Harga TBS Terbaru 2026: Petani Plasma Ungkap Pabrik yang Terbukti Membayar Mahal

Harga TBS Terbaru 2026: Petani Plasma Ungkap Pabrik yang Terbukti Membayar Mahal
Foto: Harga TBS Terbaru 2026: Petani Plasma Ungkap Pabrik yang Terbukti Membayar Mahal. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sejumlah petani kelapa sawit mengungkapkan bahwa tidak semua pabrik kelapa sawit (PKS) memangkas harga beli tandan buah segar (TBS) di tengah fluktuasi pasar saat ini. Kabar baik ini memberikan angin segar bagi para petani yang sempat khawatir dengan penurunan harga yang cukup drastis di berbagai wilayah.

Morhaban, selaku Ketua Koperasi Petani Sawit Citra Sejahtera di Kayong, Kalimantan Barat, menyatakan bahwa operasional perkebunan mereka tetap berjalan dengan tenang. Hal ini dikarenakan pihak pabrik tempat mereka bernaung masih berkomitmen membeli hasil panen sesuai dengan ketetapan harga pemerintah.

Koperasi tersebut merupakan mitra plasma dari PT Cipta Usaha Sejati (CUS), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan Artha Graha Group. Hubungan kemitraan yang solid ini membuat para petani merasa lebih aman dalam menghadapi dinamika harga di tingkat global.

Stabilitas Harga di Tengah Gejolak

Morhaban menjelaskan bahwa penurunan harga TBS di pasar yang mencapai rata-rata Rp 3.500 ke angka Rp 2.500 hingga Rp 2.700 per kilogram tidak memicu gejolak di kelompoknya. Hal tersebut dimungkinkan karena pihak perusahaan tetap mengacu pada harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Barat.

Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, harga jual kelapa sawit sangat bergantung pada usia tanamannya masing-masing. Penentuan harga ini bertujuan untuk memastikan keadilan bagi petani sesuai dengan kualitas buah yang dihasilkan.

Berikut adalah rincian harga TBS sawit yang ditetapkan Disbun Kalimantan Barat pada akhir Mei:

  • Tanaman usia 3 tahun dihargai sebesar Rp 2.533,78 per kilogram.
  • Tanaman usia 4 tahun dibeli dengan harga Rp 2.717,79 per kilogram.
  • Tanaman usia 5 tahun ke atas mencapai angka Rp 2.914,55 per kilogram.
  • Harga tertinggi menyentuh Rp 3.370,64 per kilogram untuk tanaman berusia 10 hingga 20 tahun.

Daftar harga di atas menunjukkan adanya selisih yang cukup menguntungkan bagi petani mitra jika dibandingkan dengan harga pasar bebas yang cenderung lebih rendah. Komitmen pabrik untuk mengikuti regulasi pemerintah menjadi kunci kesejahteraan para petani plasma.

Faktor Kebijakan dan Respon Pemerintah

Fenomena penurunan harga di lapangan dilaporkan terjadi setelah munculnya rencana pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal. Kebijakan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri sawit nasional.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa persoalan harga yang anjlok lebih banyak dipicu oleh faktor psikologis pasar. Ia menegaskan bahwa kehadiran lembaga baru tersebut tidak akan menambah beban pungutan bagi para eksportir.

Sudaryono juga menambahkan bahwa pelaku usaha yang selama ini menjalankan bisnis secara jujur seharusnya tidak perlu merasa terancam dengan adanya regulasi baru. Pemerintah menjamin tidak akan ada perubahan signifikan yang merugikan bagi mereka yang patuh pada aturan.

Meski demikian, Kementerian Pertanian mencatat masih ada sekitar 123 pabrik kelapa sawit yang kedapatan membeli TBS di bawah harga acuan resmi. Pemerintah pun tidak segan-segan mengancam akan mencabut izin operasi pabrik yang terbukti merugikan petani dengan cara menekan harga beli secara sepihak.

Artikel terkait

Rekomendasi