IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Intip Rekomendasi Saham Pilihan 22 Mei 2026

IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Intip Rekomendasi Saham Pilihan 22 Mei 2026
Foto: IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Intip Rekomendasi Saham Pilihan 22 Mei 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa mengakhiri perdagangan di zona merah pada Selasa (19/5/2026). Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh pengumuman asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Selain faktor anggaran negara, kebijakan baru mengenai ekspor Sumber Daya Alam (SDA) melalui mekanisme satu pintu turut menjadi beban bagi pergerakan indeks. Pada penutupan bursa, tercatat sejumlah saham unggulan seperti MEDC, DEWA, dan BRPT mengalami penurunan harga yang cukup tajam.

Data Penutupan Pasar dan Pergerakan IHSG

Berdasarkan informasi dari data IDX Mobile, IHSG mengalami koreksi sebesar 223,56 poin atau setara dengan 3,54 persen. Hal ini membawa posisi indeks merosot ke level 6.094,94 pada penghujung hari perdagangan.

Sepanjang sesi transaksi berlangsung, IHSG terlihat berfluktuasi cukup lebar dengan rentang yang cukup dinamis. Indeks menyentuh titik terendahnya di angka 6.080,95, sementara level tertingginya sempat berada di posisi 6.378,81.

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat cukup ramai dengan total nilai transaksi yang menembus angka Rp18,27 triliun. Secara volume, sebanyak 33,63 miliar lembar saham berpindah tangan di lantai bursa.

Frekuensi transaksi yang terjadi melibatkan sekitar 2,121 juta kali proses jual-beli saham. Kondisi pasar terlihat didominasi oleh aksi jual, di mana mayoritas saham berakhir di teritori negatif.

Terdapat sebanyak 700 saham yang harganya memerah dan 168 saham yang bertahan stagnan tanpa perubahan harga. Di sisi lain, hanya ada 91 saham yang berhasil menguat di tengah tekanan pasar yang masif.

Saham Penekan dan Penopang Indeks

Penurunan IHSG kali ini dipicu oleh koreksi mendalam pada sejumlah emiten yang menghuni indeks LQ-45. Beberapa perusahaan besar di sektor energi dan sumber daya terpantau mengalami tekanan jual yang signifikan.

Daftar emiten yang menjadi pemberat laju IHSG hari ini :

  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): Mengalami penurunan sebesar 14,84 persen sehingga parkir di level Rp1.320.
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA): Harga sahamnya menyusut 11,64 persen dan berakhir pada angka Rp334.
  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Mencatatkan pelemahan 11,05 persen yang membawa harganya ke level Rp1.530.
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA): Terkoreksi cukup dalam sebesar 11,85 persen ke posisi Rp476.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN): Mengalami penurunan nilai sebesar 9,32 persen ke harga Rp535.
  • PT XL Axiata Tbk. (EXCL): Harga saham operator telekomunikasi ini turun 8,59 persen menuju Rp2.660.

Daftar di atas memperlihatkan bagaimana sektor komoditas dan infrastruktur mengalami guncangan cukup hebat sepanjang perdagangan. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap regulasi ekspor satu pintu yang baru saja diwacanakan pemerintah.

Meskipun mayoritas pasar memerah, masih ada beberapa emiten yang mampu menunjukkan performa positif. Kenaikan saham-saham ini setidaknya memberikan sedikit bantalan agar indeks tidak merosot lebih dalam.

Beberapa saham yang berhasil mencatatkan penguatan di antaranya :

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT): Berhasil naik sebesar 2,49 persen hingga menyentuh harga Rp1.440.
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN): Menguat sebesar 2,40 persen ke posisi harga Rp4.170.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): Mencatatkan kenaikan 2,36 persen menuju level Rp3.040.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF): Saham konsumsi ini tumbuh 2,27 persen menjadi Rp6.750.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS): Mengalami kenaikan sebesar 1,39 persen dan ditutup pada Rp1.825.

Kinerja positif dari sektor konsumsi dan beberapa emiten tambang lainnya memperlihatkan adanya minat selektif dari para investor. Sektor-sektor ini dinilai lebih defensif dalam menghadapi ketidakpastian kebijakan makroekonomi mendatang.

Dampak RAPBN 2027 dan Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Tim riset dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangan bahwa kondisi domestik memang memegang peranan kunci terhadap pergerakan pasar hari ini. Fokus utama para pelaku pasar tertuju pada pidato Presiden Republik Indonesia di Gedung DPR.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memaparkan sejumlah target krusial, termasuk rencana defisit anggaran untuk tahun 2027. Pemerintah menargetkan angka defisit berada di kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain target defisit, pemerintah juga merilis beberapa asumsi dasar ekonomi makro yang akan digunakan dalam RAPBN 2027. Data ini menjadi acuan penting bagi para investor dalam mengukur risiko investasi di pasar modal Indonesia.

Berikut adalah rincian asumsi dasar ekonomi makro untuk tahun 2027 :

Indikator Ekonomi Asumsi Target 2027
Pertumbuhan Ekonomi 5,8% – 6,5%
Tingkat Inflasi 1,5% – 3,5%
Nilai Tukar Rupiah (per US$) Rp16.800 – Rp17.500
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5% – 7,3%

Tabel asumsi di atas mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas meskipun di tengah tekanan nilai tukar yang cukup tinggi. Target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimistis juga menjadi perhatian serius bagi dunia usaha.

Hal lain yang memicu kegaduhan di pasar adalah rencana pemerintah mewajibkan ekspor Sumber Daya Alam dilakukan melalui satu pintu. Kebijakan ini mewajibkan BUMN tertentu yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal bagi komoditas strategis.

Langkah baru ini rencananya akan menyasar komoditas utama Indonesia seperti CPO, batu bara, hingga paduan besi. Pelaku pasar diprediksi akan mengambil sikap wait and see atau menunggu perkembangan regulasi teknis lebih lanjut.

Kilasan Sesi Perdagangan Pagi dan Siang

Kondisi pasar sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan sejak bel pembukaan berbunyi. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat langsung anjlok sebesar 1,21 persen dan berada di level 6.020,98.

Saat pembukaan, tercatat 383 saham langsung merosot ke zona merah sementara 481 saham tidak bergerak. Volume transaksi awal mencapai 825,8 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp473,4 miliar.

Meskipun sempat tertekan di awal, memasuki sesi I berakhir, indeks sempat melakukan perlawanan dan menguat tipis. Data dari RTI Infokom menunjukkan IHSG naik 0,30 persen ke level 6.113,44 pada penutupan sesi siang.

Pada jeda siang tersebut, tercatat kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada pada angka Rp10.593,55 triliun. Namun, momentum positif ini tidak bertahan lama hingga penutupan perdagangan sesi sore.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor dan realisasi APBN. Keputusan investasi tetap berada sepenuhnya di tangan masing-masing pembaca dengan mempertimbangkan segala risiko yang ada.

Artikel terkait

Rekomendasi