Hubungan AS-China Membaik, Tarif Ekspor Produk Pertanian Mulai Dipangkas pada 2026

Hubungan AS-China Membaik, Tarif Ekspor Produk Pertanian Mulai Dipangkas pada 2026
Foto: Ilustrasi Hubungan AS-China Membaik, Tarif Ekspor Produk Pertanian Mulai Dipangkas pada 2026.
Ukuran teks

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China menunjukkan sinyal positif setelah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Beijing. Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping terlihat menunjukkan keakraban yang berdampak langsung pada kerja sama ekonomi kedua negara.

Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana perluasan perdagangan, khususnya pada komoditas pertanian. China berkomitmen untuk membuka pintu lebih lebar bagi produk-produk unggulan dari Negeri Paman Sam tersebut.

Pangkas Tarif dan Permudah Akses Pasar

Kementerian Perdagangan China secara resmi mengumumkan rencana pengurangan tarif atau bea tambahan bagi produk pertanian asal Amerika Serikat. Selain masalah tarif, pemerintah China juga berjanji mempermudah berbagai persyaratan non-tarif untuk memperlancar arus barang.

Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan pendahuluan yang akan segera difinalisasi dalam waktu dekat. Informasi tersebut mencuat pasca kunjungan kenegaraan Trump ke China yang bertujuan untuk memperbaiki tensi perdagangan.

Sebagai catatan, saat ini produk pertanian AS yang masuk ke pasar China masih dibebani tarif impor tambahan sebesar 10 persen. Kebijakan ini sebelumnya diterapkan sebagai langkah balasan atas tarif serupa yang ditetapkan oleh pemerintahan Trump terhadap produk China.

Dampak dari ketegangan dagang ini cukup signifikan bagi ekonomi kedua belah pihak. Data Departemen Pertanian AS menunjukkan nilai perdagangan kedua negara merosot tajam hingga 65,7 persen pada tahun 2025.

Upaya Pemulihan Ekspor Daging dan Unggas

China berupaya mengatasi kekhawatiran Amerika Serikat terkait hambatan izin operasional pabrik daging sapi dan ekspor unggas. Pemerintah China mengambil langkah nyata dengan memperpanjang izin operasional selama lima tahun bagi 425 pabrik daging sapi AS.

Pabrik-pabrik tersebut sempat berhenti beroperasi karena masa berlaku izin mereka berakhir pada tahun lalu. Selain itu, otoritas China juga telah memberikan lampu hijau bagi 77 fasilitas tambahan untuk mulai menyuplai produk ke pasar mereka.

Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, menyambut baik komitmen tersebut dan berencana membuka kembali jalur ekspor dari 17 negara bagian. Berikut adalah beberapa poin utama kesepakatan yang telah dicapai dalam sektor ini:

Daftar Komitmen Perdagangan Produk Pertanian :

  • Perpanjangan izin operasional lima tahun untuk 425 pabrik daging sapi asal Amerika Serikat.
  • Pemberian izin impor baru bagi 77 fasilitas produksi tambahan dari berbagai negara bagian.
  • Pembukaan kembali akses ekspor daging sapi secara spesifik dari 17 negara bagian Amerika Serikat.
  • Komitmen pemangkasan tarif impor tambahan sebesar 10 persen pada berbagai komoditas tani.

Langkah-langkah di atas diharapkan mampu mengembalikan volume perdagangan yang sempat menyusut menjadi US$ 8,4 miliar pada tahun lalu. China sendiri dilaporkan mulai aktif melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Ringkasan Impor Komoditas Pertanian China dari AS :

Jenis Komoditas Volume Impor / Status
Kedelai 12 Juta Metrik Ton
Gandum Telah Disetujui
Sorgum Telah Disetujui
Pabrik Daging Sapi 502 Fasilitas (Lama & Baru)

Tabel di atas merinci progres pengadaan bahan pangan yang dilakukan China sebagai bentuk realisasi kerja sama. Selain kedelai yang mencapai angka belasan juta ton, komoditas biji-bijian lain seperti gandum juga menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi