Lama Dinanti, SCPI Kembali Gelar Tender Offer demi Muluskan Rencana Delisting

Lama Dinanti, SCPI Kembali Gelar Tender Offer demi Muluskan Rencana Delisting
Foto: Ilustrasi Lama Dinanti, SCPI Kembali Gelar Tender Offer demi Muluskan Rencana Delisting.
Ukuran teks

Emiten farmasi PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) kembali mengumumkan langkah strategis untuk keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan berencana melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) sebagai bagian dari proses go private.

Manajemen SCPI mengungkapkan bahwa kepastian mengenai rencana delisting ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agenda besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 mendatang.

Mekanisme Penawaran Saham Publik

Jika rencana tersebut mendapat restu dari para pemegang saham, Organon LLC akan bertindak sebagai pembeli saham milik publik. Organon LLC sendiri merupakan pemegang saham utama sekaligus pengendali perusahaan saat ini.

Harga penawaran yang diajukan oleh pengendali dalam skema VTO ini ditetapkan sebesar Rp100.000 per lembar saham. Nilai tersebut tergolong premium jika dibandingkan dengan harga pasar historis perusahaan sebelum perdagangan sahamnya dihentikan.

Sebagai gambaran, harga penawaran ini jauh melampaui rata-rata harga tertinggi harian selama setahun terakhir sebelum suspensi yang hanya sebesar Rp32.063. Melalui mekanisme ini, pemegang saham publik yang bersedia menjual asetnya akan menerima kompensasi tunai dan melepaskan status kepemilikan mereka.

Perjalanan Panjang Menuju Delisting

Upaya SCPI untuk menjadi perusahaan tertutup sebenarnya bukanlah berita baru di dunia pasar modal Indonesia. Langkah ini tercatat sudah mulai diupayakan sejak 13 tahun yang lalu, tepatnya pada Maret 2013.

Meskipun niat untuk keluar dari bursa sudah diumumkan sejak lama, proses transisinya belum kunjung tuntas hingga saat ini. Saham SCPI sendiri sudah berada dalam status suspensi oleh otoritas bursa sejak 1 Februari 2013 dengan harga terakhir di posisi Rp29.000.

Berikut adalah ringkasan data penawaran tender dan histori saham SCPI:

  • Harga Penawaran Tender: Rp100.000 per lembar saham.
  • Harga Sebelum Suspensi (2013): Rp29.000 per lembar saham.
  • Rata-rata Harga 12 Bulan Terakhir: Rp32.063 per lembar saham.
  • Estimasi Dana yang Dibutuhkan: Rp38,91 miliar untuk membeli saham publik.
  • Jadwal RUPSLB: 23 Juni 2026.

Daftar di atas menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan harga yang menarik bagi investor publik guna memuluskan proses delisting yang sempat tertunda belasan tahun.

Riwayat Kegagalan Tender Offer Sebelumnya

Sebelum rencana terbaru ini muncul, SCPI sebenarnya pernah menggelar aksi serupa pada periode Desember 2018 hingga Januari 2019. Kala itu, perusahaan juga menawarkan harga yang sama, yakni Rp100.000 per saham, namun hasilnya tidak sesuai harapan.

Pada penawaran tersebut, dari total 46.464 saham yang dimiliki publik, hanya sekitar 2.800 saham yang berhasil dibeli kembali. Akibatnya, masih ada 43.664 saham yang tersebar di tangan 440 pemegang saham publik saat itu.

Rincian mengenai perubahan struktur kepemilikan saham publik dapat dilihat pada tabel berikut:

Kondisi Kepemilikan Jumlah Saham Publik Persentase Kepemilikan
Sebelum Rencana Delisting Awal 46.464 lembar 10,8%
Pasca Tender Offer 2019 (Gagal) 43.664 lembar -
Kondisi Terakhir Pasca Spin-off - 1,21%

Data di atas memperlihatkan penyusutan porsi saham publik yang signifikan seiring dengan perubahan struktur internal perusahaan induk di Amerika Serikat. Dinamika internal tersebut membawa dampak langsung pada distribusi saham di Indonesia.

Kini, setelah induk usahanya melakukan spin-off ke entitas baru yakni Organon & Co., jumlah saham publik telah menyusut drastis. Saat ini, kepemilikan masyarakat di SCPI tercatat hanya tersisa sebanyak 1,21% saja.

Artikel terkait

Rekomendasi