Iran Tolak Pindahkan Uranium ke Luar Negeri, Bantah Klaim AS Terbaru 2026

Iran Tolak Pindahkan Uranium ke Luar Negeri, Bantah Klaim AS Terbaru 2026
Foto: Iran Tolak Pindahkan Uranium ke Luar Negeri, Bantah Klaim AS Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim yang menyebutkan mereka bakal mengirimkan cadangan uranium yang diperkaya ke luar negeri. Penegasan ini muncul sebagai respons langsung terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim Iran telah setuju untuk menyerahkan material tersebut.

Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memastikan bahwa Teheran sama sekali tidak punya rencana untuk memindahkan uranium mereka ke negara ketiga. Pernyataan resmi ini disampaikan Azizi melalui wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, pada Jumat (29/5/2026).

Iran Teguh pada Prinsip Garis Merah

Azizi menekankan bahwa Iran tidak akan pernah goyah meski terus ditekan oleh berbagai retorika yang dilontarkan oleh Donald Trump. Menurutnya, ada beberapa prinsip utama atau "garis merah" yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak mana pun dalam proses negosiasi.

Daftar poin krusial yang menjadi garis merah bagi pihak Iran:

  • Hak kedaulatan untuk melakukan pengayaan uranium secara mandiri.
  • Kepemilikan penuh atas cadangan uranium yang telah berhasil diperkaya.
  • Wewenang dan kendali otoritas atas wilayah Selat Hormuz.
  • Tuntutan pencabutan seluruh sanksi internasional yang membelit ekonomi mereka.

Melalui unggahan di platform X, Azizi justru menilai Trump sedang terjebak dalam kebuntuan strategis. Ia menganggap Trump kerap berubah sikap antara memberikan ancaman keras dan berupaya keras untuk mencari jalan kesepakatan.

Polemik Uranium dan Gencatan Senjata

Saat ini, hubungan AS dan Iran sebenarnya dilaporkan tengah berada di ambang kesepakatan penting terkait perpanjangan gencatan senjata. Selain itu, pembicaraan mengenai pembukaan kembali akses Selat Hormuz juga dikabarkan mulai menunjukkan titik terang bagi kedua belah pihak.

Meski demikian, status kepemilikan uranium masih menjadi batu sandungan yang sangat berat dalam meja perundingan. Fokus utama diskusi saat ini tertuju pada sekitar 1.000 pon uranium yang tingkat kemurniannya telah mencapai angka 60 persen.

Kontradiksi Pernyataan Donald Trump

Di sisi lain, Donald Trump justru memberikan narasi yang sangat berbeda melalui akun media sosial Truth Social miliknya. Trump mengklaim bahwa "debu nuklir" tersebut akan segera dibawa ke Amerika Serikat untuk proses pemusnahan total secara resmi.

Beberapa opsi penghancuran uranium yang diusulkan oleh pihak Amerika Serikat:

Opsi Metode Detail Pelaksanaan
Pengiriman ke AS Uranium dibawa langsung ke wilayah Amerika Serikat untuk dihancurkan sepenuhnya.
Penghancuran di Lokasi Proses pemusnahan dilakukan langsung di Iran dengan koordinasi bersama pihak terkait.
Lokasi Alternatif Penghancuran dilakukan di tempat lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Trump juga menambahkan bahwa proses pemusnahan ini harus disaksikan langsung oleh Komisi Energi Atom atau lembaga setara lainnya. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan transparansi dan keamanan selama proses penghapusan material nuklir tersebut berlangsung.

Seorang pejabat senior di pemerintahan Trump turut memperkuat klaim tersebut dengan menyatakan bahwa Iran pada prinsipnya sudah setuju. Menurut sumber tersebut, saat ini para pejabat masih mengkaji secara mendalam mengenai mekanisme teknis pembuangan uranium tinggi tersebut.

Namun, Teheran hingga kini tetap konsisten pada pendirian awal bahwa mereka tidak mengejar pengembangan senjata nuklir. Mereka bersikeras bahwa cadangan uranium yang ada adalah hak kedaulatan negara yang tidak boleh dilepaskan begitu saja kepada pihak luar.

Artikel terkait

Rekomendasi