IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Terbaru Selasa 26 Mei 2026

IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Terbaru Selasa 26 Mei 2026
Foto: IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Terbaru Selasa 26 Mei 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan ini dengan hasil yang menggembirakan. Indeks komposit nasional terpantau parkir di zona hijau dengan penguatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/5/2026), IHSG melesat sebesar 0,72 persen atau bertambah sekitar 44,30 poin. Posisi terakhir indeks saat ini berada di level 6.206,34.

Laju IHSG sepanjang hari ini bergerak dinamis setelah dibuka pada level 6.187,65 di pagi hari. Indeks sempat menembus posisi tertinggi hariannya di angka 6.239,59 sebelum akhirnya sedikit melandai menjelang penutupan.

Antusiasme pasar terlihat sangat tinggi dengan dominasi jumlah saham yang mengalami kenaikan harga. Tercatat ada 470 saham yang menguat, berbanding terbalik dengan 236 saham yang melemah, sementara 114 saham lainnya bergerak stagnan.

Kondisi pasar yang bergairah ini turut mendongkrak nilai total kapitalisasi pasar di bursa domestik. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar atau market cap Bursa Efek Indonesia mencapai angka fantastis Rp10.720,78 triliun.

Saham-Saham Berkapitalisasi Besar Jadi Penopang

Performa apik IHSG pada perdagangan kali ini tidak lepas dari peran saham-saham big caps atau berkapitalisasi besar. Beberapa emiten raksasa mencatatkan lonjakan harga yang cukup tajam sehingga menjadi motor penggerak indeks.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi salah satu primadona dengan kenaikan mencapai 8,62 persen ke harga Rp3.150. Langkah ini diikuti oleh performa solid dari sektor perbankan pelat merah dan swasta.

Berikut adalah rangkuman kinerja beberapa emiten kelas berat pada penutupan hari ini:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): Menguat signifikan sebesar 8,62 persen ke level Rp3.150 per lembar saham.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Tumbuh positif sebesar 3,93 persen dan parkir di posisi Rp3.170.
  • PT Astra International Tbk. (ASII): Mengalami kenaikan harga sebesar 3,70 persen menjadi Rp5.600 per lembar.
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,39 persen hingga mencapai level Rp6.100.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): Naik sebesar 2,91 persen dan berakhir pada posisi harga Rp3.890.

Data di atas menunjukkan bahwa sektor perbankan dan pertambangan memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas indeks. Kenaikan saham-saham ini memberikan sentimen positif bagi investor ritel maupun institusi.

Daftar Top Gainers dan Top Losers Hari Ini

Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, dinamika pergerakan saham individu tetap bervariasi secara tajam. Beberapa saham mencatatkan lonjakan persentase yang sangat tinggi, sementara sebagian lainnya justru terperosok cukup dalam.

Di jajaran emiten yang paling untung atau top gainers, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA) memimpin dengan kenaikan 34,48 persen ke Rp156. Posisi kedua ditempati PT Jasa Berdikari Logistics Tbk. (LAJU) yang melonjak 28,33 persen ke level Rp77.

Sebaliknya, penurunan terdalam di kelompok saham big caps dialami oleh PT Dian Swasta Energy Tbk. (DSSA) yang anjlok 11,93 persen. Penurunan tajam ini kemudian disusul oleh emiten besar lainnya yang bergerak di sektor energi dan petrokimia.

Rincian saham yang mengalami koreksi paling dalam pada perdagangan Senin (25/5/2026):

Nama Emiten Kode Saham Persentase Penurunan Harga Terakhir
Dian Swasta Energy Tbk. DSSA -11,93% Rp480
Chandra Asri Pacific Tbk. TPIA -11,75% Rp1.765
Barito Renewables Energy Tbk. BREN -2,86% Rp2.380
Dafam Property Indonesia Tbk. DFAM -15,00% Rp119
LCK Global Kedaton Tbk. LCKM -14,89% Rp120

Tabel tersebut menyajikan ringkasan emiten yang mengalami tekanan jual cukup besar sepanjang hari perdagangan. Meski beberapa emiten besar terkoreksi, dampaknya berhasil diredam oleh penguatan saham perbankan.

Analisis Sektoral dan Kondisi Pasar Global

Aksi beli masif yang dilakukan oleh para investor, terutama pada saham perbankan beraset jumbo, menjadi alasan utama IHSG bertahan di zona hijau. Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, penguatan ini sudah terlihat sejak sesi pertama perdagangan berakhir.

Sektor transportasi serta sektor barang konsumen non-primer menjadi dua sektor yang paling agresif memimpin laju kenaikan. Secara akumulatif, terdapat 9 dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia yang berhasil mengakhiri hari dengan rapor positif.

Kondisi pasar modal di Indonesia juga nampak sejalan dengan tren yang terjadi di bursa saham kawasan Asia lainnya. Sebagian besar bursa di Asia terpantau kembali bergerak ke arah positif atau zona hijau pada perdagangan siang tadi.

Sentimen eksternal yang membaik memberikan ruang bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi beli pada aset-aset berisiko. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pelaku pasar yang memproyeksikan penguatan IHSG dalam jangka pendek.

Meski IHSG menunjukkan tren menguat, para analis menyarankan agar investor tetap mencermati pergerakan saham secara selektif. Beberapa saham seperti MDKA, ULTJ, hingga BTPN bisa menjadi pertimbangan untuk diperhatikan sepanjang pekan ini.

Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor. Artikel ini bertujuan memberikan informasi publik dan bukan merupakan instruksi paksaan dalam bertransaksi di pasar modal.

Artikel terkait

Rekomendasi