IHSG Tertekan, Yuk Intip Saham Pilihan yang Banyak Dicari!

IHSG Tertekan, Yuk Intip Saham Pilihan yang Banyak Dicari!
Foto: IHSG Tertekan, Yuk Intip Saham Pilihan yang Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam pada penutupan perdagangan Selasa (19/5). Indeks tercatat merosot hingga 3,46 persen dan parkir di level 6.370,68.

Beberapa saham berhasil menguat di tengah lesunya pasar, seperti Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melonjak 9,06 persen. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga turut menopang indeks dengan kenaikan masing-masing 4,12 persen dan 2,12 persen.

Namun, pelemahan signifikan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar tidak terhindarkan. Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,86 persen, sementara Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) masing-masing anjlok 14,77 persen dan 9,51 persen.

Dari sisi pergerakan modal, investor asing justru masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy). Nilai beli bersih tersebut mencapai Rp306,34 miliar di pasar reguler dan Rp260,12 miliar jika diakumulasikan dari seluruh pasar.

Analisis Sektor dan Pengaruh Pasar Global

Hampir seluruh sektor saham berakhir di zona merah dengan total 10 dari 11 sektor mengalami pelemahan. Sektor industri dasar (basic industry) terpukul paling parah dengan koreksi sebesar 7,30 persen.

Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mampu bertahan dan menguat sebesar 0,55 persen. Kondisi ini menunjukkan sentimen defensif investor di tengah ketidakpastian pasar yang meningkat.

Kelesuan ini juga sejalan dengan performa bursa saham Amerika Serikat yang berakhir melemah pada penutupan sebelumnya. Indeks Dow Jones merosot 0,65 persen ke level 49.363, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,67 persen dan 0,84 persen.

Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan pengumuman suku bunga acuan dari Bank Indonesia untuk periode Mei 2026. Konsensus pasar memprediksi adanya kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.

Langkah ini diperkirakan diambil guna merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat ini, posisi mata uang Garuda tercatat berada di kisaran Rp17.705 per dolar AS.

Aksi Korporasi Emiten: Rencana Buyback Saham

Di tengah kondisi pasar saat ini, Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback). Melalui BUMA Internasional Grup, perusahaan menyiapkan dana maksimal senilai US$6 juta atau setara Rp104,25 miliar.

Aksi korporasi ini bertujuan membeli hingga 320,77 juta saham atau sekitar 4,36 persen dari total modal disetor. Sumber dana yang digunakan sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan.

Selain DOID, Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) juga berencana melakukan langkah serupa dengan mengalokasikan dana maksimal Rp100 miliar. Perusahaan membatasi jumlah pembelian hingga 20 persen dari modal ditempatkan atau sekitar 333,33 juta lembar saham.

Berikut adalah ringkasan rencana aksi korporasi buyback saham dari kedua emiten tersebut:

Detail Rencana Delta Dunia Makmur (DOID) Estika Tata Tiara (BEEF)
Alokasi Dana Maksimal US$6 Juta Maksimal Rp100 Miliar
Jumlah Saham ±320,77 Juta Lembar (4,36%) ±333,33 Juta Lembar (4,10%)
Harga Maksimal Sesuai Harga Pasar Rp300,60 per Saham
Periode Pelaksanaan Hingga 24 Juni 2027 19 Mei 2026 - 18 Mei 2027

Kedua perusahaan tersebut optimis bahwa langkah buyback ini dapat menjaga stabilitas harga saham di pasar. Keputusan final aksi korporasi ini akan bergantung pada persetujuan para pemegang saham dalam rapat mendatang.

Kinerja Keuangan dan Target ABM Investama

ABM Investama Tbk (ABMM) melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal I-2026 dengan perolehan laba bersih sebesar US$14,88 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 30,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan perseroan juga terkontraksi 10,94 persen menjadi US$222,65 juta secara tahunan. Manajemen mengungkapkan bahwa lonjakan harga BBM akibat konflik geopolitik menjadi tantangan utama yang menekan biaya operasional.

Meskipun demikian, ABMM terus berupaya mengoptimalkan aset tambang batu baranya di berbagai wilayah. Fokus jangka pendek perusahaan adalah memulai operasional tambang di Kalimantan Tengah dan mengoptimalkan cadangan di Aceh.

Rekomendasi Saham Pilihan

Bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang di tengah fluktuasi pasar, terdapat beberapa saham yang layak dipantau. Berikut adalah beberapa rekomendasi teknikal untuk perdagangan hari ini.

Daftar rekomendasi saham pilihan beserta target harga dan batas pengaman risiko:

  • TLKM (Telkom Indonesia): Beli di area 3020-3050, Target Profit 3120-3160, Stop Loss 2850.
  • ASPR: Beli di area 452-456, Target Profit 468-480, Stop Loss 428.
  • MYOR (Mayora Indah): Beli di area 1800-1815, Target Profit 1840-1865, Stop Loss 1705.
  • SMIL: Beli di area 292-296, Target Profit 304-310, Stop Loss 278.
  • AMRT (Sumber Alfaria Trijaya): Beli di area 1425-1435, Target Profit 1465-1500, Stop Loss 1305.

Seluruh analisis dan rekomendasi saham di atas hanya bersifat sebagai referensi tambahan bagi pembaca. Keputusan untuk melakukan transaksi jual maupun beli sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi setiap investor.

Artikel terkait

Rekomendasi