Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Damai di 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Damai di 2026
Foto: Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Damai di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam hingga hampir 7 persen pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat. Anjloknya harga energi ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah jenis Brent menyusut sebesar 7,24 dollar AS atau sekitar 7 persen ke level 96,30 dollar AS per barel. Penurunan serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang merosot 6,30 dollar AS atau 6,5 persen menjadi 90,88 dollar AS per barel.

Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Pelaku pasar menaruh harapan besar bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dapat segera terwujud dalam waktu dekat. Kesepakatan ini dianggap krusial karena berpotensi membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz bagi lalu lintas komoditas global.

Menariknya, tren penurunan harga ini tetap terjadi meski otoritas kedua negara mencoba mendinginkan suasana. Baik AS maupun Iran sebelumnya sempat meredam ekspektasi publik mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan secara instan.

Informasi dari sumber yang memahami jalannya pembicaraan menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran tengah berada di Doha, Qatar. Kehadiran negosiator utama tersebut bertujuan untuk membahas kerangka kerja guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Berikut adalah poin utama mengenai kemajuan negosiasi yang sedang berlangsung:

  • Kedua belah pihak dilaporkan telah mencatatkan progres signifikan dalam penyusunan nota kesepahaman (MoU) awal.
  • Nota tersebut dirancang untuk menghentikan kontak senjata antar kedua negara dalam waktu dekat.
  • Terdapat jangka waktu 60 hari bagi para negosiator untuk merumuskan dan meratifikasi kesepakatan damai secara final.

Langkah-langkah diplomasi ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi kebuntuan ekonomi dan keamanan yang melanda kawasan Timur Tengah selama beberapa bulan ini.

Respons Analis dan Kewaspadaan Pasar

Phil Flynn, yang menjabat sebagai analis senior di Price Futures Group, menilai pasar saat ini sangat mengandalkan kembalinya pasokan minyak. Harapan bahwa aliran minyak mentah akan normal kembali melalui Selat Hormuz menjadi motor utama koreksi harga saat ini.

Meski proses kesepakatan belum sepenuhnya rampung, sentimen positif telah mendominasi pergerakan harga di bursa internasional. Flynn menekankan bahwa pelaku pasar mulai mengantisipasi ketersediaan pasokan yang lebih stabil ke depannya.

Namun, peringatan untuk tetap waspada datang dari pendiri Commodity Context, Rory Johnston. Ia mengingatkan bahwa dinamika negosiasi sebelumnya sering kali menghadapi kegagalan di tahap-tahap akhir yang krusial.

Ringkasan pergerakan harga minyak mentah pada sesi perdagangan terbaru:

Jenis Minyak Mentah Nilai Penurunan Harga Akhir (Per Barel)
Minyak Brent 7,24 Dollar AS (7%) 96,30 Dollar AS
Minyak WTI AS 6,30 Dollar AS (6,5%) 90,88 Dollar AS

Tabel di atas menunjukkan besaran koreksi harga yang dialami oleh dua acuan minyak utama dunia akibat sentimen geopolitik terbaru. Penurunan ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap perkembangan stabilitas di wilayah produsen utama dunia.

Johnston menambahkan bahwa hambatan pada detail teknis pembahasan sering kali menjadi batu sandungan bagi kedua negara. Selama kesepakatan resmi belum diteken, status Selat Hormuz secara teknis masih dianggap tertutup bagi kelancaran arus ekspor minyak.

Artikel terkait

Rekomendasi