Kunjungi BEI, Sufmi Dasco Bahas Kondisi Pasar Modal Bareng Bos OJK dan Bursa 2026

Kunjungi BEI, Sufmi Dasco Bahas Kondisi Pasar Modal Bareng Bos OJK dan Bursa 2026
Foto: Ilustrasi Kunjungi BEI, Sufmi Dasco Bahas Kondisi Pasar Modal Bareng Bos OJK dan Bursa 2026.
Ukuran teks

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan tamu penting pada Selasa pagi, 19 Mei 2026. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara mendadak melakukan kunjungan kerja ke pusat perdagangan saham nasional tersebut.

Dalam kunjungannya, Dasco tampak didampingi oleh jajaran pejabat tinggi dari berbagai sektor keuangan dan investasi. Kehadiran mereka menarik perhatian di tengah kondisi pasar modal yang sedang mengalami dinamika cukup tajam.

Beberapa tokoh penting yang hadir mendampingi Dasco antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan Danantara, Rosan Roeslani dan Dony Oskaria. Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, juga terlihat menyambut rombongan pejabat tersebut di lokasi.

Apresiasi DPR terhadap Kinerja OJK dan Bursa

Mengenakan setelan jas abu-abu, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan tujuan kedatangannya untuk meninjau langsung kondisi pasar. Ia juga menyempatkan diri memberikan dukungan moral kepada para pengelola pasar modal Indonesia.

Dasco secara khusus mengapresiasi upaya keras yang dilakukan oleh jajaran direksi BEI dan pimpinan OJK. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini sangat kompleks akibat pengaruh pasar global dan situasi domestik.

Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi otoritas bursa yang tetap berupaya menjaga stabilitas di tengah tekanan. "Terima kasih atas kerja keras direksi bursa dan OJK yang sudah bersusah payah menghadapi dinamika dalam negeri," ungkap Dasco.

Kondisi Terkini IHSG yang Mengalami Tekanan

Kunjungan ini bertepatan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau merosot cukup signifikan. Hingga pukul 11.11 WIB, indeks tercatat turun sekitar 2 persen atau berada di level 6.462,91.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham bergerak di zona merah, dengan 454 saham tercatat mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 212 saham yang berhasil menguat dan sisanya bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi di bursa tetap tinggi dengan nilai mencapai Rp 10,61 triliun dari total 17,34 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Kondisi ini turut menyeret kapitalisasi pasar turun ke angka Rp 11.261 triliun.

Tekanan terhadap IHSG sebenarnya sudah dirasakan sejak awal perdagangan dengan pembukaan yang langsung terkoreksi. Bahkan, sempat terjadi penurunan tajam hingga 4,3 persen hanya dalam satu jam setelah pasar dibuka.

Dampak Perubahan Indeks Global terhadap Saham Indonesia

Sentimen negatif yang membayangi pasar modal Indonesia saat ini dipicu oleh perubahan daftar saham pada indeks internasional. Keputusan MSCI Global Standard Index menghapus beberapa emiten besar Indonesia menjadi faktor penekan utama.

Berikut adalah daftar enam emiten besar Indonesia yang resmi dihapus dari MSCI Global Standard Index:
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Daftar tersebut mencakup perusahaan-perusahaan dengan pengaruh besar terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Penghapusan ini memicu aksi jual oleh investor yang mengikuti acuan indeks global tersebut.

Selain indeks utama, MSCI juga mencoret 13 emiten lainnya dari kategori Global Small Cap Index. Kondisi ini semakin memperberat langkah IHSG untuk kembali ke jalur penguatan dalam waktu singkat.

Situasi pasar semakin menantang setelah penyedia indeks global lainnya, FTSE, juga memberikan peringatan keras. Mereka memberikan sinyal akan melakukan penyesuaian terhadap saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC).

Penyesuaian dari FTSE ini diperkirakan akan diumumkan pada tinjauan indeks Juni 2026 mendatang. Investor kini tengah bersikap waspada sambil terus memantau kebijakan stabilisasi dari otoritas terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi