Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Saham ASII hingga AMRT Melemah Mengejutkan di 2026

Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Saham ASII hingga AMRT Melemah Mengejutkan di 2026
Foto: Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Saham ASII hingga AMRT Melemah Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Performa Indeks Bisnis-27 mengalami tekanan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan hari Selasa, 26 Mei 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan jatuhnya harga saham sejumlah emiten besar seperti INCO, ASII, dan AMRT.

Berdasarkan laporan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi dengan harian Bisnis Indonesia ini mengawali hari di level 442,93. Sepanjang jam perdagangan, posisi indeks terus berfluktuasi dengan rentang gerak antara 435,90 hingga mencapai titik tertinggi di 445,23.

Kondisi pasar yang kurang bergairah terlihat dari komposisi pergerakan harga saham para konstituennya. Dari total 27 emiten yang terdaftar dalam indeks ini, mayoritas mencatatkan rapor merah pada akhir sesi perdagangan.

Hanya terdapat lima saham yang berhasil bertahan dan menguat di zona hijau. Sementara itu, dua saham lainnya terpantau stagnan, dan 20 saham sisanya terperosok ke zona merah.

Daftar Emiten yang Mengalami Pelemahan Signifikan

Penurunan tajam dipimpin oleh emiten pertambangan nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). Harga saham INCO melorot hingga 10,68 persen atau kehilangan 585 poin, sehingga berakhir di posisi Rp4.890 per lembar saham.

Langkah penurunan ini diikuti oleh raksasa otomotif PT Astra International Tbk. (ASII). Saham ASII mengalami koreksi sebesar 8,48 persen yang membuat harganya turun ke level Rp5.125 per saham.

Beberapa emiten lain yang turut memberikan beban pada pergerakan indeks antara lain:

  • Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang merosot 8,11 persen menuju level Rp1.190.
  • Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang mengalami penurunan 5,71 persen hingga ke posisi Rp330.
  • Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang juga melemah 4,03 persen dan parkir di level Rp476.

Meskipun mayoritas emiten melemah, terdapat beberapa saham yang menunjukkan performa positif sebagai penyeimbang. Penguatan ini dipimpin oleh saham sektor telekomunikasi dan konsumsi yang mampu melawan arus pasar.

Saham-Saham yang Berhasil Menguat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat menjadi salah satu penopang dengan kenaikan sebesar 5,46 persen. Harga saham perusahaan pelat merah ini melonjak hingga menyentuh angka Rp3.090 per lembar.

Selain Telkom, emiten perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) juga mencatatkan apresiasi sebesar 1,82 persen. Saham ini ditutup menguat pada level harga Rp4.480.

Sektor pertambangan batu bara juga memberikan kontribusi positif melalui PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). Emiten ini berhasil naik 1,43 persen dan berakhir di posisi Rp2.840 per saham.

Berikut adalah rangkuman performa saham-saham utama dalam Indeks Bisnis-27 pada perdagangan hari ini:

Kode Saham Harga Terakhir Perubahan (%) Status
INCO Rp4.890 -10,68% Melemah
ASII Rp5.125 -8,48% Melemah
AMRT Rp1.190 -8,11% Melemah
TLKM Rp3.090 +5,46% Menguat
CPIN Rp4.480 +1,82% Menguat
PTBA Rp2.840 +1,43% Menguat

Data di atas menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada beberapa saham blue-chip yang masuk dalam daftar indeks. Pelemahan tajam pada sektor nikel dan ritel menjadi faktor utama penekan indeks hari ini.

Kondisi IHSG dan Pasar Secara Keseluruhan

Tidak hanya Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau menutup hari di teritori negatif. IHSG mengakhiri sesi perdagangan pada level 6.130,19.

Penurunan IHSG ini tercatat sebesar 1,23 persen jika dibandingkan dengan posisi pembukaan perdagangan. Sentimen negatif menyebar secara luas di berbagai sektor saham sepanjang hari.

Statistik pasar menunjukkan terdapat 241 saham yang berhasil menguat di tengah gempuran aksi jual. Namun, jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan dengan 447 saham yang harganya berguguran.

Sementara itu, sebanyak 133 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia saat ini berada di kisaran Rp10.640 triliun.

Penurunan yang terjadi hari ini merupakan akumulasi dari sentimen global dan domestik yang memengaruhi psikologi investor. Para pelaku pasar nampaknya cenderung melakukan aksi ambil untung atau mengamankan aset di tengah ketidakpastian.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual beli saham. Segala bentuk keuntungan maupun risiko kerugian yang timbul dari keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Para investor disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil tindakan finansial di pasar modal. Dinamika pasar saham sangat cepat berubah dan memerlukan analisis yang mendalam setiap waktunya.

Artikel terkait

Rekomendasi