Harga Emas Hari Ini Anjlok ke Level Terendah 2026, Pasar Cemaskan Hal Ini

Harga Emas Hari Ini Anjlok ke Level Terendah 2026, Pasar Cemaskan Hal Ini
Foto: Harga Emas Hari Ini Anjlok ke Level Terendah 2026, Pasar Cemaskan Hal Ini. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harga emas dunia kembali mencatatkan tren negatif dengan menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada penutupan perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu New York. Pelemahan ini dipicu oleh kecemasan pasar terhadap lonjakan inflasi serta potensi kenaikan suku bunga di tengah ketegangan perang Iran.

Berdasarkan data Reuters, harga emas spot merosot hingga 1,3 persen ke angka 4.447,71 dollar AS per ons. Angka ini merupakan titik terendah logam mulia tersebut sejak akhir Maret 2026 silam.

Kondisi serupa terjadi pada harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni yang terkoreksi 1,2 persen. Saat ini, harga emas berjangka tersebut bertengger di posisi 4.448,40 dollar AS per ons.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Para analis menilai bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor dominan yang menekan harga emas global. Sentimen positif yang sempat muncul perlahan menghilang seiring dengan konflik yang tidak kunjung usai.

Peter Grant, Senior Metals Strategist di Zaner Metals, menjelaskan bahwa optimisme pasar kian memudar seiring berlarutnya perselisihan tersebut. Ia menekankan bahwa durasi konflik yang panjang secara langsung memicu kekhawatiran inflasi di tingkat global.

Tekanan terhadap harga emas sebenarnya sudah terasa sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada Februari 2026. Penutupan akses di Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang mengganggu stabilitas pasar energi.

Terhambatnya jalur pelayaran tersebut mengakibatkan harga minyak mentah Brent melonjak drastis dan memperparah kondisi inflasi. Dampaknya, pasar mulai memprediksi Federal Reserve (The Fed) akan mengambil langkah agresif terkait kebijakan suku bunga.

Upaya Pemulihan Jalur Pelayaran

Kabar terbaru dari media pemerintah Iran menyebutkan adanya rencana untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dalam waktu satu bulan. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan AS yang juga mencakup penarikan pasukan militer dari wilayah sekitar Iran.

Informasi tersebut sempat menahan laju penurunan harga emas di pasar global. Namun, investor tetap waspada karena inflasi energi diperkirakan tetap mendorong The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.

Meskipun emas sering dianggap sebagai aset aman (safe haven) saat inflasi, daya tariknya berkurang ketika suku bunga tinggi. Hal ini dikarenakan emas tidak memberikan imbal hasil bunga layaknya instrumen investasi lainnya.

Fokus pada Data Ekonomi Mendatang

Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa bank sentral harus tetap fokus mengendalikan risiko inflasi yang kian meningkat. Meski begitu, ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan kapan perubahan suku bunga akan dilakukan secara resmi.

Saat ini, para pelaku pasar sedang menanti rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat. Data ini dianggap sebagai indikator kunci yang akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed di masa depan.

Berikut adalah ringkasan perubahan harga komoditas logam mulia lainnya pada sesi perdagangan kali ini:

Jenis Logam Perubahan Harga Harga Terkini (per ons)
Perak Spot Turun 3,2% 74,46 dollar AS
Platinum Turun 2,1% 1.916,90 dollar AS
Palladium Naik 0,1% 1.386,47 dollar AS

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar logam mulia mengalami tekanan harga yang signifikan mengikuti jejak emas. Hanya palladium yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis di tengah volatilitas pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi