Indonesia menempati posisi teratas dalam ekspor batu bara global dan sangat mengandalkan komoditas ini untuk pasokan listrik domestik.
Menurut laporan Bloomberg Terminal pada Jumat (5/6/2026), meskipun China menunda impor kontrak batu bara untuk Juni 2026, sebagian analis tetap optimis terhadap prospek perusahaan tambang batu bara yang berfokus pada ekspor.
Sebanyak 13 analis menyarankan untuk membeli saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), sementara 12 lainnya memberikan rekomendasi hold, dan 2 di antaranya menyarankan untuk menjual. Sebanyak 27 analis telah dievaluasi oleh Bloomberg terkait saham ITMG, dengan target harga selama 12 bulan mendatang diperkirakan mencapai Rp28.013 per saham.
Ini mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 28,5% dari posisi perdagangan terakhir di harga Rp21.800 per saham. Selain itu, mayoritas dari 17 analis yang dihimpun oleh Bloomberg memberikan pandangan positif terhadap saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dengan 16 di antara mereka menyarankan untuk membeli dan hanya 1 yang menyarankan hold.
Baca Juga:
- Komentar Istana Usai Rupiah & IHSG Lanjut Sempoyongan
- Posisi Jual Besar-besaran Investor Asing Berlanjut, IHSG Ambles
- IHSG Sudah Jenuh Jual, Tapi Minim Katalis
Berita Terkait:
- 57% Listrik dari Batu Bara, APBI Pertanyaan Efektivitas DMO Energi | 4 jam yang lalu
- China Tunda Impor Batu Bara RI, ESDM Belum Terima Laporan Energi | 4 jam yang lalu
- Kapasitas Pembangkit Listrik April 2026 108 GW, Batu Bara 56% Energi | 19 jam yang lalu
- China Tunda Impor, APBI Tegaskan Ekspor Batu Bara Jalan Terus Energi | 20 jam yang lalu
- IMA Desak Percepatan Birokrasi Demi Jaga Pasar Batu Bara RI Energi | 21 jam yang lalu
- Sinyal Xi Jinping Melawat ke Korut Menguat Lewat Foto Satelit Global | 22 jam yang lalu
Baca Juga:
- UU PPSK: DPR Kini Bisa Evaluasi BI & Beri Rekomendasi Market | 7 menit yang lalu
- Aksi Jual Berlanjut di Pasar Obligasi, Rupiah Sentuh Rp18.038/US$ Market | 13 menit yang lalu
- Ekonom Beber 5 Dampak Jika Rupiah Tetap Bertahan di Rp18.000/US$ Market | 1 jam yang lalu
- RI akan Kena Tarif Dagang Tambahan 10% dari AS, Ini Detailnya Market | 1 jam yang lalu
Lainnya:
- Era Investasi Baru Kripto: Token HYPE Booming Kala Bitcoin Boncos Teknologi | 7 menit yang lalu
- UU PPSK: DPR Kini Bisa Evaluasi BI & Beri Rekomendasi Market | 7 menit yang lalu
- Festival Suaraga Gabungkan Musik, Budaya, dan Wellness di Solo Gaya Hidup | 12 menit yang lalu
- Aksi Jual Berlanjut di Pasar Obligasi, Rupiah Sentuh Rp18.038/US$ Market | 13 menit yang lalu
- Eks Waka BGN Sony Sanjaya Ajukan Diri jadi Justice Collaborator Nasional | 22 menit yang lalu
Berita Utama:
- Ekonom Beber 5 Dampak Jika Rupiah Tetap Bertahan di Rp18.000/US$ Market
- Industri Nikel Tunggu Tugas DSI: Offtaker Tunggal atau Broker? Energi
- Harga Emas Antam Naik, Tapi Belum Tembus Rp2,8 Juta/Gram Market
Populer:
- Tambang Tutup Imbas RKAB Habis, WBN Bakal Kurangi 65% Karyawan
- Komentar Istana Usai Rupiah & IHSG Lanjut Sempoyongan
- Purbaya Beber Hasil Diskusinya dengan S&P Global Ratings
- IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI
- BI Buka Suara Soal Rupiah Melemah hingga Tembus Rp18.000/US$
- Foto Rupiah Jatuh ke Level Rp18.033/US$, Terlemah Sepanjang Sejarah
- Bursa Saham RI Terpuruk, IHSG Terjun ke Level 5.644
- Video Rupiah Masih Jeblok, Pasar Cermati Rilis Data Fiskal
- Silmy Karim Serahkan Diri usai Diduga Korupsi Izin WNA
Tentang Kami:
- Hak Rakyat untuk Tidak Lapar
- Pedoman Media Siber
- Disclaimer
- Kebijakan Privasi
- Hak Cipta © 2023 - Berita Mediatama Indonesia