PT Jasa Marga (Persero) Tbk. atau JSMR, melakukan perubahan pada komposisi komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam rapat tersebut, Nurul Ghufron diangkat sebagai komisaris baru. Sementara itu, di jajaran direksi, Andry Tanudjaja dipercaya menjabat posisi sebagai Wakil Direktur Utama Jasa Marga.
Juri Ardiantoro mengisi posisi sebagai Komisaris Utama. Adapun anggota dewan komisaris lainnya meliputi Syamsul Bachri Yusuf, Asrorun Ni’am Sholeh, dan Nurul Ghufron. Posisi komisaris independen diisi oleh Nachrowi Ramli, Tedi Kurniawan, dan Rudi Antariksawan.
Posisi Direktur Utama masih dipegang oleh Rivan Achmad Purwantono. Selain Andry Tanudjaja sebagai Wakil Direktur Utama, Reza Febriano diangkat sebagai Direktur Bisnis dan Yoga Tri Anggoro sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi.
Pramitha Wulanjani menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara itu, Fitri Wiyanti dipercaya sebagai Direktur Operasi, Yaya Ruhiya sebagai Direktur Layanan, serta Ari Respati mengisi posisi Direktur Pengembangan Usaha.
Susunan pengurus Jasa Marga yang baru setelah RUPS 2026 adalah sebagai berikut:- Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
- Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
- Komisaris: Asrorun Ni’am Sholeh
- Komisaris: Nurul Ghufron
- Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
- Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
- Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
Di sisi manajerial, penunjukan baru ini tidak mengubah operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan perseroan. Dalam laporan keuangan, Jasa Marga melaporkan pendapatan sebesar Rp29,8 triliun pada tahun 2025, turun 5,88% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp31,75 triliun.
Selain itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatat penurunan sebesar 19,27% menjadi Rp3,65 triliun, dari Rp4,53 triliun setahun sebelumnya.
Untuk total aset, Jasa Marga mencatatkan peningkatan dari Rp148,71 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp159,9 triliun pada akhir Desember 2025. Total liabilitas juga naik dari Rp89,8 triliun menjadi Rp97,6 triliun dalam kurun waktu yang sama. Di sisi lain, total ekuitas naik dari Rp58,8 triliun menjadi Rp62,3 triliun.