IHSG Sesi I Melaju Kencang, Saham Blue Chip Ini Ternyata Paling Banyak Dicari Asing 2026

IHSG Sesi I Melaju Kencang, Saham Blue Chip Ini Ternyata Paling Banyak Dicari Asing 2026
Foto: IHSG Sesi I Melaju Kencang, Saham Blue Chip Ini Ternyata Paling Banyak Dicari Asing 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang cukup impresif sepanjang sesi pertama perdagangan hari Selasa, 2 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau meskipun terdapat aksi jual bersih oleh investor luar negeri.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat sebesar 91,48 poin atau melonjak sekitar 1,49 persen ke level 6.218,86. Dari sisi partisipasi pasar, sebanyak 347 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 338 saham melemah dan 274 lainnya tetap stagnan.

Aktivitas perdagangan sepanjang sesi ini tergolong sangat dinamis dengan total nilai transaksi yang menembus angka Rp14,81 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 16,03 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,53 juta kali frekuensi transaksi.

Dinamika Transaksi Investor Asing

Investor asing mencatatkan nilai pembelian sebesar Rp5,4 triliun, namun diimbangi dengan nilai penjualan yang mencapai Rp5,8 triliun. Kondisi ini menghasilkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp354,2 miliar di tengah naiknya kapitalisasi pasar menjadi Rp10.938 triliun.

Berikut adalah daftar saham yang menjadi fokus utama pembelian oleh investor asing selama sesi pertama :

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Menjadi primadona dengan volume 60,5 juta saham senilai Rp121,0 miliar.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Mencatatkan pembelian sebanyak 94,9 juta saham dengan nilai Rp74,5 miliar.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Berada di posisi ketiga dengan transaksi senilai Rp73,3 miliar.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Saham perbankan ini dikoleksi sebanyak 12,0 juta saham senilai Rp69,9 miliar.
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Ritel ini mencatat nilai pembelian asing sebesar Rp65,8 miliar.

Selain daftar di atas, investor asing juga melirik saham sektor komoditas dan energi. Beberapa di antaranya meliputi saham ANTM dengan nilai Rp28,9 miliar serta MEDC dan IMPC yang masing-masing mencatatkan pembelian sekitar Rp9,5 miliar.

Daftar Lengkap Saham Paling Banyak Diborong

Rincian data transaksi beli oleh investor luar negeri dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Kode Saham Nama Emiten Estimasi Nilai Beli
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk Rp121,0 Miliar
CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk Rp74,5 Miliar
AMMN Amman Mineral Internasional Tbk Rp73,3 Miliar
BBCA Bank Central Asia Tbk Rp69,9 Miliar
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Rp65,8 Miliar

Tabel tersebut merangkum lima emiten teratas yang paling banyak mendapatkan suntikan dana dari pemodal asing. Mayoritas saham yang diburu berasal dari sektor energi, infrastruktur, dan perbankan kelas atas.

Saham yang Banyak Dilepas Asing

Di sisi lain, saham PT Astra International Tbk (ASII) justru menjadi target utama aksi jual oleh investor asing. Volume penjualannya terpantau mencapai 24,8 juta lembar saham dengan taksiran nilai sebesar Rp120,6 miliar.

Beberapa saham unggulan lainnya yang masuk dalam daftar jual bersih asing antara lain :

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Tertekan aksi jual senilai Rp77,1 miliar.
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): Mencatatkan nilai penjualan asing mencapai Rp69,2 miliar.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Dilepas asing dengan total nilai Rp64,2 miliar.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Mengalami tekanan jual sebesar Rp64,1 miliar.
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Mencatatkan penjualan senilai Rp46,7 miliar.

Sektor perbankan dan telekomunikasi juga tidak luput dari aksi profit taking atau ambil untung oleh investor global. Saham BBNI dilepas senilai Rp30,9 miliar, sementara saham TLKM mencatat penjualan sebesar Rp32,2 miliar pada periode yang sama.

Penutupan sesi pertama ini memberikan gambaran optimisme pasar domestik yang tetap kuat meski tekanan jual asing masih membayangi. Para pelaku pasar kini menantikan pergerakan IHSG pada sesi kedua untuk melihat arah tren selanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi