JTPE Siap Tebar Dividen Rp31 per Saham, Cek Jadwal Resmi Cair ke Rekening 2026

JTPE Siap Tebar Dividen Rp31 per Saham, Cek Jadwal Resmi Cair ke Rekening 2026
Foto: JTPE Siap Tebar Dividen Rp31 per Saham, Cek Jadwal Resmi Cair ke Rekening 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) resmi mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp210,6 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total keuntungan yang diraih perusahaan sepanjang tahun tersebut.

Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp31 per lembar saham. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp24 per saham.

Direktur Keuangan JTPE, Lukito Budiman, menjelaskan bahwa sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana tersebut bakal digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat kapasitas produksi perusahaan.

Langkah ini sejalan dengan transformasi JTPE yang kini mulai fokus pada solusi keamanan digital. Keputusan pembagian laba ini telah disepakati dalam rapat umum pemegang saham yang digelar secara daring.

Pertumbuhan Kinerja Keuangan JTPE

Meski persentase rasio pembayaran dividen turun dari 70 persen menjadi 60 persen, nilai nominal yang diterima pemegang saham justru meningkat. Hal ini terjadi berkat lonjakan laba bersih perseroan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.

JTPE berhasil mencatatkan pendapatan tertinggi dalam sejarah perusahaan mencapai Rp2,8 triliun pada tahun 2025. Perolehan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 32 persen dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga melonjak tajam hingga 47,68 persen. Perusahaan berhasil mengantongi laba Rp351 miliar, naik dari posisi Rp237 miliar pada tahun 2024.

Kenaikan harga saham JTPE sebesar 3,25 persen ke level Rp635 pada perdagangan sesi pertama juga memperkuat posisi perseroan. Dengan harga saham tersebut, imbal hasil dividen atau dividend yield JTPE tercatat mencapai 4,8 persen.

Strategi Ekspansi dan Anggaran Capex 2026

Untuk menatap tahun 2026, JTPE telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar. Dana jumbo ini diprioritaskan untuk pembaruan dan modernisasi mesin-mesin produksi yang sudah ada.

Selain peremajaan mesin, anggaran tersebut juga akan mendukung perluasan penetrasi pasar di sektor keamanan digital. Fokus utama perusahaan meliputi teknologi biometrik, identitas digital, RFID, hingga tanda tangan elektronik.

Berikut adalah rencana alokasi dan strategi bisnis JTPE untuk tahun mendatang:

  • Melakukan modernisasi infrastruktur mesin produksi guna meningkatkan efisiensi kerja.
  • Memperkuat lini bisnis utama di sektor security printing dan dokumen keamanan negara.
  • Mengembangkan teknologi RFID melalui skema joint venture dengan mitra strategis.
  • Memperluas jangkauan layanan digital security seperti biometrik dan e-sign.

Proyek pengembangan RFID tersebut diprediksi mulai memberikan kontribusi pendapatan pada Juli 2026. Meskipun kontribusi awalnya diperkirakan baru sekitar 1 hingga 2 persen, potensi pertumbuhannya dinilai sangat besar.

Target dan Tantangan di Tengah Ketidakpastian Global

Manajemen JTPE tetap memasang target optimistis meski kondisi geopolitik global masih penuh ketidakpastian. Perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di atas 10 persen pada tahun 2026 mendatang.

Pendapatan perusahaan pada tahun 2026 diproyeksikan mampu menembus angka Rp3,06 triliun. Sektor keamanan seperti kartu pembayaran dan dokumen identitas diprediksi tetap menjadi tulang punggung utama pendapatan.

Ringkasan perbandingan data keuangan JTPE dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Keterangan Tahun 2024 Tahun 2025
Pendapatan Tahunan Rp2,12 Triliun Rp2,8 Triliun
Laba Bersih Rp237 Miliar Rp351 Miliar
Dividen per Saham Rp24 Rp31
Rasio Dividen (DPR) 70% 60%

Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun rasio pembayaran dividen menurun secara persentase, pertumbuhan laba yang pesat membuat nilai dividen per saham tetap meningkat secara riil.

Terkait risiko fluktuasi kurs rupiah dan kenaikan harga bahan baku impor, JTPE telah menyiapkan langkah mitigasi. Perusahaan menerapkan strategi lindung nilai atau hedging untuk menjaga stabilitas keuangan dari dampak volatilitas nilai tukar.

Lukito menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian ekonomi makro. Namun, dengan strategi hedging dan fokus pada segmen keamanan, JTPE yakin dapat mempertahankan performa positif di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi