IHSG Hari Ini Naik 1,11% ke Zona Hijau, Investor Soroti Sektor Terbaru 2026

IHSG Hari Ini Naik 1,11% ke Zona Hijau, Investor Soroti Sektor Terbaru 2026
Foto: IHSG Hari Ini Naik 1,11% ke Zona Hijau, Investor Soroti Sektor Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini dengan performa positif yang cukup signifikan. Indeks berhasil parkir di zona hijau setelah menguat sebesar 1,11 persen atau bertambah 68,05 poin ke posisi 6.195,43.

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat sangat dinamis dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp25,46 triliun. Volume saham yang berpindah tangan pun cukup besar, yakni mencapai 31,18 miliar lembar saham.

Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, dinamika pergerakan saham individu justru didominasi oleh koreksi harga. Tercatat sebanyak 387 saham melemah, sementara hanya 281 saham yang menguat dan 149 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Kondisi ini juga terlihat pada pergerakan sektoral di mana tujuh dari sebelas sektor justru berakhir di zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling terpuruk dengan pelemahan tajam hingga 3,33 persen.

Di sisi lain, sektor energi tampil sebagai penyelamat indeks dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,61 persen. Kenaikan di sektor ini membantu IHSG untuk tetap bertahan di tren positif sepanjang hari perdagangan.

Saham LQ45 Penopang Indeks

Lonjakan IHSG kali ini mendapat dukungan kuat dari performa luar biasa beberapa emiten besar yang tergabung dalam indeks LQ45. Beberapa saham papan atas bahkan berhasil mencatatkan kenaikan harga di atas 15 persen dalam satu hari.

Berikut adalah daftar saham penghuni LQ45 yang mengalami lonjakan harga paling signifikan hari ini:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Mencatatkan kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan harga mencapai 24,60 persen.
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Menyusul di posisi kedua dengan kenaikan harga sebesar 20 persen.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Mengalami apresiasi nilai saham sebesar 17,88 persen ke level Rp3.890.

Kenaikan drastis pada tiga saham unggulan tersebut menjadi faktor dominan yang mendorong IHSG tetap kokoh meski mayoritas saham lainnya melemah.

Analisis Teknikal dan Pasar Regional

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal posisi IHSG saat ini cukup menjanjikan. Indeks terpantau bertahan di atas level MA5 dengan indikator MACD yang menunjukkan tanda-tanda penguatan lanjutan.

Dengan posisi Stochastic RSI yang mulai bergerak menuju area pivot, IHSG diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan. Pelaku pasar optimis indeks akan kembali menguat pada perdagangan hari Rabu mendatang.

Sentimen positif juga datang dari bursa saham di kawasan Asia Pasifik yang mayoritas kompak bergerak menguat. Indeks Hang Seng memimpin penguatan sebesar 2,52 persen, disusul oleh PCOMP Filipina yang naik 1,95 persen.

Kondisi serupa terjadi pada indeks SET Thailand yang tumbuh 1,02 persen dan TWSE Taiwan sebesar 0,48 persen. Namun, bursa Malaysia atau FBMKLCI menjadi pengecualian dengan mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,11 persen.

Kondisi Nilai Tukar Rupiah

Berbanding terbalik dengan kondisi di pasar saham, nilai tukar rupiah justru kembali mengalami tekanan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melemah sebesar 0,19 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Pelemahan ini membawa rupiah bertengger di posisi Rp17.839 per dolar AS. Sejak awal tahun, nilai tukar rupiah tercatat sudah terdepresiasi cukup dalam hingga mendekati angka 7 persen.

Tabel Ringkasan Pergerakan Pasar:

Instrumen Pasar Nilai/Level Perubahan (%)
IHSG 6.195,43 +1,11%
Nilai Transaksi Rp25,46 Triliun -
Kurs Rupiah Rp17.839/US$ -0,19%
Sektor Energi - +1,61%
Sektor Transportasi - -3,33%

Tabel di atas merangkum bagaimana dinamika pasar modal dan pasar valuta asing bergerak saling bertolak belakang pada hari ini. Di saat indeks saham utama melonjak, stabilitas nilai tukar justru masih menjadi tantangan bagi perekonomian domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi