuidasi ini melibatkan pembubaran PT Aroma Cipta Anugrahtama, PT Aroma Sejahtera Indonesia, dan PT Ciptanugrah Indonesia. Seluruh keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar baru-baru ini.
Tiga perusahaan yang disebutkan merupakan entitas di bawah kendali PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB), yang sebagian besar sahamnya, yaitu 83,52%, dimiliki oleh Semen Indonesia. Pembubaran PT Aroma Cipta Anugrahtama mendapat persetujuan dalam RUPSLB yang berlangsung pada 19 Mei 2026.
Sementara itu, RUPSLB PT Aroma Sejahtera Indonesia dan PT Ciptanugrah Indonesia mengesahkan likuidasi kedua perusahaan tersebut sehari setelahnya, yaitu pada 20 Mei 2026. Keputusan ini diterapkan terhadap unit yang berstatus tidak aktif atau dormant.
Untuk memperlancar proses likuidasi, pemegang saham menyetujui penunjukan tim likuidator eksternal. Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa tim ini mencakup Fany Wulandari, Andika Lukmana, dan Sri Setio Inantoro. Mereka bertugas memastikan pembubaran berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan anggaran dasar yang berlaku.
Indrieffouny menambahkan bahwa seluruh proses likuidasi ini tidak akan berdampak pada operasional maupun keuangan perusahaan induk. "Tidak ada dampak material yang mempengaruhi operasional, hukum, atau keuangan Perseroan," ujarnya. Langkah ini murni untuk penataan struktur perusahaan demi keefisienan jangka panjang.
Disclaimer: Artikel ini bukanlah ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.
```