Inflasi tahunan pada Mei 2026 tercatat menyentuh angka 3,08 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan inflasi April 2026 yang berada di level 2,42 persen.
Realisasi inflasi kali ini ternyata melampaui prediksi para pengamat ekonomi. Sebelumnya, konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan hanya akan berada di kisaran 2,97 persen.
Penyebab Utama Lonjakan Inflasi Mei 2026
Pudji Ismartini selaku Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor penggerak utama. Kelompok ini mencatatkan inflasi sebesar 4,94 persen dan memberikan andil paling besar.
Beberapa komoditas pangan dan kebutuhan pokok menjadi penyebab utama kenaikan harga di pasar. Berikut adalah daftar komoditas yang memberikan pengaruh besar terhadap inflasi tersebut:
Komoditas pangan dan kebutuhan dengan andil inflasi terbesar:
- Ikan segar dan beras
- Daging ayam ras dan minyak goreng
- Cabai rawit dan cabai merah
- Sigaret kretek mesin (SKM)
Kenaikan harga barang-barang tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat di berbagai daerah. Selain sektor pangan, kelompok perawatan pribadi juga turut mengalami tren kenaikan harga yang cukup tajam.
Pudji menambahkan bahwa dalam kelompok perawatan pribadi, emas perhiasan menjadi komoditas yang paling dominan mengalami inflasi. Hal ini sejalan dengan fluktuasi harga emas yang terus bergerak dinamis di pasar global.
Perbandingan Wilayah dan Laju Bulanan
Seluruh provinsi di Indonesia, yakni sebanyak 38 provinsi, dilaporkan mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Namun, tingkat kenaikan harga di setiap wilayah menunjukkan angka yang bervariasi.
Papua Barat tercatat sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Provinsi Lampung menjadi daerah dengan kenaikan harga yang paling terkendali.
Berikut adalah ringkasan data inflasi berdasarkan wilayah tertinggi dan terendah:
| Kategori Wilayah | Provinsi | Persentase Inflasi |
|---|---|---|
| Inflasi Tertinggi | Papua Barat | 5,94% |
| Inflasi Terendah | Lampung | 1,94% |
Data di atas menunjukkan adanya ketimpangan laju inflasi yang cukup lebar antar wilayah di Tanah Air. Jika menilik data secara bulanan, tekanan inflasi pada Mei 2026 juga terlihat cukup kuat.
Inflasi bulanan (month-to-month) pada Mei 2026 mencapai 0,28 persen. Angka ini meningkat dua kali lipat lebih jika dibandingkan dengan inflasi bulan April yang hanya sebesar 0,13 persen.
Laju inflasi bulanan ini juga melesat jauh dari estimasi para analis di Trading Economics. Sebelumnya, para ahli memperkirakan inflasi bulanan Indonesia hanya akan tumbuh tipis di level 0,14 persen.