JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (4/6/2026). Dalam acara tersebut, perusahaan memaparkan hasil kinerja untuk tahun 2025 serta strategi bisnis yang akan dijalankan pada tahun 2026 dengan fokus memperkuat diri sebagai bank syariah digital. Sepanjang tahun lalu, Bank Aladin Syariah menunjukkan pertumbuhan positif dalam berbagai indikator keuangan.
Sampai 31 Desember 2025, total aset Bank Aladin Syariah mencapai Rp 14,4 triliun, mengalami peningkatan sebesar 53,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Baca juga: Bank Aladin Syariah (BANK) Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Dampak Sosial. Ilustrasi PT Bank Aladin Syariah Tbk. Bank ini menawarkan produk Ala Deposito, dengan imbal hasil kompetitif hingga 9 persen per tahun melalui sistem bagi hasil (nisbah) sebesar 68 persen.
Laba bersih perusahaan mencapai Rp 150,7 miliar, meningkat sebesar 304,48 persen dari tahun sebelumnya. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10,4 triliun atau tumbuh 92,18 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran pembiayaan mencapai Rp 5,2 triliun, meningkat 9,58 persen dibandingkan tahun lalu.
Meskipun mengalami pertumbuhan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tetap stabil di angka 49,3 persen. Hingga akhir tahun 2025, jumlah nasabah mencapai 3,7 juta, meningkat 12,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Baca juga: Lebaran, Bank Aladin Syariah Sediakan Layanan Tarik Setor Tunai di 23.000 Gerai Alfa Group.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menyatakan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan peningkatan layanan digital, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem strategis perusahaan. Menurut Koko, “Bank Aladin Syariah memiliki performa positif di tahun 2025. Ini berkat pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang memudahkan akses perbankan nasabah.”
Menurutnya, perseroan akan terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah digital yang berfokus pada pertumbuhan bisnis sekaligus menyediakan layanan yang relevan dan inklusif bagi masyarakat. "Kami yakin bahwa memperluas akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem bisa menjadi kunci dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah dan ekonomi berkelanjutan di Indonesia," ujar Koko.
Perluas ekosistem layanan syariah
Dalam strategi pertumbuhan, Bank Aladin Syariah terus memperluas ekosistem layanan syariah dengan strategi offline-to-online (O2O) bersama mitra strategis. Kerjasama utama dilakukan dengan Alfa Group yang memiliki lebih dari 23.000 gerai minimarket di seluruh Indonesia. Melalui kerjasama ini, layanan perbankan syariah digital dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat.
Selain Alfa Group, perseroan juga menjalin kemitraan dengan mitra strategis lainnya seperti Flip melalui layanan Superflip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bank Aladin Syariah juga ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) pada 2025. Penempatan ini memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem keuangan syariah nasional.
Baca juga: Bank Aladin Syariah (BANK) Dukung Warteg Gratis Ramadan 2026, Siapkan 60.000 Paket Buka Puasa
```