Kontrak Eksisting Dijamin Berlanjut, Ekspor via DSI Tetap Aman dan Terpercaya

Kontrak Eksisting Dijamin Berlanjut, Ekspor via DSI Tetap Aman dan Terpercaya
Foto: Kontrak Eksisting Dijamin Berlanjut, Ekspor via DSI Tetap Aman dan Terpercaya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

BPI Danantara memastikan bahwa kontrak ekspor milik perusahaan yang bergerak di bidang batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan ferro alloy atau paduan besi akan tetap berjalan meskipun kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu tahap II diberlakukan. Informasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Danantara.

Danantara menjelaskan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan menjaga kerahasiaan semua informasi dan persyaratan kontrak komersial. Mereka menegaskan bahwa kontrak yang telah diteken sebelumnya akan tetap berlaku selama tidak ada praktik under-invoicing.

"Kontrak yang sudah ditandatangani tetap dapat berjalan sepanjang tidak terjadi under-invoicing," tulis manajemen Danantara dalam pernyataan resminya, Jumat (5/6/2026). Hal tersebut untuk memberikan kepastian hukum pada bisnis ekspor yang sudah berjalan dengan baik dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Berita Lainnya yang Terkait

Baca juga beberapa berita terkait yang sedang hangat dibicarakan:

  • Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengkritik PT DSI atas keterlambatan impor batubara oleh China.
  • Kemunculan PT DSI memberikan opsi bagi importir komoditas Indonesia untuk beralih ke negara lain.
  • Modal kerja yang diperlukan DSI untuk kegiatan ekspor batubara dan sejenisnya diperkirakan mencapai Rp330 triliun.

Artikel dan Berita Utama Lainnya

Berbagai berita dan artikel lainnya juga menggambarkan situasi terkini di berbagai sektor:

  • Kementerian ESDM menganggarkan Rp10,3 triliun untuk proyek listrik desa pada tahun 2026.
  • Subsidi dan kompensasi listrik 2027 dirancang meningkat sebesar 11,58% menjadi Rp274,02 triliun.
  • Ekonom mengupas lima dampak jika rupiah bertahan di Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
  • Pemerintah AS merencanakan tarif dagang tambahan 10% untuk Indonesia.

Tetap terinformasi dengan berita terbaru dan perkembangan penting melalui kanal berita kami.

Artikel terkait

Rekomendasi