Raudhah yang terletak di dalam Masjid Nabawi, Madinah, dipercaya oleh umat Islam sebagai lokasi yang sangat istimewa untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Mengingat kemuliaannya, banyak jemaah yang mempertanyakan jenis doa dan amalan apa saja yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika mendapatkan kesempatan berada di area suci tersebut.
Secara bahasa, istilah Raudhah memiliki arti taman, yang secara spesifik merujuk pada sebuah ruang di antara mimbar masjid dengan makam Nabi Muhammad SAW. Keberadaan lokasi ini memiliki kedudukan tinggi dalam sejarah Islam karena menjadi titik penting di dalam bangunan Masjid Nabawi yang asli di masa Rasulullah.
Keistimewaan Raudhah sebagai Taman Surga
Keagungan Raudhah bukan tanpa alasan, sebab sebuah hadis Nabi Muhammad SAW secara tegas menyebutkan bahwa area ini merupakan bagian dari taman-taman surga di dunia. Hal inilah yang memicu ribuan jemaah haji maupun umrah dari seluruh penjuru dunia untuk berupaya keras agar bisa beribadah dan bersujud di tempat yang sangat terbatas tersebut.
Di lokasi yang penuh keberkahan ini, para jemaah dapat melaksanakan berbagai macam amalan sunah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Selain melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid sebagai bentuk penghormatan, jemaah juga sangat disarankan untuk memperbanyak lantunan doa serta zikir.
Panduan Doa yang Dianjurkan di Raudhah
Mengingat Raudhah dikenal luas sebagai tempat paling mustajab atau dikabulkannya doa, para ulama memberikan tuntunan mengenai bacaan yang sebaiknya diucapkan. Berdasarkan referensi dari buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, terdapat beberapa teks doa utama yang bisa diamalkan.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah: Bismillah wa'alaa millati rasulillaahi. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj'al lii min ladunka sulthaana nashiiraa. Allaahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammadin wa'alaa aali sayyidina Muhammadin, waghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika wa adkhilni fiihaa yaa arhamar raahimiin.
Doa tersebut mengandung permohonan agar seseorang dimasukkan dan dikeluarkan dari suatu urusan dengan cara yang benar serta mendapatkan pertolongan langsung dari sisi Allah SWT. Selain itu, kalimat tersebut juga berisi selawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, permohonan ampunan atas segala dosa, serta harapan agar pintu rahmat Tuhan senantiasa terbuka lebar.
Salam Penghormatan kepada Rasulullah
Selain doa permohonan pribadi, jemaah juga dianjurkan untuk membacakan salam penghormatan yang panjang dan khidmat kepada Nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya. Bacaan ini diawali dengan: Assalamu 'alaika Ya Rasullallah, assalamu 'alaika Ya Nabiyallah, assalamu 'alaika Ya Khiyaratallah, assalamu 'alaika Ya Habiballah, assalamu 'alaika Ya Sayyidal Mursalin wa Khataman Nabiyyin.
Lanjutan dari salam tersebut mencakup doa bagi keluarga, istri-istri Nabi, serta seluruh sahabat yang telah berjasa dalam memperjuangkan agama Islam di masa awal. Ucapan ini juga mencerminkan kesaksian iman jemaah bahwa Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan risalah kenabian dengan sempurna dan menjalankan amanah dakwah secara penuh kepada seluruh umat manusia.
Terakhir, jemaah dapat menutup rangkaian doa tersebut dengan memohonkan wasilah dan keutamaan bagi Rasulullah agar ditempatkan pada posisi yang terpuji sebagaimana janji Allah. Selawat Ibrahimiyah juga disertakan sebagai bentuk pengagungan yang sempurna, mengakui bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam semesta.