PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberikan tanggapan resmi mengenai keluhan dari sektor industri keramik. Hal ini merespons kabar adanya kenaikan harga gas yang cukup drastis dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Pihak industri keramik sebelumnya mengeluhkan lonjakan harga gas yang disebut mencapai lebih dari 60 persen. Kondisi ini dinilai cukup membebani operasional sektor manufaktur tersebut.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa situasi geopolitik global menjadi pemicu utama kenaikan ini. Ketegangan dunia telah mendongkrak harga energi internasional, terutama pada komoditas liquefied natural gas (LNG).
Dampak dari dinamika pasar global tersebut akhirnya merembet pada harga energi di pasar domestik. PGN mengaku sangat memahami kekhawatiran yang dirasakan oleh para pelaku industri keramik saat ini.
Penyebab Kenaikan Harga Gas
Fajriyah menegaskan bahwa penyesuaian harga gas yang dilakukan PGN sebenarnya hanya menyasar pasokan berbasis LNG. Sementara itu, tarif gas pipa tidak mengalami perubahan sesuai regulasi yang berlaku.
Pelanggan yang menerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dipastikan masih menggunakan tarif lama. Harga tersebut tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Formula harga untuk produk LNG memang sangat bergantung pada beberapa indikator energi di pasar internasional. Beberapa di antaranya meliputi Indonesian Crude Price (ICP), Japan Crude Cocktail (JCC), dan Japan Korea Marker (JKM).
Seluruh indikator tersebut dilaporkan mengalami tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa bulan belakangan. Perubahan angka pada indikator inilah yang secara otomatis mengerek harga pembelian LNG oleh PGN.
Berikut adalah rincian kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang awal tahun 2026:
- Januari 2026: Berada pada level 64,41 dollar AS per barel.
- Februari 2026: Mengalami kenaikan tipis menjadi 68,79 dollar AS per barel.
- Maret 2026: Melonjak tajam hingga menyentuh angka 102,26 dollar AS per barel.
- April 2026: Terus merangkak naik mencapai level 117,31 dollar AS per barel.
Data di atas menunjukkan betapa cepatnya perubahan harga minyak mentah Indonesia dalam waktu singkat. Tren kenaikan inilah yang kemudian memengaruhi perhitungan akhir pada formula pembelian gas alam cair.
Dampak Global pada Sektor Industri
Tekanan akibat tingginya harga energi ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia semata. Fajriyah menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan tantangan global yang dirasakan banyak negara.
Negara-negara lain yang mengandalkan LNG sebagai sumber energi utama bagi industrinya juga mengalami tekanan serupa. Situasi pasar energi dunia saat ini memang sedang berada dalam fase yang cukup menantang.
Ringkasan perbandingan jenis pasokan gas dan status harganya:
| Jenis Pasokan Gas | Status Penyesuaian Harga | Faktor Penentu Harga |
|---|---|---|
| Gas Bumi Melalui Pipa | Tetap / Tidak Berubah | Ketentuan Pemerintah (HGBT) |
| LNG (Gas Alam Cair) | Mengalami Penyesuaian | Indikator Internasional (ICP, JCC, JKM) |
Tabel tersebut menunjukkan perbedaan kebijakan harga antara gas pipa dan LNG di lingkup operasional PGN. Fokus kenaikan saat ini murni disebabkan oleh volatilitas harga gas cair di pasar internasional.
PGN terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi dan keterjangkauan harga bagi pelanggan. Langkah ini dilakukan sembari memantau perkembangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas energi nasional.