Rumah mode terkemuka asal Italia, Prada, kembali menunjukkan taringnya dalam dunia inovasi fesyen dengan merambah ke sektor luar angkasa. Baru-baru ini, mereka memperkenalkan koleksi pakaian dalam khusus yang dirancang sebagai pelapis baju astronot NASA untuk misi mendatang.
Langkah strategis ini semakin memperkuat ambisi Prada untuk menjadi merek fesyen mewah pertama yang menancapkan pengaruhnya di industri antariksa global. Proyek ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan mereka pada tahun 2024 saat merancang baju astronot untuk misi orbit Bumi.
Rencananya, pakaian hasil kolaborasi ini akan digunakan dalam misi Artemis 3 NASA yang dijadwalkan meluncur pada 2027 mendatang. Selain itu, desain canggih tersebut juga dipersiapkan untuk misi pendaratan manusia di bulan melalui program Artemis 4 pada tahun 2028.
Kepala Pemasaran Prada, Lorenzo Bertelli, menyampaikan pernyataan resminya dalam sebuah acara yang digelar di gerai Prada di Manhattan. Ia menegaskan bahwa perusahaannya memiliki kapabilitas serta pengetahuan yang sangat luas untuk proyek-proyek skala besar seperti ini.
Kolaborasi Teknologi dan Kemewahan
Pakaian dalam astronot ini memiliki potongan yang sangat presisi atau tight-fit agar nyaman saat digunakan di balik baju pelindung utama. Dalam pengembangannya, Prada bekerja sama dengan Axiom Space, sebuah perusahaan infrastruktur luar angkasa terkemuka yang berbasis di Houston.
Produk pendingin tubuh ini memiliki fitur istimewa berupa tabung ventilasi yang dirajut secara khusus langsung ke dalam serat pakaian. Teknologi ini memastikan suhu tubuh astronot tetap terjaga dengan stabil selama menjalankan misi yang berat di luar angkasa.
Jonathan Cirtain selaku CEO Axiom Space menambahkan bahwa keahlian dalam menciptakan perlengkapan eksplorasi bisa datang dari industri mana saja. Menurutnya, kolaborasi dengan industri fesyen yang tampak tidak berhubungan justru memberikan perspektif baru yang sangat berharga.
Peluncuran inovasi ini dilakukan di tengah kondisi ekonomi global yang cukup menantang bagi sektor barang-barang mewah. Setelah sempat bangkit dari dampak pandemi, industri ini kembali menghadapi gangguan akibat ketegangan geopolitik yang memengaruhi tren perjalanan dunia.
Ada dua faktor utama yang mendasari keputusan strategis Prada untuk merambah industri eksplorasi luar angkasa:
- Akses Konsumen Elit: Menjangkau kalangan super kaya yang memiliki minat besar dan kemampuan finansial untuk melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa.
- Reputasi Avant-Garde: Menyelaraskan citra merek dengan pemikiran yang progresif, futuristik, dan selalu berada di garis depan perkembangan teknologi dunia.
Langkah Prada ini dinilai sebagai kemitraan nyata yang melampaui sekadar inspirasi desain menurut Thomai Serdari, profesor pemasaran di Universitas New York. Ia melihat Prada sangat cerdik memanfaatkan momentum perkembangan pariwisata luar angkasa yang kini sedang naik daun.
Persaingan Merek Mewah di Orbit Bumi
Industri pariwisata antariksa yang dipelopori oleh Blue Origin milik Jeff Bezos dan SpaceX milik Elon Musk memang tengah menjadi sorotan. Eksplorasi ruang angkasa yang kembali aktif dinilai akan terus menarik perhatian publik dan calon konsumen kelas atas di masa depan.
Kepala Global Barang Mewah di Bernstein, Luca Solca, menyebutkan bahwa menjaga relevansi adalah kunci utama bagi merek papan atas. Tampil dalam misi-misi bersejarah seperti ini memastikan merek tersebut tetap terlihat eksklusif dan selalu dibicarakan oleh masyarakat dunia.
Selain Prada, beberapa merek perlengkapan olahraga juga telah memulai langkah serupa dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mulai menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan penerbangan luar angkasa untuk menguji teknologi material terbaru mereka.
Beberapa merek lain yang tercatat mulai mengeksplorasi pasar teknologi luar angkasa antara lain sebagai berikut:
- Under Armor: Berkolaborasi dengan Virgin Galactic untuk menciptakan setelan khusus bagi penumpang penerbangan luar angkasa komersial.
- Columbia Sportswear: Bekerja sama dengan Intuitive Machines dalam pengembangan teknologi kain yang mampu bertahan di lingkungan ekstrim.
- Monse: Merancang baju antariksa yang digunakan dalam misi Blue Origin yang seluruh krunya adalah perempuan.
Meskipun persaingan semakin ketat, menjadi pelopor tetap menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi sebuah merek mewah. Thomai Serdari mencatat bahwa kompetitor besar seperti Louis Vuitton, Hermès, dan Chanel kemungkinan besar juga tengah mengincar pasar yang sama.
Sentuhan Modis dalam Misi Luar Angkasa
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah misi Blue Origin yang membawa kru perempuan, termasuk penyanyi Katy Perry dan Lauren Sanchez. Dalam misi sub-orbital tersebut, para kru tampil modis dengan baju antariksa yang dirancang oleh rumah mode Monse.
Baju tersebut dirancang oleh Fernando Garcia dan Laura Kim dengan menggunakan bahan neoprene elastis yang memiliki sifat tahan api. Desainnya dibuat lebih ramping dan feminin untuk menunjukkan bahwa fungsionalitas sains tetap bisa berjalan beriringan dengan estetika fesyen.
Lauren Sanchez melalui akun media sosialnya sempat membagikan pengalaman mengenakan pakaian tersebut bersama Jeff Bezos. Ia merasa desain seragam tersebut sangat elegan dan memberikan "bumbu" tersendiri bagi pengalaman mereka menjelajahi luar angkasa.
Prada dan merek-merek lainnya kini tidak hanya sekadar membuat pakaian, tetapi juga cara baru dalam mengekspresikan diri melalui sains. Transformasi ini membuktikan bahwa batas antara teknologi tinggi dan kemewahan kini semakin tipis dan saling melengkapi satu sama lain.
Berikut adalah ringkasan keterlibatan berbagai merek dalam industri luar angkasa yang telah diumumkan ke publik:
| Merek Fesyen | Mitra Kolaborasi | Fokus Proyek |
|---|---|---|
| Prada | NASA & Axiom Space | Baju Astronot Artemis & Pakaian Pendingin |
| Under Armor | Virgin Galactic | Pakaian Penumpang Wisata Luar Angkasa |
| Columbia | Intuitive Machines | Teknologi Kain Tahan Cuaca Ekstrim |
| Monse | Blue Origin | Desain Baju Antariksa Feminin & Estetik |
Data di atas menunjukkan bagaimana tren fesyen luar angkasa bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan industri yang nyata. Setiap merek berusaha menonjolkan keunggulan teknologi material mereka masing-masing untuk menarik minat para petualang luar angkasa di masa depan.