IHSG Turun Terus, CEO Danantara Ungkap Potensi Rebound yang Mengejutkan!

IHSG Turun Terus, CEO Danantara Ungkap Potensi Rebound yang Mengejutkan!
Foto: IHSG Turun Terus, CEO Danantara Ungkap Potensi Rebound yang Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, memberikan tanggapannya mengenai kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat ini, performa pasar modal Indonesia tengah menjadi sorotan karena mencatatkan penurunan terdalam dibandingkan bursa saham lainnya di dunia.

Rosan menegaskan bahwa kehadiran Danantara di pasar modal domestik memiliki orientasi investasi untuk jangka panjang. Ia optimistis karena kinerja fundamental perusahaan pelat merah atau BUMN masih menunjukkan pertumbuhan positif di angka dua digit.

Upaya Penguatan Kepercayaan Pasar

Pihak Danantara meyakini bahwa langkah penyempurnaan yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK akan memperkuat transparansi pasar. Hal ini disampaikan Rosan saat mengunjungi gedung BEI pada Selasa, 19 Mei 2026, guna meninjau kondisi pasar terkini.

Menurutnya, proses perbaikan tersebut merupakan kunci utama untuk membangun kembali kepercayaan investor terhadap bursa saham tanah air. Ia percaya bahwa fundamental yang kuat akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan bursa di masa depan.

Rosan menjelaskan bahwa dari sisi fundamental, harga saham-saham BUMN saat ini menawarkan imbal hasil atau yield yang sangat menarik. Untuk investasi jangka menengah dan panjang, potensi yield yang ditawarkan bahkan menyentuh angka 10 hingga 11 persen.

Besaran yield ini mengacu pada rasio dividen per saham jika dibandingkan dengan harga saham yang diperdagangkan saat ini. Menurutnya, angka tersebut menjadi daya tarik yang signifikan bagi para investor profesional.

Berikut adalah beberapa poin utama terkait prospek investasi di bursa saham domestik menurut Danantara:

  • Fokus investasi diarahkan pada pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar fluktuasi harian atau bulanan.
  • Kinerja emiten BUMN tetap solid dengan pertumbuhan laba yang mencapai dua digit.
  • Potensi dividen yang tinggi memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah koreksi harga.
  • Jumlah investor domestik yang telah mencapai 27 juta orang menjadi modal kuat bagi ketahanan pasar.

Indikator-indikator di atas menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang mengalami tekanan, kekuatan domestik tetap tumbuh secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rosan mengingatkan investor untuk tetap tenang dan melihat peluang di balik dinamika pasar.

Prospek Jangka Panjang yang Positif

Rosan menambahkan bahwa pergerakan naik dan turun dalam bursa saham adalah hal yang lumrah terjadi. Ia sepakat dengan pandangan Prof. Dasco bahwa perjalanan pasar modal Indonesia ke depan akan tetap berada pada jalur yang positif.

Target utamanya adalah pertumbuhan bursa secara menyeluruh, baik dari sisi jumlah emiten maupun basis investor. Dengan fundamental yang kuat dan yield yang tinggi, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang prospektif.

Tabel berikut merangkum perbandingan kondisi pasar saat ini dengan target jangka panjang Danantara:

Aspek Penilaian Kondisi Saat Ini Proyeksi Jangka Panjang
Performa IHSG Mengalami koreksi (terendah global) Pemulihan bertahap secara organik
Pertumbuhan BUMN Tumbuh positif dua digit Ekspansi dan peningkatan profitabilitas
Potensi Imbal Hasil (Yield) Berada di kisaran 10% - 11% Stabil dengan pembagian dividen rutin
Basis Investor Tercatat 27 juta investor Peningkatan literasi dan jumlah partisipan

Ringkasan data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara harga pasar saat ini dengan nilai fundamental yang sebenarnya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Kondisi inilah yang dinilai Danantara sebagai peluang investasi yang strategis.

Sebagai penutup, Rosan menekankan pentingnya edukasi kepada investor mengenai keunggulan fundamental perusahaan. Ia berharap publik tidak hanya terpaku pada fluktuasi jangka pendek, melainkan fokus pada nilai intrinsik perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi