Kualitas produk susu tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi di pabrik, tetapi bermula sejak proses di peternakan. Berbagai elemen seperti kondisi kesehatan sapi, jenis pakan, hingga kebersihan kandang menjadi penentu utama keamanan susu untuk dikonsumsi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, dalam acara bincang-bincang bertajuk "Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti". Acara yang diinisiasi oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) ini berlangsung di Atrium Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang Selatan.
Standar Ketat Produksi Susu dari Hulu ke Hilir
Prof. Epi menekankan bahwa susu yang berkualitas berasal dari sapi perah yang mendapatkan perawatan optimal secara menyeluruh. Proses alami mengubah rumput yang dimakan sapi menjadi susu cair yang kemudian dikumpulkan oleh para peternak lokal.
Penerapan standar yang sangat ketat menjadi syarat mutlak agar susu tetap higienis dan memiliki kandungan nutrisi yang terjaga. Kualitas hasil perahan sangat bergantung pada rutinitas harian di peternakan, mulai dari aspek medis hewan hingga kebersihan sanitasi lingkungan sekitarnya.
Upaya ini bertujuan agar susu yang sampai ke masyarakat memiliki jumlah bakteri yang rendah namun tetap kaya akan gizi. Prof. Epi menjelaskan pentingnya menjaga kualitas sepanjang jalur produksi melalui prinsip "from the grass to the glass".
Jika kondisi di peternakan maupun lingkungannya tidak bersih, maka kualitas susu yang dihasilkan otomatis akan menurun secara signifikan. Ia juga menambahkan bahwa pihak FFI tidak akan menerima pasokan susu yang tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan tersebut.
Kolaborasi dengan Akademisi dan Peternak
Prof. Epi juga mengapresiasi langkah strategis FFI yang tidak sekadar berperan sebagai pembeli, tetapi juga menjadi pembimbing bagi para peternak. Kerjasama ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pihak industri dan masyarakat peternak di lapangan.
Keterlibatan kalangan akademisi dalam memberikan pembinaan dianggap sebagai poin positif untuk memastikan produk akhir tetap aman dikonsumsi. Melalui pendampingan ini, para peternak didorong untuk selalu menghasilkan bahan baku dengan standar tinggi demi kepentingan kesehatan publik.
FFI pun memiliki program khusus untuk mencetak generasi peternak modern yang mampu bersaing dan mengikuti perkembangan zaman. Program bernama Young Progressive Farmer Academy (YPFA) memberikan kesempatan bagi peternak terpilih untuk belajar langsung hingga ke mancanegara.
Sejumlah peternak muda bahkan diterbangkan ke Belanda untuk mempelajari cara pengelolaan peternakan sapi perah yang lebih maju. Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan standar produk secara berkelanjutan.
Investasi Kesehatan Jangka Panjang melalui Nutrisi Susu
Intan Ayu Kartika selaku Marketing Director FFI menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi susu merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan. Susu mengandung kombinasi nutrisi yang sangat lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh manusia di berbagai rentang usia.
Kandungan nutrisi penting dalam susu yang mendukung fungsi tubuh antara lain:
- Kandungan protein dan kalsium yang membantu kekuatan fisik dan struktur tulang.
- Berbagai vitamin dan mineral penting yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
- Zat gizi makro dan mikro yang secara khusus mendukung perkembangan fungsi otak pada anak-anak.
- Nutrisi lengkap yang membantu tubuh agar tetap aktif dan produktif di setiap tahapan kehidupan.
Penjelasan tersebut menekankan bahwa susu bukan sekadar minuman pelengkap, melainkan sumber energi dan pelindung kesehatan. Nutrisi yang seimbang di dalamnya menjadi modal utama bagi anggota keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Dukungan bagi Ekonomi dan Keberlanjutan Peternak Lokal
Selama lebih dari satu abad di Indonesia, FFI terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan produk susu bagi anak-anak hingga dewasa. Perusahaan ini menjalin kemitraan dengan lebih dari 30 ribu peternak lokal yang menyuplai ratusan ton susu segar setiap hari.
Pabrik FFI yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, menjadi pusat pengolahan pasokan susu masif dari para mitra peternak tersebut. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mencari peternak muda yang berpikiran progresif melalui berbagai inisiatif pengembangan komunitas.
Tujuan utama dari program pengembangan peternak muda ini meliputi:
- Meningkatkan tingkat kesejahteraan ekonomi para peternak sapi perah di Indonesia.
- Mendorong praktik peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk masa depan.
- Menciptakan ekosistem masyarakat yang sehat dan selaras dengan kelestarian alam sekitarnya.
- Mengembangkan manajemen peternakan modern yang lebih efisien melalui edukasi intensif.
Program-program ini dirancang untuk memastikan industri susu nasional tetap tangguh dan mampu menyediakan kebutuhan gizi masyarakat secara mandiri. Dengan pembekalan ilmu pengetahuan, peternak lokal diharapkan bisa lebih mandiri dalam mengelola usahanya.
Pengalaman Belajar hingga ke Negeri Kincir Angin
Rumini, salah satu peternak perempuan yang mengikuti program pelatihan intensif di Belanda, berbagi cerita mengenai wawasan yang ia peroleh. Selama dua minggu, ia mempelajari manajemen kandang dan cara pengelolaan ternak yang jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional.
Ia optimis bahwa banyak praktik terbaik dari sistem peternakan di Belanda dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi susu di Indonesia. Rumini sangat mengapresiasi bimbingan berkelanjutan yang diberikan oleh pihak Frisian Flag kepada komunitas peternak lokal di daerah.
Rangkaian acara di Bintaro ini juga dimeriahkan dengan berbagai sesi edukasi dan hiburan menarik bagi para pengunjung. Selain diskusi pakar, ada pula penampilan seni seperti Tari Bajul Ijo dan Tari Janger Bali yang dibawakan oleh anak-anak.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran influencer, pertunjukan musik dari Quinn Salman, hingga aksi panggung dari Mydoremi Musical Studio. Setelah sukses digelar di Tangerang Selatan, kampanye kesehatan ini dijadwalkan akan menyapa masyarakat Surabaya di Tunjungan Plaza pada pertengahan Juni mendatang.