PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mengawali kuartal pertama tahun 2026 dengan catatan performa yang sangat impresif. Emiten bank digital ini sukses membukukan pertumbuhan kredit yang jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Berdasarkan data terbaru, penyaluran kredit Amar Bank melonjak hingga 30,62% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini jauh mengungguli pertumbuhan kredit industri yang berada di level 10,42% pada periode yang sama.
Pertumbuhan Aset dan Fokus Segmen UMKM
Hingga akhir kuartal I 2026, total kredit yang disalurkan AMAR telah menyentuh angka Rp4,16 triliun. Ekspansi yang agresif ini turut mengerek total aset perusahaan naik sebesar 34,72% menjadi Rp6,93 triliun.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa strategi perusahaan tetap berfokus pada kebutuhan nasabah. Pemanfaatan teknologi dan analisis data menjadi kunci utama dalam melayani segmen ritel serta UMKM secara cepat dan dinamis.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait rincian portofolio dan kualitas aset Amar Bank pada periode ini:
Rincian Kinerja Kredit dan Kualitas Aset:
- Dominasi Segmen Mikro: Sekitar 60% dari total portofolio kredit Amar Bank disalurkan khusus untuk sektor usaha mikro.
- Penurunan Rasio NPL: Meskipun industri UMKM sedang menghadapi tantangan, rasio kredit bermasalah (NPL) AMAR justru turun drastis dari 1,48% menjadi 0,86%.
- Kenaikan Laba Bersih: Ekspansi ini mendorong laba bersih perusahaan tumbuh 5,36% hingga mencapai Rp71,12 miliar.
- Pendapatan Bunga: Pendapatan bunga bersih tercatat mengalami kenaikan sebesar 15,58% menjadi Rp370,20 miliar.
Keberhasilan menekan angka NPL di tengah risiko pasar yang tinggi menunjukkan manajemen risiko yang solid dari pihak bank. Hal ini menjadi bukti bahwa strategi penyaluran kredit kepada UMKM tetap bisa berjalan sehat dan produktif.
Struktur Pendanaan dan Rasio Likuiditas
Selain fokus pada penyaluran pinjaman, Amar Bank juga memperkuat sisi pendanaan melalui penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada kuartal ini, perolehan DPK melesat tajam sebesar 115,46% menjadi Rp2,91 triliun.
Vishal Tulsian menekankan bahwa pertumbuhan yang sehat harus didorong oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan stabilitas keuangan jangka panjang.
Tabel di bawah ini merangkum perbandingan rasio keuangan penting Amar Bank antara kuartal I 2025 dan kuartal I 2026.
Ringkasan Rasio Keuangan Utama Amar Bank:
| Indikator Keuangan | Kuartal I 2025 | Kuartal I 2026 |
|---|---|---|
| Penyaluran Kredit | (Data Tidak Tersedia) | Rp4,16 Triliun |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | (Data Tidak Tersedia) | Rp2,91 Triliun |
| Loan-to-Deposit Ratio (LDR) | 235,04% | 142,56% |
| Non-Performing Loan (NPL) | 1,48% | 0,86% |
Meski menunjukkan perbaikan signifikan dari tahun sebelumnya, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) AMAR masih berada di angka 142,56%. Angka tersebut tercatat masih berada di atas batas ideal yang ditetapkan Bank Indonesia, yakni di kisaran 80-92%.
Walaupun rasio LDR masih tergolong tinggi, tren penurunan dari angka 235,04% tahun lalu memberikan sinyal positif. Manajemen berkomitmen untuk terus memperbaiki rasio likuiditas tersebut seiring dengan penguatan basis simpanan nasabah.