Kekayaan Kepala BGN Nanik S Deyang Tembus Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Terbarunya 2026

Kekayaan Kepala BGN Nanik S Deyang Tembus Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Terbarunya 2026
Foto: Kekayaan Kepala BGN Nanik S Deyang Tembus Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Terbarunya 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S Deyang untuk menduduki posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini dilakukan guna menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai pimpinan di lembaga tersebut.

Nanik S Deyang menjadi satu-satunya pimpinan lama yang tetap dipertahankan dalam jajaran struktur baru badan tersebut. Keputusan ini diikuti dengan pencopotan dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Sonny Sanjaya serta Letnan Jenderal (Purnawirawan) Lodewyk Pusung.

Alasan Perombakan dan Struktur Baru BGN

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan mengenai latar belakang pergantian kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional tersebut. Menurutnya, pemilihan Nanik bertujuan untuk mengakselerasi serta memperbaiki jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah berharap dengan kepemimpinan yang baru, implementasi program strategis ini dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh sasaran dengan lebih baik. Langkah ini diambil setelah melalui proses pertimbangan yang cukup matang oleh pihak istana.

Berikut adalah rincian mengenai perubahan pimpinan di Badan Gizi Nasional yang telah diputuskan oleh Presiden:

  • Nanik Sudaryati Deyang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.
  • Agustina Arumsari ditunjuk sebagai salah satu Wakil Kepala BGN yang baru untuk mendampingi pimpinan.
  • Mayor Jenderal Trenggono juga diangkat menjadi Wakil Kepala BGN guna memperkuat koordinasi lembaga.
  • Sonny Sanjaya resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Kepala BGN.
  • Letnan Jenderal (Purn) Lodewyk Pusung turut dicopot dari kursi pimpinan struktural lembaga tersebut.

Perubahan struktur pimpinan ini diharapkan mampu membawa penyegaran dan peningkatan kualitas pelayanan di sektor pemenuhan gizi masyarakat. Penunjukan sosok-sosok baru tersebut diharapkan bisa langsung bersinergi dengan visi pemerintah saat ini.

Dalam keterangannya pada konferensi pers yang digelar Selasa (02/06/2026), Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa evaluasi telah dilakukan secara intensif. Pemantauan terhadap kinerja badan tersebut sudah berjalan kurang lebih selama 1,5 tahun terakhir.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tersebut, Presiden Prabowo akhirnya mengambil keputusan besar untuk merombak pimpinan BGN per Selasa, 2 Juni 2026. Fokus utamanya tetap pada kualitas pelaksanaan program gizi nasional yang sedang menjadi prioritas.

Informasi Harta Kekayaan Nanik S Deyang

Sebagai pejabat publik yang baru dilantik, profil dan laporan kekayaan Nanik S Deyang turut menjadi perhatian masyarakat. Informasi ini bersumber dari dokumen resmi yang dilaporkan kepada instansi terkait sesuai dengan aturan yang berlaku.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), berikut adalah profil singkat kekayaan Nanik Sudaryati Deyang:

Kategori Informasi Detail Keterangan
Tanggal Pelaporan LHKPN 17 Januari 2025
Jabatan Saat Melapor Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Total Nilai Kekayaan Rp6,3 Miliar
Status Jabatan Terbaru Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Total kekayaan sebesar Rp6,3 miliar tersebut dicatatkan Nanik saat ia mulai mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Data ini memberikan transparansi mengenai kondisi finansialnya di awal masa pengabdian pada pemerintahan.

Keputusan pergantian ini juga dipicu oleh dinamika yang terjadi pada pimpinan sebelumnya, di mana Dadan Hindayana tersandung masalah hukum. Hal ini menjadikan transisi kepemimpinan ke tangan Nanik S Deyang menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan organisasi.

Fokus Kinerja dan Rencana Mendatang

Meskipun terdapat perubahan besar di jajaran pimpinan, BGN mengklaim akan tetap fokus pada esensi utama tugas mereka. Fokus lembaga saat ini adalah meningkatkan kualitas distribusi makanan tanpa harus terburu-buru mengejar target kuantitas semata.

Pihak badan tersebut menyatakan bahwa peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar angka 82 juta penerima. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa setiap porsi yang diberikan memenuhi standar kesehatan yang layak.

Sementara itu, pimpinan baru lainnya seperti Mayjen TNI Trenggono dikabarkan telah menempuh langkah administratif untuk fokus pada tugas barunya. Ia disebut sudah mengajukan proses pensiun dari dinas militer agar bisa bekerja maksimal di Badan Gizi Nasional.

Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari tim pimpinan baru ini dalam mengelola anggaran dan logistik pemenuhan gizi nasional. Tantangan besar menanti Nanik S Deyang dan timnya untuk membuktikan bahwa perombakan ini membawa dampak positif bagi rakyat banyak.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sempat menyampaikan rasa keprihatinannya atas kasus yang menimpa pimpinan BGN sebelumnya. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan integritas pimpinan baru menjadi harapan besar bagi publik agar program pemerintah berjalan bersih.

Dengan dilantiknya Nanik S Deyang pada Senin depan, BGN diharapkan dapat langsung tancap gas menjalankan berbagai kebijakan strategis. Sinergi antara pimpinan baru dan staf ahli akan menjadi kunci keberhasilan program nasional yang ambisius ini.

Artikel terkait

Rekomendasi