Instruksi Prabowo Soal Bahasa Asing Terbaru, Bakom Sebut Sangat Relevan di 2026

Instruksi Prabowo Soal Bahasa Asing Terbaru, Bakom Sebut Sangat Relevan di 2026
Foto: Instruksi Prabowo Soal Bahasa Asing Terbaru, Bakom Sebut Sangat Relevan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom memberikan tanggapan resmi mengenai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguasaan bahasa asing bagi generasi muda. Instansi ini menilai bahwa dorongan Kepala Negara agar siswa mempelajari berbagai bahasa internasional sangat krusial di tengah dinamika persaingan global yang kian ketat.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa pesan yang disampaikan Presiden Prabowo tersebut sangat relevan dengan visi kemajuan sebuah negara. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa global menjadi modal utama bagi individu maupun bangsa untuk berkembang di masa depan.

Qodari menjelaskan hal tersebut saat memberikan keterangan di Kantor Danantara pada Minggu, 31 Mei 2026. Ia menekankan bahwa dalam dunia yang semakin terhubung tanpa sekat, penguasaan bahasa menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing internasional.

Lebih lanjut, Qodari menyampaikan bahwa fokus penguasaan bahasa asing saat ini tidak lagi hanya terpaku pada bahasa Inggris semata. Ia mengamati bahwa saat ini banyak institusi pendidikan di tanah air yang sudah mulai mengintegrasikan bahasa Mandarin ke dalam kurikulum mereka.

Pernyataan Kepala Bakom RI terkait keragaman bahasa internasional yang perlu dikuasai:

  • Kemampuan bahasa Inggris tetap menjadi fondasi utama dalam komunikasi global.
  • Bahasa Mandarin kini semakin populer dan mulai banyak dipelajari di berbagai sekolah di Indonesia.
  • Bahasa Prancis menjadi tambahan baru yang ditekankan untuk memperluas jaringan diplomatik dan ekonomi.
  • Bahasa Portugis juga sempat disinggung dalam konteks penguatan kerja sama bilateral.

Menurut Qodari, berbagai bahasa yang disebutkan oleh Presiden Prabowo merupakan bahasa internasional yang memiliki peran strategis. Hal ini mencerminkan ambisi pemerintah untuk mencetak generasi yang mampu berkomunikasi secara luas di berbagai kawasan dunia.

Meskipun mendukung penuh arahan tersebut, Qodari enggan memberikan rincian lebih dalam mengenai aspek teknis implementasinya. Ia menegaskan bahwa segala bentuk pengaturan kurikulum dan metode pembelajaran merupakan otoritas penuh dari kementerian terkait.

Ia menjelaskan bahwa rincian mengenai bagaimana bahasa-bahasa tersebut akan diajarkan harus merujuk pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Bakom dalam hal ini berfungsi untuk menyelaraskan narasi komunikasi publik terkait kebijakan strategis presiden.

Instruksi Strategis Presiden Prabowo Subianto

Berdasarkan catatan dari berbagai pertemuan kenegaraan, Presiden Prabowo tercatat setidaknya telah dua kali menyampaikan instruksi penting mengenai pembelajaran bahasa asing ini. Momentum pertama terjadi saat menyambut kunjungan bilateral Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Jakarta pada Oktober 2025.

Pada pertemuan tersebut, tersiar kabar mengenai rencana masuknya bahasa Portugis ke dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin.

Instruksi terbaru dan paling menarik perhatian adalah perintah agar bahasa Prancis dipelajari di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Paris, pada akhir Mei 2026.

Berikut adalah ringkasan instruksi bahasa asing yang ditekankan oleh Presiden Prabowo dalam satu tahun terakhir:

Bahasa Asing Momentum Instruksi Tujuan Utama
Bahasa Portugis Pertemuan Bilateral dengan Presiden Brasil (23/10/2025) Penguatan hubungan diplomatik dan budaya dengan Brasil.
Bahasa Prancis Kunjungan Kenegaraan ke Istana Élysée (28/05/2026) Peningkatan kerjasama pendidikan dan hubungan bilateral di tingkat terbaik.
Bahasa Mandarin Pengembangan Kurikulum Nasional Menghadapi dominasi ekonomi global di kawasan Asia.

Tabel di atas merangkum bagaimana Presiden Prabowo mencoba mendiversifikasi kemampuan linguistik pelajar Indonesia guna mendukung diplomasi ekonomi. Setiap instruksi muncul sebagai hasil dari dialog tingkat tinggi dengan para pemimpin dunia lainnya.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menyatakan bahwa hubungan kedua negara saat ini sedang berada pada titik puncaknya. Ia meyakini bahwa kolaborasi di sektor pendidikan harus menjadi prioritas untuk mempertahankan momentum positif tersebut.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguasaan bahasa Prancis akan diberlakukan di semua tingkatan sekolah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki wawasan global yang lebih luas.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi beban kurikulum tambahan, melainkan sebagai investasi jangka panjang. Dengan menguasai bahasa Prancis, diharapkan akses pelajar Indonesia terhadap ilmu pengetahuan dan peluang karier di kancah internasional akan semakin terbuka lebar.

Bakom RI akan terus memantau perkembangan koordinasi antar-kementerian untuk memastikan instruksi presiden ini dapat terlaksana dengan efektif. Sinkronisasi antara kebijakan luar negeri dan sistem pendidikan nasional menjadi kunci keberhasilan program ambisius ini.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Kementerian Dikdasmen terkait jadwal penerapan dan ketersediaan tenaga pengajar bahasa asing tersebut. Harapannya, transformasi ini dapat membawa Indonesia semakin diperhitungkan dalam pergaulan dunia internasional di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi