Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memberikan tanggapannya mengenai kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut menjelaskan bahwa tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sebenarnya masih beriringan dengan penurunan yang dialami oleh bursa saham di wilayah regional.
Kiki menekankan bahwa kondisi bursa luar negeri bahkan ada yang merosot lebih dalam dibandingkan pasar domestik. Pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang berkecamuk di Timur Tengah, serta prediksi pasar terhadap kebijakan moneter yang cenderung ketat atau hawkish.
Dinamika Global dan Kebijakan Internal Pasar Modal
Kiki memaparkan hal tersebut saat mengunjungi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026. Menurutnya, pelemahan indeks ini tidak terlepas dari sentimen eksternal dan proyeksi ekonomi makro yang sedang berkembang pesat di kancah internasional.
Selain faktor geopolitik, penurunan tajam ini juga disebabkan oleh keputusan rebalancing indeks MSCI yang cukup berpengaruh bagi pasar saham tanah air. Dalam pengumuman terbarunya, MSCI memutuskan untuk mengeluarkan 6 emiten asal Indonesia dari kategori Global Standard dan 13 saham lainnya dari kategori Small Cap.
Beberapa faktor utama yang memicu koreksi IHSG baru-baru ini antara lain adalah:
- Ketegangan geopolitik internasional serta dampak berkelanjutan dari konflik di wilayah Timur Tengah.
- Ekspektasi para investor terhadap kebijakan moneter hawkish yang mungkin diambil oleh bank sentral global.
- Keputusan rebalancing MSCI yang mendepak sejumlah emiten besar dan kecil asal Indonesia dari indeks global mereka.
- Penyesuaian pasar yang masif setelah periode libur panjang akhir pekan yang baru saja berakhir.
Daftar tersebut mencerminkan kompleksitas tekanan yang sedang dihadapi oleh pasar modal Indonesia saat ini. Sentimen-sentimen ini berkontribusi pada posisi IHSG yang sempat tercatat sebagai indeks dengan kinerja paling lemah di dunia sepanjang tahun berjalan.
Kunjungan Pejabat Negara ke Bursa Efek Indonesia
Kedatangan Kiki ke gedung bursa pagi itu tidak sendirian, ia didampingi oleh sejumlah tokoh penting negara. Terlihat hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.
Kunjungan ini juga disambut langsung oleh jajaran direksi Bursa Efek Indonesia untuk membahas situasi terkini di pasar modal. Kiki menyampaikan apresiasinya atas perhatian serius yang diberikan oleh jajaran pimpinan DPR dan pengelola Danantara terhadap kondisi stabilitas ekonomi nasional.
Rincian mengenai tingkat penurunan indeks saham dalam beberapa periode terakhir adalah sebagai berikut:
| Periode Pengamatan | Persentase Penurunan | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Hari Pertama Pengumuman MSCI | 1,98% | Kategori penurunan dianggap masih moderat oleh OJK |
| Senin, 18 Mei 2026 | 1,85% | Terjadi tepat setelah periode libur panjang berakhir |
Tabel di atas menunjukkan data penurunan yang menurut otoritas masih dalam batas kewajaran. Kiki menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang masih terkendali di tengah ketidakpastian global.
Penyesuaian Menuju Fundamental Pasar
OJK menilai bahwa fluktuasi IHSG saat ini merupakan bentuk penyesuaian yang lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Fenomena ini dipandang sebagai dampak logis dari serangkaian program transformasi yang sedang dijalankan oleh OJK bersama manajemen Bursa Efek Indonesia.
Transformasi tersebut bertujuan untuk menciptakan pasar modal yang lebih sehat dan transparan bagi para investor. Kiki meyakini bahwa pergerakan indeks saat ini sudah mulai mendekati nilai asli atau fundamental dari emiten-emiten yang melantai di bursa.
Sebagai penutup, ia menambahkan bahwa fluktuasi IHSG secara relatif sudah sejalan dengan pergerakan berbagai indeks acuan internasional maupun domestik lainnya. Pergerakan ini terekam selaras dengan indeks MSCI, serta sub-indeks utama seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.