IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,11%, Saham Konglomerat Terbaru Banyak Dicari 2026

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,11%, Saham Konglomerat Terbaru Banyak Dicari 2026
Foto: IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,11%, Saham Konglomerat Terbaru Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Selasa (2/6/2026) dengan performa positif. Indeks kebanggaan bursa domestik ini melonjak 68,05 poin atau setara 1,11% ke posisi 6.195,43.

Walaupun berakhir di zona hijau, penguatan IHSG sebenarnya sempat menyusut dibandingkan sesi pagi. Pada awal perdagangan, indeks bahkan sempat melesat hingga 2,23% sebelum akhirnya sedikit melandai.

Sepanjang hari, IHSG bergerak stabil di jalur penguatan pada rentang 6.143,63 hingga 6.264,26. Tercatat sebanyak 295 saham mengalami kenaikan harga, sementara 410 saham melemah dan 254 saham lainnya jalan di tempat.

Peningkatan ini juga mengerek nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia. Saat ini, total kapitalisasi pasar berada di angka Rp10.895 triliun.

Dominasi Saham Konglomerat dan Sektor Utilitas

Berdasarkan data Refinitiv, sektor utilitas menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan drastis sebesar 16,11%. Kebangkitan saham-saham milik konglomerat besar yang sebelumnya sempat tertekan menjadi pemicu utama fenomena ini.

Daftar saham yang mendominasi nilai transaksi perdagangan hari ini:

  • Chandra Asri Pacific (TPIA)
  • Barito Pacific (BRPT)
  • Amman Mineral (AMMN)
  • Barito Renewables Energy (BREN)
  • Petrosea (PTRO)

Kelima emiten tersebut berkontribusi lebih dari 70% terhadap total transaksi harian pasca libur panjang. Beberapa di antaranya bahkan mencatatkan kenaikan harga yang sangat signifikan.

Saham BREN melesat 24,85% hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dan menyumbang 30,25 poin bagi IHSG. Sementara itu, AMMN dan DSSA juga memberikan kontribusi besar masing-masing 17,93 poin dan 10,85 poin.

Tidak hanya saham konglomerasi, barisan perbankan kelas kakap turut menyokong indeks. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) kompak memberikan sumbangsih poin yang cukup besar.

Sentimen Pasar dan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Di balik penguatan tersebut, terdapat beberapa saham yang justru menjadi pemberat atau laggard. Telkom Indonesia (TLKM), DCI Indonesia (DCII), dan Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) tercatat menahan laju IHSG lebih tinggi lagi.

Para pelaku pasar saat ini tengah fokus memantau rilis data makroekonomi utama pada pekan pertama Juni 2026. Selain faktor domestik, kondisi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi perhatian investor.

Kabar baik juga datang dari pasar valuta asing hari ini. Mata uang Rupiah berhasil bangkit dan menguat terhadap dolar AS, memutus tren pelemahan yang terjadi selama lima hari berturut-turut.

Ringkasan pergerakan mata uang dan pasar hari ini:

Indikator Nilai/Posisi Perubahan (%)
IHSG 6.195,43 +1,11%
Nilai Tukar Rupiah Rp17.830/US$ +0,20%
Indeks Dolar (DXY) 99,081 -0,12%

Data di atas menunjukkan bahwa Rupiah berhasil ditutup menguat tipis ke level Rp17.830 per dolar AS. Meskipun sempat bergerak volatil di awal sesi, mata uang Garuda mampu berbalik arah menuju zona hijau hingga akhir perdagangan.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini memberikan ruang bagi Rupiah untuk bernapas di tengah tekanan ketidakpastian global.

Artikel terkait

Rekomendasi