Museum Thainosaur di Bangkok kini menjadi rumah bagi rekonstruksi ukuran asli dari dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Spesies raksasa berleher panjang ini secara resmi dinamai Nagatitan chaiyaphumensis.
Melansir laporan dari AFP pada Jumat (15/5/2026), identitas spesies baru ini diumumkan setelah melalui proses penelitian panjang. University College London (UCL) turut memberikan penjelasan mendalam terkait latar belakang penamaan tersebut.
Asal-usul Nama dan Penemuan Fosil
Nama Nagatitan chaiyaphumensis merupakan kombinasi dari tiga unsur budaya dan geografis yang berbeda:
- Naga: Merujuk pada makhluk mitologi berbentuk ular dalam cerita rakyat masyarakat Asia Tenggara.
- Titan: Diambil dari sosok raksasa dalam mitologi Yunani untuk menggambarkan ukurannya yang masif.
- Chaiyaphum: Nama provinsi di timur laut Thailand yang menjadi lokasi awal penemuan fosil tersebut.
Nama ini mencerminkan identitas lokal sekaligus karakteristik fisik dari makhluk purba yang mendiami daratan Thailand jutaan tahun silam. Penemuan ini berawal dari laporan warga lokal sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Meski ditemukan sejak satu dekade silam, tim ahli baru berhasil menyelesaikan proses ekskavasi secara menyeluruh pada tahun 2024. Penelitian mengenai spesies ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.
Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun fosil ini memiliki kemiripan dengan kelompok sauropoda lainnya, terdapat ciri unik yang membedakannya. Karakteristik khusus tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk menetapkannya sebagai spesies baru.
Dimensi dan Karakteristik Fisik Nagatitan
Berdasarkan data yang dihimpun para ahli, berikut adalah rincian estimasi ukuran tubuh Nagatitan chaiyaphumensis:
| Kategori Data | Estimasi Ukuran |
|---|---|
| Panjang Tubuh | Mencapai 27 meter |
| Berat Badan | Sekitar 27 ton |
| Usia Fosil | 100 hingga 120 juta tahun |
Data di atas menunjukkan betapa raksasanya ukuran dinosaurus herbivora yang pernah hidup di wilayah Thailand ini. Bobot tubuhnya bahkan diperkirakan setara dengan berat sembilan ekor gajah Asia dewasa.
Thitiwoot Sethapanichsakul, peneliti utama dari Thailand, menjelaskan bahwa ukuran Nagatitan jauh melampaui dinosaurus terkenal lainnya. Ia menyebut hewan ini setidaknya 10 ton lebih berat dibandingkan Dippy si Diplodocus yang ikonik.
Sebagai informasi, Dippy adalah replika dinosaurus raksasa yang selama ini menjadi koleksi utama di Natural History Museum, London. Perbandingan ini menegaskan posisi Nagatitan sebagai raksasa baru di dunia paleontologi.
Julukan Titan Terakhir dari Asia Tenggara
Peneliti menjuluki Nagatitan chaiyaphumensis sebagai "Titan Terakhir" karena kondisi geologis tempat fosilnya ditemukan. Fosil ini berhasil diangkat dari formasi batuan yang tergolong muda bagi masa kehidupan dinosaurus di Thailand.
Thitiwoot mengungkapkan bahwa lokasi penemuan tersebut nantinya berubah menjadi lautan dangkal seiring berjalannya waktu. Hal ini menjadikannya salah satu sauropoda besar terakhir yang menghuni wilayah tersebut.
Eksistensi Nagatitan memberikan wawasan baru bagi ilmuwan mengenai ekosistem purba di Asia Tenggara. Penemuan ini juga menjadi bukti penting mengenai keberagaman hayati yang pernah ada sebelum perubahan kondisi lingkungan terjadi.