Bahaya bagi Konsumen, Rohto Tarik Sampo Selsun Temuan BPOM dari Pasar

Bahaya bagi Konsumen, Rohto Tarik Sampo Selsun Temuan BPOM dari Pasar
Foto: Ilustrasi Bahaya bagi Konsumen, Rohto Tarik Sampo Selsun Temuan BPOM dari Pasar.
Ukuran teks

PT Rohto Laboratories Indonesia secara resmi telah mengambil langkah tegas untuk menarik seluruh produk sampo Selsun yang terindikasi mengandung bahan berbahaya sesuai dengan temuan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Keputusan ini muncul setelah BPOM melakukan pengawasan rutin pada triwulan pertama tahun 2026 dan mengidentifikasi adanya sebelas produk kosmetik di pasaran yang mengandung zat terlarang.

Berdasarkan hasil uji laboratorium otoritas pengawas tersebut, dua varian spesifik yakni Selsun 7 Flowers dan Selsun 7 Herbal terbukti mengandung cemaran senyawa 1,4-dioksan yang kadarnya melampaui ambang batas aman. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan tanggung jawab kepada konsumen, pihak perusahaan menyatakan telah menarik seluruh batch dari kedua varian produk tersebut dari berbagai jaringan distribusi di Indonesia.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pada Jumat (8/5), manajemen mengungkapkan bahwa proses penarikan produk yang bermasalah tersebut saat ini telah mencapai angka keberhasilan lebih dari 96 persen. Setelah seluruh produk berhasil dikumpulkan dari pasar, PT Rohto Laboratories berencana untuk segera melakukan pemusnahan total terhadap stok Selsun 7 Flowers dan Selsun 7 Herbal tersebut.

Pihak produsen sebenarnya mengklaim bahwa sebelum dipasarkan, seluruh lini produk Selsun telah melalui pengujian ketat di laboratorium independen yang terakreditasi dan dinyatakan memenuhi syarat keamanan. Namun, hasil uji petik yang dilakukan oleh BPOM menunjukkan temuan yang bertolak belakang terkait kandungan senyawa berbahaya yang diduga memiliki potensi memicu penyakit kanker pada manusia.

Meskipun terdapat perbedaan hasil antara uji internal dan temuan otoritas, PT Rohto Laboratories menegaskan pihaknya sangat menghargai serta menghormati keputusan hukum yang ditetapkan oleh BPOM. Selain menarik produk, perusahaan juga memfasilitasi layanan customer care bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur penukaran atau penggantian produk yang terdampak.

Perusahaan sangat menyarankan agar konsumen segera menghentikan pemakaian varian Selsun 7 Flowers serta Selsun 7 Herbal dan segera menghubungi pusat layanan pelanggan untuk proses kompensasi. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan keamanan konsumen tetap terjaga di tengah peringatan serius yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait risiko kerusakan organ.

Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa temuan sebelas kosmetik berbahaya ini merupakan hasil dari pengawasan intensif yang dilakukan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Atas temuan zat pemicu kanker ini, BPOM telah mengambil tindakan administratif tegas berupa pencabutan izin edar serta penghentian sementara seluruh kegiatan operasional terhadap produk-produk terkait.

Instruksi tegas dari BPOM mencakup penghentian total pada jalur produksi, distribusi, hingga aktivitas impor kosmetik yang terbukti melanggar aturan keamanan kesehatan publik tersebut. Selain itu, otoritas juga melakukan penertiban menyeluruh pada fasilitas produksi serta sarana distribusi ritel guna melacak rantai peredaran produk berbahaya tersebut secara mendalam hingga ke akar.

Varian Produk Selsun Jenis Temuan Pelanggaran Status Penarikan Pasar
Selsun 7 Flowers Cemaran 1,4-dioksan melebihi batas (Potensi Kanker) Sudah ditarik (Proses pemusnahan)
Selsun 7 Herbal Cemaran 1,4-dioksan melebihi batas (Potensi Kanker) Sudah ditarik (Proses pemusnahan)

Data statistik menunjukkan bahwa komitmen perusahaan dalam menarik produk ini sudah hampir tuntas demi menjaga kepercayaan publik dan memenuhi standar keamanan nasional. BPOM terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap produk kosmetik yang beredar dan selalu memeriksa legalitas serta keamanan produk melalui aplikasi resmi pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi