Badan Pengaturan (BP) BUMN saat ini tengah mengkaji rencana penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai PT INTI. Keputusan strategis ini diambil menyusul kondisi finansial perusahaan yang mencatatkan pembengkakan kerugian sepanjang tahun buku 2023.
Berdasarkan laporan tahunan terbaru, perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur digital dan integrator sistem ini mengalami lonjakan rugi bersih sebesar 10,8 persen. Jika pada tahun 2022 kerugian tercatat sebesar Rp81,74 miliar, angka tersebut meningkat menjadi Rp90,54 miliar pada akhir 2023.
Analisis Kinerja Keuangan PT INTI Tahun 2023
Meskipun mencatatkan kerugian bersih yang cukup signifikan, PT INTI sebenarnya sempat membukukan pertumbuhan pada sisi pendapatan atau top line. Pendapatan perseroan tumbuh pesat hingga 63 persen secara tahunan (YoY) dengan nilai mencapai Rp503,68 miliar.
Loncatan pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh sektor sistem integrator yang menyumbang angka sebesar Rp248,35 miliar bagi perusahaan. Sektor lainnya juga memberikan kontribusi, meskipun dengan porsi yang lebih kecil dibandingkan segmen integrator sistem tersebut.
Berikut adalah rincian kontribusi pendapatan PT INTI berdasarkan segmen bisnisnya selama tahun 2023:
- Sistem Integrator: Menjadi penyumbang utama pendapatan dengan nilai mencapai Rp248,35 miliar.
- Jasa: Memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp202,87 miliar bagi perseroan.
- Perakitan: Mencatatkan pendapatan sebesar Rp52,46 miliar pada periode yang sama.
- Smart Device dan Manage Service: Kedua segmen ini tercatat tidak memberikan kontribusi pendapatan sama sekali sepanjang tahun 2023.
Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan perusahaan ternyata naik lebih tinggi sebesar 71,8 persen YoY menjadi Rp459,17 miliar. Hal ini menyebabkan laba bruto perseroan hanya berada di angka Rp44,51 miliar atau tumbuh tipis 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tekanan pada Laba dan Defisit Ekuitas
Kondisi keuangan perusahaan semakin tertekan dengan membengkaknya rugi tahun berjalan yang mencapai 91,5 persen secara tahunan menjadi Rp48,27 miliar. Sementara itu, rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp90,54 miliar atau naik 10,8 persen dari tahun 2022.
Ditinjau dari sisi neraca keuangan, PT INTI berada dalam posisi ekuitas negatif yang cukup mengkhawatirkan dengan nilai minus Rp716,56 miliar. Nilai defisit ekuitas ini semakin melebar jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2022 yang berada di angka minus Rp625,50 miliar.
Ringkasan posisi aset dan liabilitas PT INTI berdasarkan data neraca akhir tahun 2023:
| Komponen Keuangan | Nilai Tahun 2023 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp1,26 Triliun | Naik 6,2% |
| Total Liabilitas (Utang) | Rp1,97 Triliun | Naik 9,1% |
| Ekuitas (Modal) | -Rp716,56 Miliar | Memburuk dari -Rp625,50 Miliar |
Data di atas memperlihatkan bahwa meskipun ada pertumbuhan aset sebesar 6,2 persen, kenaikan jumlah liabilitas justru jauh lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan posisi modal perusahaan terus tergerus hingga masuk ke zona negatif yang semakin dalam.
Nasib Karyawan di Tengah Proses Verifikasi
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan penjelasan mengenai rencana penutupan perusahaan manufaktur digital milik negara tersebut. Beliau menekankan bahwa saat ini proses tersebut masih berada dalam tahap verifikasi mendalam oleh pihak otoritas terkait.
Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara memastikan bahwa hak-hak para pekerja akan tetap terlindungi. Beliau menegaskan bahwa dalam proses transformasi ini, dipastikan tidak ada karyawan yang akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Komitmen BP BUMN dalam menjaga kesejahteraan karyawan PT INTI meliputi poin-poin berikut:
- Jaminan Tanpa PHK: Memastikan seluruh pekerja tetap dalam kondisi aman meski perusahaan sedang dikaji untuk ditutup.
- Sinergi Strategis: Melakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyusun rencana perlindungan pegawai.
- Prinsip Inklusif: Menjalankan transformasi BUMN dengan memegang prinsip no one left behind bagi seluruh tenaga kerja.
- Transformasi Berkelanjutan: Menjamin proses restrukturisasi berjalan secara sehat, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hak pegawai.
Langkah sinergi ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam menjaga agar transformasi perusahaan negara tetap berjalan secara berkelanjutan. Perlindungan terhadap pekerja menjadi prioritas utama agar proses ini tidak berdampak buruk pada aspek sosial ekonomi para karyawan yang terlibat.
PT INTI sendiri dikenal sebagai perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam menghasilkan berbagai inovasi teknologi dan solusi integrasi sistem di Indonesia. Namun, tekanan beban usaha dan utang yang tinggi membuat masa depan perseroan kini bergantung pada hasil kajian final dari Danantara dan BP BUMN.