IHSG Hari Ini Anjlok 2 Persen, Simak Prediksi Saham Pilihan Terbaru 2026!

IHSG Hari Ini Anjlok 2 Persen, Simak Prediksi Saham Pilihan Terbaru 2026!
Foto: IHSG Hari Ini Anjlok 2 Persen, Simak Prediksi Saham Pilihan Terbaru 2026!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan Selasa siang ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan merosot tajam hingga menyentuh angka 2 persen.

Hingga pukul 11.11 WIB, indeks terkoreksi sebanyak 136,33 poin ke posisi 6.462,91. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup masif di lantai bursa.

Kondisi pasar terlihat sangat tertekan dengan dominasi saham-saham yang memerah. Berdasarkan data perdagangan, terdapat 454 saham yang harganya turun, sementara hanya 212 saham yang menguat, dan 293 saham lainnya stagnan.

Aktivitas transaksi tergolong sangat tinggi dengan nilai mencapai Rp 10,61 triliun dari pertukaran 17,34 miliar lembar saham. Akibat pelemahan ini, total kapitalisasi pasar ikut menyusut ke angka Rp 11.261 triliun.

Fluktuasi Pagi dan Tekanan Nilai Tukar Rupiah

IHSG sebenarnya menunjukkan pergerakan yang sangat volatil sejak pembukaan pasar pagi tadi. Meski sempat dibuka melemah 0,5 persen, indeks sempat mencoba bangkit hingga memasuki zona hijau sebelum akhirnya rontok kembali.

Pelemahan indeks saham ini berjalan beriringan dengan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau menembus level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan.

Data Refinitiv menunjukkan bahwa pada pukul 09.13 WIB, rupiah melemah 0,34 persen ke level Rp 17.700 per dolar AS. Tren penurunan ini sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan di mana rupiah berada di posisi Rp 17.650.

Tekanan terhadap rupiah tetap terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) sebenarnya sedang menunjukkan tren pelemahan. Saat ini, indeks yang mengukur kekuatan dolar tersebut turun 0,11 persen ke level 99,094.

Dampak Ketegangan Geopolitik Global

Sentimen pasar global ikut dipengaruhi oleh perkembangan terbaru terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Donald Trump melalui unggahan media sosialnya menyatakan telah membatalkan serangan militer terjadwal atas permintaan beberapa pemimpin negara Timur Tengah.

Meski serangan dibatalkan sementara, Trump tetap menginstruksikan pihak militer untuk bersiap melakukan serangan skala besar sewaktu-waktu. Ketidakpastian ini membuat investor cenderung bersikap hati-hati dan menghindari aset berisiko.

Kondisi keamanan di jalur perdagangan internasional juga masih menjadi kekhawatiran utama para pelaku pasar. Berikut adalah beberapa poin krusial terkait situasi geopolitik saat ini:

Faktor pemicu ketidakpastian pasar global:

  • Penutupan Selat Hormuz oleh pihak Teheran yang mengganggu distribusi minyak dunia.
  • Blokade pelabuhan-pelabuhan Iran yang masih dilakukan oleh militer Amerika Serikat.
  • Potensi eskalasi konflik yang bisa pecah kapan saja jika kesepakatan diplomatik gagal.
  • Upaya negosiasi nuklir Iran yang masih menemui jalan buntu antara pihak-pihak terkait.

Situasi gencatan senjata yang sangat rapuh ini membuat rantai pasok energi global berada dalam ancaman. Hal inilah yang memicu kepanikan di pasar keuangan, termasuk bursa domestik Indonesia.

Sebagai ringkasan atas pergerakan pasar hari ini, tabel di bawah ini menyajikan data performa indeks dan mata uang secara singkat.

Indikator Pasar Posisi/Nilai Keterangan
IHSG 6.462,91 Turun 2% (136,33 poin)
Kurs Rupiah Rp 17.700/US$ Melemah 0,34%
Nilai Transaksi Rp 10,61 Triliun Volume 17,34 Miliar Saham
Indeks Dolar (DXY) 99,094 Melemah 0,11%

Tabel tersebut menunjukkan adanya anomali di mana rupiah tetap melemah secara signifikan meskipun indeks dolar AS sebenarnya sedang turun. Hal ini mempertegas bahwa faktor risiko eksternal dan geopolitik memegang peranan lebih besar dalam pergerakan pasar saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi