Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.710 Usai Pidato Prabowo Subianto di DPR 2026, Terbaru!

Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.710 Usai Pidato Prabowo Subianto di DPR 2026, Terbaru!
Foto: Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.710 Usai Pidato Prabowo Subianto di DPR 2026, Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah terpantau masih bergerak di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Rabu pagi (20/5/2026). Meskipun demikian, tekanan terhadap mata uang Garuda mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kondisi ini terjadi tepat menjelang momen krusial, yakni pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pelaku pasar tampak bersiap menyambut arah kebijakan yang akan disampaikan oleh kepala negara.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terkini

Berdasarkan data dari Refinitiv pada pukul 10.16 WIB, rupiah saat ini tertahan di level Rp17.710/US$. Angka tersebut menunjukkan pelemahan tipis sebesar 0,08% dibandingkan posisi sebelumnya.

Meski masih melemah, performa ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi tadi. Saat pasar dibuka, rupiah sempat terjerembab ke level Rp17.730/US$ atau melemah hingga 0,20%.

Namun, tren pelemahan secara umum sebenarnya masih membayangi mata uang domestik kita. Pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah sudah tertekan 0,31% dan mendarat di posisi Rp17.695/US$.

Angka penutupan tersebut mencatat sejarah baru sebagai level terlemah rupiah sepanjang masa. Hal ini memicu kewaspadaan tinggi bagi para investor dan pelaku usaha di tanah air.

Menanti Keputusan Strategis Bank Indonesia

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Pengumuman mengenai suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan akan dirilis pada siang hari nanti.

Agenda ini dianggap sangat vital karena menjadi penentu arah pasar keuangan domestik yang tengah menghadapi tekanan berat. Keputusan BI diharapkan mampu memberikan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berikut adalah rangkuman hasil polling mengenai prediksi suku bunga yang melibatkan 15 lembaga keuangan :

  • Sebanyak sembilan lembaga memprediksi Bank Indonesia akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.
  • Enam lembaga lainnya memperkirakan bank sentral tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas analis memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebagai langkah penguatan nilai tukar. Skenario ini dipandang realistis mengingat risiko eksternal yang kian meningkat belakangan ini.

Jika Bank Indonesia benar-benar menaikkan suku bunga hari ini, maka ini akan menjadi kenaikan pertama dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Langkah serupa terakhir kali dilakukan pada April 2024 silam.

Kala itu, otoritas moneter memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari level 6,00% menjadi 6,25%. Pasar kini menunggu apakah sejarah akan terulang demi menstabilkan kondisi keuangan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi