Kronologi Lengkap Aktivis dan Jurnalis WNI Diculik Israel di Misi Gaza 2026, Mengejutkan!

Kronologi Lengkap Aktivis dan Jurnalis WNI Diculik Israel di Misi Gaza 2026, Mengejutkan!
Foto: Kronologi Lengkap Aktivis dan Jurnalis WNI Diculik Israel di Misi Gaza 2026, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Insiden menegangkan terjadi di tengah upaya kemanusiaan dunia internasional menuju Jalur Gaza. Sebanyak empat jurnalis dan seorang aktivis asal Indonesia dilaporkan diculik oleh militer Israel (IDF) saat sedang menjalankan misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026.

Para delegasi yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tersebut sedang berada di kapal menuju wilayah konflik saat pengadangan terjadi. Peristiwa ini langsung menjadi sorotan karena melibatkan awak media dan relawan dari tanah air.

Kronologi Pencegatan Kapal di Perairan Siprus

Berdasarkan laporan yang diterima, gangguan dari militer Israel ini terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Lokasi pengadangan berada di perairan internasional dekat Siprus, yang berjarak sekitar 300 kilometer dari pantai Gaza.

Rombongan tersebut menggunakan beberapa kapal berbeda untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina. Namun, salah satu kapal utama mereka dicegat secara paksa oleh armada militer Israel di tengah laut.

Di kapal bernama BoraLize, Bambang Nuroyono atau yang akrab disapa Abeng, jurnalis dari Republika, sempat menyadari kehadiran kapal militer yang mencurigakan. Ia segera mengaktifkan protokol keselamatan demi memberikan kabar ke pihak luar.

Protokol tersebut mencakup pengiriman video darurat atau sinyal SOS sebagai bukti jika sewaktu-waktu terjadi tindakan kekerasan atau penangkapan oleh pihak Israel. Sayangnya, tak lama setelah video tersebut terkirim ke pusat data, kontak dengan Abeng terputus sepenuhnya.

Isi pesan video darurat yang dikirimkan oleh jurnalis Bambang Nuroyono:

  • Menyatakan bahwa dirinya berada dalam kondisi diculik oleh tentara Zionis Israel saat video tersebut ditemukan.
  • Memohon agar informasi tersebut diteruskan kepada Pemerintah Republik Indonesia sesegera mungkin.
  • Meminta pemerintah melakukan upaya diplomatik dan aksi nyata untuk membebaskan dirinya dari tahanan militer.

Pernyataan tersebut diunggah oleh akun resmi Republika sebagai bukti autentik mengenai situasi yang terjadi di lapangan. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai titik lokasi penahanan para sandera tersebut.

Nasib Rekan Jurnalis dan Relawan Lainnya

Kondisi serupa dialami oleh rekan-rekan jurnalis Indonesia yang berada di kapal Ozgurluk. Mereka juga sempat mengirimkan pesan SOS serupa sebelum akhirnya hilang kontak dan tidak bisa dihubungi kembali.

Daftar jurnalis dan aktivis Indonesia yang dilaporkan diculik dalam misi tersebut:

  • Bambang Nuroyono (Abeng): Jurnalis dari media Republika yang berada di kapal BoraLize.
  • Thoudy Badai: Jurnalis visual dari Republika yang ikut dalam pelayaran tersebut.
  • Andre Prasetyo Nugroho: Jurnalis profesional yang mewakili media Tempo.
  • Rahendro Herubowo: Kontributor berpengalaman untuk iNews, Beritasatu, serta CNN.
  • Andi Prasadewa: Aktivis kemanusiaan dan relawan dari lembaga Rumah Zakat.

Selain para jurnalis, Andi Prasadewa dilaporkan ditangkap saat tentara Israel membajak kapal Josef. Kapal tersebut diketahui membawa sejumlah relawan internasional yang membawa bantuan logistik dan medis untuk warga Gaza.

Status Terkini Kapal Rombongan Lainnya

Di tengah kabar penculikan ini, masih ada secercah harapan bagi beberapa anggota delegasi Indonesia lainnya. Berdasarkan data dari Command Center Sumud Nusantara, beberapa kapal masih mencoba melanjutkan pelayaran meski dalam tekanan besar.

Laporan yang diterima pada pukul 23.00 waktu Turki menyebutkan bahwa dua kapal lainnya masih dalam perjalanan. Kapal Kasri Sadabad yang membawa relawan Asad Aras dan Hendro Prasetyo dikabarkan masih terus bergerak menuju tujuan.

Detail status kapal relawan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla:

Nama Kapal Nama Relawan / Jurnalis Status Terakhir
BoraLize Bambang Nuroyono Diculik/Hilang Kontak
Ozgurluk Thoudy Badai, Andre P. Nugroho, Rahendro H. Diculik/Hilang Kontak
Josef Andi Prasadewa Dibajak/Diculik
Kasri Sadabad Asad Aras, Hendro Prasetyo Masih Berlayar
Zefiro Herman Budianto, Ronggo Wirsanu Masih Berlayar

Tabel di atas merangkum pembagian personel di setiap kapal serta kondisi mereka pasca-pencegatan oleh militer Israel. Pihak keluarga dan lembaga terkait terus memantau pergerakan kapal yang tersisa melalui sistem navigasi darurat.

Akun Instagram resmi @globalpeaceconvoy menyampaikan pesan bahwa mereka tetap berharap kapal-kapal tersebut bisa menembus blokade. Doa dan dukungan terus mengalir agar para relawan bisa selamat sampai ke Gaza untuk mengantarkan bantuan.

Kementerian Luar Negeri RI sendiri telah mengecam keras aksi sepihak militer Israel terhadap kapal kemanusiaan internasional ini. Pemerintah kini tengah berupaya melakukan desakan diplomatik melalui badan-badan internasional agar seluruh warga negara Indonesia segera dibebaskan.

Dewan Pers Indonesia juga telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam penangkapan jurnalis saat menjalankan tugasnya. Tindakan Israel ini dinilai melanggar hukum internasional mengenai perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik.

Artikel terkait

Rekomendasi