IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.208, Saham CUAN dan BRPT Paling Banyak Dicari 2026

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.208, Saham CUAN dan BRPT Paling Banyak Dicari 2026
Foto: IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.208, Saham CUAN dan BRPT Paling Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Selasa, 26 Mei 2026, dengan tren positif meski tercatat menguat tipis. Berdasarkan data bursa, indeks naik sebesar 0,03 persen dan parkir di level 6.208,45 sesaat setelah bel pembukaan berbunyi.

Kenaikan tipis ini diwarnai oleh performa apik sejumlah saham milik konglomerat ternama di Indonesia. Emiten seperti CUAN, BRPT, dan DEWA menjadi motor penggerak utama yang terlihat melaju kencang di zona hijau pada sesi pagi ini.

Rincian Pergerakan Saham di Bursa Efek Indonesia

Hingga pukul 09.03 WIB, dinamika pasar modal Indonesia menunjukkan mayoritas saham masih mampu bergerak secara variatif. Sebanyak 326 saham terpantau menguat, sementara 172 saham lainnya melemah, dan 461 saham masih stagnan di posisi yang sama.

Pada jajaran saham unggulan atau indeks LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tampil sebagai pemimpin kenaikan dengan lonjakan harga hingga 5,97 persen. Saham ini berhasil menyentuh angka Rp515 per lembar saham di awal transaksi pagi.

Daftar emiten yang mencatat kenaikan harga signifikan pada sesi pertama perdagangan pagi ini:

  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mengalami kenaikan sebesar 4,05 persen ke posisi Rp1.540 per saham.
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turut menguat 2,29 persen dan kini berada di level Rp358.
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) terpantau merangkak naik 1,54 persen ke harga Rp660.
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) ikut menguat sebesar 1,53 persen hingga menyentuh Rp398.
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,37 persen dan saat ini dibanderol seharga Rp2.970.
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) mencatatkan apresiasi sebesar 1,27 persen menuju level Rp7.950.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menyusul dengan penguatan 1,27 persen di posisi Rp3.190.

Data di atas memperlihatkan bahwa sektor infrastruktur dan energi memberikan dorongan yang cukup berarti bagi penguatan indeks di pembukaan sesi. Sektor-sektor ini tampak tetap menjadi pilihan investor meskipun kondisi pasar masih sangat dinamis.

Daftar Saham yang Mengalami Penurunan

Di sisi lain, tidak semua emiten mampu menikmati tren hijau pada perdagangan hari ini. Beberapa saham berkapitalisasi besar justru menunjukkan kinerja yang lesu dan memberikan tekanan negatif pada pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Beberapa saham besar yang tercatat masuk ke dalam zona merah pada pembukaan perdagangan:

  • PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi sebesar 2,28 persen ke posisi harga Rp5.350.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) juga merosot 2,28 persen dan parkir di level Rp2.570.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatat penurunan 1,80 persen ke angka Rp6.825 per lembar.
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melemah 1,44 persen menuju harga Rp1.370.
  • PT Astra International Tbk. (ASII) turun 1,34 persen dan kini diperdagangkan di level Rp5.525.

Sektor perbankan dan konsumsi tampaknya mengalami tekanan jual yang cukup terasa di awal sesi. Penurunan ini melibatkan nama-nama besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks secara kolektif.

Data penurunan harga saham pada sektor perbankan kelas atas lainnya mencakup:

Nama Emiten Kode Saham Persentase Penurunan Harga Terkini
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BBRI 1,26% Rp3.130
Bank Central Asia Tbk. BBCA 1,23% Rp6.025
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BBNI 1,03% Rp3.850

Tabel tersebut merangkum tiga bank besar yang menjadi penahan laju IHSG hari ini. Pelemahan pada saham perbankan biasanya menjadi indikator sikap hati-hati para investor besar di tengah ketidakpastian pasar global.

Analisis Proyeksi dan Kondisi Pasar ke Depan

Reza Diofanda, Analis Teknikal dari BRI Danareksa Sekuritas, memberikan pandangannya mengenai pergerakan indeks yang saat ini berada di level 6.208. Menurutnya, IHSG sebenarnya telah berhasil bertahan cukup kuat di area penyangga atau support di kisaran 5.900 hingga 6.100.

Dengan posisi tersebut, Reza melihat adanya peluang bagi indeks untuk terus melanjutkan penguatan atau rebound secara terbatas. Adapun target resistansi atau batas atas yang mungkin dituju berada pada rentang angka 6.250 sampai 6.300.

Meskipun ada peluang naik, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk waspada karena kondisi pasar masih cenderung bergejolak. Volatilitas ini dipicu oleh berbagai sentimen global dan domestik yang terjadi secara bersamaan saat ini.

Reza menjelaskan bahwa investor kini tengah mencermati beberapa isu krusial seperti proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, penyesuaian bobot portofolio atau rebalancing indeks MSCI juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan pasar.

Terakhir, potensi aksi ambil untung atau profit taking diprediksi akan meningkat menjelang hari libur panjang bursa. Kombinasi faktor-faktor inilah yang diperkirakan akan membuat IHSG bergerak dalam rentang yang terbatas selama beberapa hari ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi